Doctor's Life
Dr Tjhin Wiguna, Dokter 'Penenang' Jiwa-jiwa Muda yang Galau
Senin, 28/01/2013 13:31 WIB
(dok.pribadi)
Berita Lainnya
Dr Laila Nuranna Tak Kenal Lelah Perangi Kanker Leher Rahim
Dr Ryan Thamrin, Mantan Cover Boy yang Lebih Mencintai Dunia Medis
dr Michael Triangto, Dokter Ramah yang Dekat dengan Pasien Obesitas
dr Benny Ardjil, Psikiater yang Pernah Didatangi Pasien Berparang
Dr Nani Hersunarti, SpJP, Sehat Lahir Batin Berkat Dansa
Jakarta, Sebagai dokter jiwa, keseharian Dr. dr. Tjhin Wiguna, SpKJ (K) tentu menghadapi orang-orang dengan masalah kejiwaan. Karena sangat tertarik dengan anak-anak, pasien Dr Tjhin adalah jiwa-jiwa muda yang bermasalah, mulai dari kesulitan konsentrasi, hiperaktif, autis, hingga remaja galau yang depresi.
Saat kecil, tak ada keinginnya untuk masuk sekolah kedokteran. Tjhin Wiguna muda malah lebih senang bergulat dengan perangkat komputer dan IT. Ia pun ingin meneruskan kuliah di bidang IT.
Namun keikutsertaannya dalam sebuah bakti sosial, membuat pria kelahiran 19 April ini mulai melirik sekolah kedokteran. Menurutnya, dokter adalah pekerjaan yang mulia, yang dapat membantu banyak orang sakit.
"Ada satu hal dalam hidup saya yang membuat saya berpikir harus jadi dokter. Waktu SMA saya sempat ada jalan-jalan sama teman-teman seperti baksos, lalu sama pergi ke desa-desa. Saya lihat banyak yang sakit. Kalau di desa IT kan belum bisa berkembang, jadi apa dong yang bisa saya bantu. Dokter adalah salah satu pilihan buat saya," tutur Dr. dr. Tjhin Wiguna, SpKJ (K), saat berbincang dengan detikHealth, seperti ditulis Senin (28/1/2013).
Rupanya kakak-kakak dokter yang ikut serta dalam kegiatan bakti sosial telah menginspirasi Tjhin muda untuk masuk sekolah kedokteran. Lulus SMA, ia pun melanjutkan studinya di Fakultas Kedokteran Universitas Kristen Krida Wacana (Ukrida) Jakarta.
Awalnya, Dr Tjhin sangat ingin menjadi dokter anak karena ia memang sangat menyukai anak-anak. Sosok si bungsu yang tak punya adik, membuatnya selalu ingin dekat dengan anak-anak.
Namun dengan seiringnya waktu dan banyaknya pengalaman yang didapat selama pendidikan dokter, Dr Tjhin justru lebih tertarik mendalami kejiwaan. Menurutnya, dokter jiwa bukan hanya belajar gila saja.
"Dalam perjalanan pendidikan kedokteran saya belajarnya fisik terus, padahal dalam bayangan saya manusia kan terdiri dari fisik dan jiwa. Kok orang nggak tertarik dengan kejiwaan, selalu menstigmatisasi jiwa itu gila. Nggak ah. Saya pikir saya mau masuk ke jiwa karena saya mau memerangi (stigma itu). Jiwa itu bukan hanya belajar gila saja," ujar Dr Tjhin, yang akhirnya mengambil Spesialis Kedokteran Jiwa di Fakultas Kedokteran Universitas Indonesia.
Setelah resmi menyandang gelar Spesialis Kedokteran Jiwa (Sp.KJ), keinginannya untuk selalu dekat dengan anak-anak pun ia wujudkan dengan mengambil Pendidikan Subspesialis (konsultan) Kejiwaan Anak. Jadilah Dr Tjhin yang kini dikenal sebagai psikiater anak, sang 'penenang' jiwa-jiwa muda.
Lebih dari 10 tahun menjadi psikiater anak, harus berhadapan langsung dengan anak-anak, orang tua, dan stigmatisasi dokter jiwa yang identik dengan 'gila', menjadi tantangan tersendiri bagi dokter yang melanjutkan pendidikan masternya di University of Melbourne, Australia, ini.
Menurut Dr Tjhin, banyak orang tua yang enggan mengobati anaknya ke psikiater karena menganggap bahwa berobat ke dokter jiwa artinya anaknya 'gila'.
"Saya harus meyakinkan orangtua bahwa anaknya mempunyai masalah, anaknya membutuhkan pertolongan. Kadang-kadang anaknya butuh obat. Saya rasa itu kerja keras. Karena menurut orang tua 'Ah masa anak saya dapat obat sih, ke dokter jiwa pula. Memangnya anak saya gila'. Itu yang harus saya comfirm ke orang tuanya, confirm bahwa ini yang terbaik. Saya rasa itu suatu tantangan buat saya," jelas Dr Tjhin.
Buktinya, selama menjadi psikiater anak, pasien yang dapat ke Dr Tjhin kebanyakan adalah anak-anak dengan gangguan belajar. Ada pula kasus hiperaktif, gangguan autistis, gangguan emosi seperti depresi, tak tertinggal remaja-remaja yang kehilangan minat dan citra diri.
"Yang depresi ada juga, remaja cukup banyak terutama remaja yang mencari identitas. Mereka kehilangan identitas, makanya melakukan hal-hal di luar dugaan orang tuanya. Padahal itu dalam rangka mencari bentuk diri mereka," tutup Dr Tjhin.
BIODATA
Nama lengkap
Dr. dr. Tjhin Wiguna, SpKJ (K)
Tempat dan tanggal lahir
Jakarta, 19 April
Riwayat pendidikan
Fakultas Kedokteran Universitas Kristen Krida Wacana (Ukrida) Jakarta (1988)
Spesialis Kedokteran Jiwa FKUI (1998)
Konsultas Kedokteran Jiwa Anak FKUI (2002)
Master of International Mental Health, University of Melbourne, Australia (2004)
PhD Kedokteran FKUI (2009)
Praktik
Rumah Sakit Cipto Mangunkusumo (RSCM), Jakarta
Rumah Sakit Pantai Indah Kapuk, Jakarta
Rumah Sakit Kebun Jeruk Siloam, Jakarta
(mer/vit)
Saat kecil, tak ada keinginnya untuk masuk sekolah kedokteran. Tjhin Wiguna muda malah lebih senang bergulat dengan perangkat komputer dan IT. Ia pun ingin meneruskan kuliah di bidang IT.
Namun keikutsertaannya dalam sebuah bakti sosial, membuat pria kelahiran 19 April ini mulai melirik sekolah kedokteran. Menurutnya, dokter adalah pekerjaan yang mulia, yang dapat membantu banyak orang sakit.
"Ada satu hal dalam hidup saya yang membuat saya berpikir harus jadi dokter. Waktu SMA saya sempat ada jalan-jalan sama teman-teman seperti baksos, lalu sama pergi ke desa-desa. Saya lihat banyak yang sakit. Kalau di desa IT kan belum bisa berkembang, jadi apa dong yang bisa saya bantu. Dokter adalah salah satu pilihan buat saya," tutur Dr. dr. Tjhin Wiguna, SpKJ (K), saat berbincang dengan detikHealth, seperti ditulis Senin (28/1/2013).
Rupanya kakak-kakak dokter yang ikut serta dalam kegiatan bakti sosial telah menginspirasi Tjhin muda untuk masuk sekolah kedokteran. Lulus SMA, ia pun melanjutkan studinya di Fakultas Kedokteran Universitas Kristen Krida Wacana (Ukrida) Jakarta.
Awalnya, Dr Tjhin sangat ingin menjadi dokter anak karena ia memang sangat menyukai anak-anak. Sosok si bungsu yang tak punya adik, membuatnya selalu ingin dekat dengan anak-anak.
Namun dengan seiringnya waktu dan banyaknya pengalaman yang didapat selama pendidikan dokter, Dr Tjhin justru lebih tertarik mendalami kejiwaan. Menurutnya, dokter jiwa bukan hanya belajar gila saja.
"Dalam perjalanan pendidikan kedokteran saya belajarnya fisik terus, padahal dalam bayangan saya manusia kan terdiri dari fisik dan jiwa. Kok orang nggak tertarik dengan kejiwaan, selalu menstigmatisasi jiwa itu gila. Nggak ah. Saya pikir saya mau masuk ke jiwa karena saya mau memerangi (stigma itu). Jiwa itu bukan hanya belajar gila saja," ujar Dr Tjhin, yang akhirnya mengambil Spesialis Kedokteran Jiwa di Fakultas Kedokteran Universitas Indonesia.
Setelah resmi menyandang gelar Spesialis Kedokteran Jiwa (Sp.KJ), keinginannya untuk selalu dekat dengan anak-anak pun ia wujudkan dengan mengambil Pendidikan Subspesialis (konsultan) Kejiwaan Anak. Jadilah Dr Tjhin yang kini dikenal sebagai psikiater anak, sang 'penenang' jiwa-jiwa muda.
Lebih dari 10 tahun menjadi psikiater anak, harus berhadapan langsung dengan anak-anak, orang tua, dan stigmatisasi dokter jiwa yang identik dengan 'gila', menjadi tantangan tersendiri bagi dokter yang melanjutkan pendidikan masternya di University of Melbourne, Australia, ini.
Menurut Dr Tjhin, banyak orang tua yang enggan mengobati anaknya ke psikiater karena menganggap bahwa berobat ke dokter jiwa artinya anaknya 'gila'.
"Saya harus meyakinkan orangtua bahwa anaknya mempunyai masalah, anaknya membutuhkan pertolongan. Kadang-kadang anaknya butuh obat. Saya rasa itu kerja keras. Karena menurut orang tua 'Ah masa anak saya dapat obat sih, ke dokter jiwa pula. Memangnya anak saya gila'. Itu yang harus saya comfirm ke orang tuanya, confirm bahwa ini yang terbaik. Saya rasa itu suatu tantangan buat saya," jelas Dr Tjhin.
Buktinya, selama menjadi psikiater anak, pasien yang dapat ke Dr Tjhin kebanyakan adalah anak-anak dengan gangguan belajar. Ada pula kasus hiperaktif, gangguan autistis, gangguan emosi seperti depresi, tak tertinggal remaja-remaja yang kehilangan minat dan citra diri.
"Yang depresi ada juga, remaja cukup banyak terutama remaja yang mencari identitas. Mereka kehilangan identitas, makanya melakukan hal-hal di luar dugaan orang tuanya. Padahal itu dalam rangka mencari bentuk diri mereka," tutup Dr Tjhin.
BIODATA
Nama lengkap
Dr. dr. Tjhin Wiguna, SpKJ (K)
Tempat dan tanggal lahir
Jakarta, 19 April
Riwayat pendidikan
Fakultas Kedokteran Universitas Kristen Krida Wacana (Ukrida) Jakarta (1988)
Spesialis Kedokteran Jiwa FKUI (1998)
Konsultas Kedokteran Jiwa Anak FKUI (2002)
Master of International Mental Health, University of Melbourne, Australia (2004)
PhD Kedokteran FKUI (2009)
Praktik
Rumah Sakit Cipto Mangunkusumo (RSCM), Jakarta
Rumah Sakit Pantai Indah Kapuk, Jakarta
Rumah Sakit Kebun Jeruk Siloam, Jakarta
(mer/vit)
Baca Juga
- Prof Abdul Razak Thaha Ungkap Misteri Anak Indonesia Bertubuh Pendek
- Dr Zaenal Abidin, MH.Kes, Masalah Gizi dan Cerita Tentang Kumis
- dr Tirta Jatuh Cinta pada Gizi karena Lihat Pasien Seperti Tengkorak
- Dr Hakim S Pohan, Dokter yang Sangat Getol Perjuangkan Aturan Rokok
- Dr Wiyarni Pambudi Perjuangkan ASI karena Pernah Jadi Korban Susu Formula
- Sosok Prof Dr Idrus Alwi, SpPD, Ketua PAPDI yang Baru
Komentar (0 Komentar)
Twitter Recommendation
-
Selasa,18/06/2013 20:00 WIB
Orang Obesitas Bisa Kena Sakit Gula Kalau Lewatkan Sarapan
-
Selasa,18/06/2013 19:33 WIB
Venezuela akan Larang Bayi Diberi Minum dengan Botol Susu
-
Selasa,18/06/2013 19:04 WIB
Bukan Pornografi, Foto Mastektomi Boleh Di-upload di Facebook
-
Selasa,18/06/2013 18:32 WIB
Diminta Stop Iklan Rokok Lewat Petisi, Ini Tanggapan Kominfo
-
Selasa,18/06/2013 18:17 WIB
Sudah Coba Banyak Posisi Tapi Tak Pernah Orgasme, Apakah Saya Frigid?
-
Selasa,18/06/2013 18:03 WIB
Semangat Saat Menjelang Tidur Membuat Badan Sulit Terlelap
-
Punya Otot Kuat, Stamina Saat Bercinta Makin Dahsyat
-
Ingin Punya Perut Sixpack ? Ini Caranya
-
Ini Dia Pria dengan Otot Tubuh Paling Seksi di Mata Wanita
-
Laki-laki Berotot, Seksi atau Menyeramkan?
-
Ini Cara Mengencangkan Betis Agar Tak Kebablasan Jadi 'Berkonde'
-
Bodybuilding Bikin Payudara Mengecil? Sebaliknya, Justru Makin Kencang
-
Selasa, 18/06/2013 19:04 WIB
Bukan Pornografi, Foto Mastektomi Boleh Di-upload di Facebook
-
Selasa, 18/06/2013 18:13 WIB
Sudah Coba Banyak Posisi Tapi Tak Pernah Orgasme, Apakah Saya Frigid?
-
Selasa, 18/06/2013 13:25 WIB
HappyPlayTime, Aplikasi Masturbasi Wanita Pertama di Dunia
-
Selasa, 18/06/2013 19:33 WIB
Venezuela akan Larang Bayi Diberi Minum dengan Botol Susu
-
Selasa, 18/06/2013 15:31 WIB
Tak Kuat Menahan Kantuk? Perhatikan Ini Sebelum Memutuskan Tidur Siang
-
Selasa, 18/06/2013 16:00 WIB
Hindari Makanan Seperti Ini Kalau Tak Mau Kena Alzheimer
-
Selasa, 18/06/2013 20:00 WIB
Orang Obesitas Bisa Kena Sakit Gula Kalau Lewatkan Sarapan
-
Selasa, 18/06/2013 12:01 WIB
Kena Penyakit Sangat Langka, Pria Ini Tak Bisa Gemuk Meski Banyak Makan
-
35 Komentar
-
18 Komentar
-
16 Komentar
-
16 Komentar
-
15 Komentar
-
6 Komentar
-
6 Komentar
-
6 Komentar
-
Kalkulator Seks
Berapa Kali Anda Pernah Berhubungan Seks?
-
Kalkulator Lama Berhubungan Seks
Berapa Durasi Rata-rata Ketika Berhubungan Seks?
-
Kalkulator Masa Subur
Kapan Perkiraan Masa Paling Subur Anda?
Must Read
close
-
Selasa, 18/06/2013 08:08 WIB
Kisah April, Bayi 6 Bulan yang Melawan Penyakit Langka Emanuel Syndrome
-
Selasa, 18/06/2013 07:32 WIB
Dengan Operasi Bariatrik, Pria Ini Berhasil Susutkan Bobot 100 Kg
- detikNews · Berita · Internasional · Kolom · Wawancara · Lapsus · Tokoh · Pro Kontra · Profil · Indeks
- detikSport · Basket · MotoGP · F1 · Raket · Sepakbola · Sport Lain · Galeri · Profil · Fans Area · Indeks
- Sepakbola · Italia · Inggris · Spanyol · Jerman · Indonesia · Uefa · Bola Dunia · Fans Area · Indeks
- detikOto · Mobil · Motor · Modifikasi · Tips & Trik · Konsultasi · Komunitas · OtoTest · Galeri · Video · Forum · Indeks
- detikHot · Celebs · Music · Movie · Art · Gallery · Profile · KPOP · Forum · Indeks
- detikInet · News · Gadget · Games · Fotostop · Klinik IT · Ngopi · Produk Pilihan · Forum · Indeks
- detikFinance · Ekonomi Bisnis · Finansial · Properti · Energi · Industri · Sosok · Peluang Usaha · Pajak · Konsultasi · Foto · TV · Indeks
- detikHealth · Health News · Sexual Health · Diet · Ibu & Anak · Konsultasi · Health Calculator · Foto Balita · Bank Nama Bayi
- detikTravel · Travel News · Destinations · Photos · d'Trips · Hotels · Flights · ACI · d'Travelers Stories
- Wolipop · Fashion · Photos · Beauty · Love & Sex · Home & Family · Wedding · Entertainment · Sale & Shop · Hot Guide · d'Lounge · Indeks
- detikFood · Resep · Tempat Makan · Kabar Kuliner · Halal · Komunitas · Forum · Konsultasi · Galeri · Indeks
- detikSurabaya · Berita · Bisnis · Society · Foto · TV · Indeks
- detikBandung · News · Sosok · Info · Pengalaman Anda · Lifestyle · Iklan Baris · Foto · TV · Info Iklan · Forum · Indeks
Iklan Baris · Blog · Forum · Kolom Kita · adPoint · Seremonia · Sindikasi · Info Iklan · Suara Pembaca · Surat dari Buncit · detikTV · Cari Alamat
Copyright © detikcom, All Rights Reserved · Redaksi · Pedoman Media Siber · Karir · Kotak Pos · Info Iklan · Disclaimer

Cek Masa Pertumbuhan Anak Anda










