Studi: Orang yang Masa Kecilnya Kurang Bahagia Rentan Sakit Jantung
Senin, 04/02/2013 07:00 WIB
(Foto: Thinkstock)
Berita Lainnya
Jakarta, Kalau tak dituruti keinginannya, biasanya anak-anak akan cenderung ngambek atau menangis. Tapi jika anak terlalu sering uring-uringan, orangt ua harus waspada karena baru-baru ini sebuah studi menemukan perilaku emosional pada anak dapat dikaitkan dengan risiko gangguan jantung ketika si anak beranjak dewasa.
Secara rinci peneliti mengungkapkan bahwa anak-anak, terutama anak perempuan yang rentan terpapar stres sejak berusia tujuh tahun berisiko tinggi mengalami penyakit kardiovaskular di kemudian hari. Sebaliknya, anak yang lebih bisa memusatkan perhatiannya dan tetap fokus pada sesuatu memiliki risiko yang lebih kecil.
Kesimpulan itu diperoleh setelah peneliti mengamati 377 orang dewasa yang telah dilibatkan dalam studi ini sejak berusia tujuh tahun. Saat itu, partisipan menjalani sejumlah tes untuk mencari tahu bagaimana bentuk perilaku emosional yang dimilikinya, kemudian hasilnya dibandingkan dengan skor risiko penyakit kardiovaskular partisipan ketika mencapai usia 40 tahun.
Setelah mengesampingkan faktor-faktor lain yang dapat mempengaruhi risiko penyakit jantung seseorang, peneliti pun menyimpulkan bahwa stres yang tinggi pada usia tujuh tahun dapat mengakibatkan peningkatan risiko penyakit kardiovaskular pada wanita paruh baya sebesar 31 persen.
Tapi bagi pria yang terpapar stres tinggi sejak kecil peningkatan risiko penyakit kardiovaskularnya hanyalah 17 persen, meskipun saat kecil partisipan sering memperlihatkan perilaku mudah frustasi atau cepat marah.
Seperti dilansir dari BBC, Senin (4/2/2013), bahkan peneliti dapat mengungkap peluang partisipan untuk mengalami serangan jantung atau stroke dalam kurun waktu 10 tahun ke depan.
Menurut peneliti, bagi partisipan berusia 40 tahun yang rentan stres saat masih kecil, peluang terkena stroke atau serangan jantungnya meningkat dari 3,2 persen menjadi 4,2 persen pada partisipan wanita dan dari 7,3 persen menjadi 8,5 persen pada partisipan pria.
"Yang kami ketahui hanyalah stres atau tekanan yang terus-menerus dapat mengobrak-abrik respons stres pada tubuh dan itulah yang kami coba cari penjelasannya. Oleh karena itu kami masih memerlukan studi lanjutan untuk menjelaskan mekanisme biologis yang dapat mendasari temuan ini," tandas ketua tim peneliti Dr. Allison Appleton.
Studi ini telah dipublikasikan dalam Journal of Epidemiology and Community Health.
(vit/vit)
Secara rinci peneliti mengungkapkan bahwa anak-anak, terutama anak perempuan yang rentan terpapar stres sejak berusia tujuh tahun berisiko tinggi mengalami penyakit kardiovaskular di kemudian hari. Sebaliknya, anak yang lebih bisa memusatkan perhatiannya dan tetap fokus pada sesuatu memiliki risiko yang lebih kecil.
Kesimpulan itu diperoleh setelah peneliti mengamati 377 orang dewasa yang telah dilibatkan dalam studi ini sejak berusia tujuh tahun. Saat itu, partisipan menjalani sejumlah tes untuk mencari tahu bagaimana bentuk perilaku emosional yang dimilikinya, kemudian hasilnya dibandingkan dengan skor risiko penyakit kardiovaskular partisipan ketika mencapai usia 40 tahun.
Setelah mengesampingkan faktor-faktor lain yang dapat mempengaruhi risiko penyakit jantung seseorang, peneliti pun menyimpulkan bahwa stres yang tinggi pada usia tujuh tahun dapat mengakibatkan peningkatan risiko penyakit kardiovaskular pada wanita paruh baya sebesar 31 persen.
Tapi bagi pria yang terpapar stres tinggi sejak kecil peningkatan risiko penyakit kardiovaskularnya hanyalah 17 persen, meskipun saat kecil partisipan sering memperlihatkan perilaku mudah frustasi atau cepat marah.
Seperti dilansir dari BBC, Senin (4/2/2013), bahkan peneliti dapat mengungkap peluang partisipan untuk mengalami serangan jantung atau stroke dalam kurun waktu 10 tahun ke depan.
Menurut peneliti, bagi partisipan berusia 40 tahun yang rentan stres saat masih kecil, peluang terkena stroke atau serangan jantungnya meningkat dari 3,2 persen menjadi 4,2 persen pada partisipan wanita dan dari 7,3 persen menjadi 8,5 persen pada partisipan pria.
"Yang kami ketahui hanyalah stres atau tekanan yang terus-menerus dapat mengobrak-abrik respons stres pada tubuh dan itulah yang kami coba cari penjelasannya. Oleh karena itu kami masih memerlukan studi lanjutan untuk menjelaskan mekanisme biologis yang dapat mendasari temuan ini," tandas ketua tim peneliti Dr. Allison Appleton.
Studi ini telah dipublikasikan dalam Journal of Epidemiology and Community Health.
(vit/vit)
Baca Juga
- Perhatikan 6 Hal Ini Sebelum Memberikan Minuman Berkafein Pada Anak
- Karena Vaksin Flu Babi, 800 Anak di Eropa Kena Penyakit Tidur Mendadak
- Bruk! Jatuh dari Kursi, Bocah Ini Tertusuk Pensil di Matanya
- Mandi dengan Cairan Antiseptik Cegah Infeksi Darah Anak
- Ini Dia Faktor-faktor yang Mempengaruhi Kecerdasan Otak Anak
- Waduh, Obat Antidemam Berbahaya untuk Ginjal Anak
Foto Terkait
Komentar (0 Komentar)
Twitter Recommendation
-
Minggu,19/05/2013 12:05 WIB
Obati Leukimia dengan Stem Cell, Berapa Besar Tingkat Keberhasilannya?
-
Minggu,19/05/2013 11:06 WIB
Pesan IDI di Hari Bakti: Batasi Konsumsi Gula untuk Hidup yang Lebih Manis
-
Minggu,19/05/2013 10:01 WIB
Wanita dan Pria, Mana Lebih Baik Fisiknya Sebelum Serangan Jantung?
-
Minggu,19/05/2013 09:03 WIB
Mau Angkat Telepon Pakai Tangan yang Mana? Otaklah Penentunya
-
Minggu,19/05/2013 08:01 WIB
Banyak Minum Minuman Berpemanis Buatan Picu Risiko Batu Ginjal
-
Sabtu,18/05/2013 16:08 WIB
Agar Pria Berpenis Mungil Pede, Kontes Mr P Terkecil Digelar
-
Ulasan Khas Alergi
Begini Caranya Dapat Momongan Ketika Punya Alergi Sperma
-
Ulasan Khas Alergi
Alergi Lateks, Salah Satu Penyebab Orang Malas Pakai Kondom
-
Ulasan Khas Alergi
Andai Semua Orang Alergi Uang, Masih Adakah Korupsi?
-
Ulasan Khas Alergi
Ini Dia 5 Pemicu Alergi pada Anak
-
Ulasan Khas Alergi
Waspadai, Ini Tandanya Tubuh Mengalami Alergi Cuaca
-
Ulasan Khas Alergi
Hati-hati Pilih Obat, Salah-salah Tidak Jadi Sembuh Malah Alergi
-
Ulasan Khas Alergi
Alergi Tak Bisa Sembuh, Hindari Pemicu Atau Malah Harus Dibiasakan?
-
Ulasan Khas Alergi
Lakukan Tes Ini Jika Curiga Punya Alergi
-
Minggu, 19/05/2013 09:03 WIB
Mau Angkat Telepon Pakai Tangan yang Mana? Otaklah Penentunya
-
Minggu, 19/05/2013 10:01 WIB
Wanita dan Pria, Mana Lebih Baik Fisiknya Sebelum Serangan Jantung?
-
Minggu, 19/05/2013 11:06 WIB
Pesan IDI di Hari Bakti: Batasi Konsumsi Gula untuk Hidup yang Lebih Manis
-
Minggu, 19/05/2013 08:01 WIB
Banyak Minum Minuman Berpemanis Buatan Picu Risiko Batu Ginjal
-
Sabtu, 18/05/2013 16:08 WIB
Agar Pria Berpenis Mungil Pede, Kontes Mr P Terkecil Digelar
-
Sabtu, 18/05/2013 10:25 WIB
Inilah Alasan Mengapa Air Kelapa Murni Itu Menyehatkan
-
Sabtu, 18/05/2013 07:53 WIB
5 Kesalahan Terbesar Orang Saat Makan dan Olahraga
-
Sabtu, 18/05/2013 12:01 WIB
Agar Tak Terinfeksi Bakteri Tinja di Kolam Renang, Lakukan Langkah Ini
-
10 Komentar
-
6 Komentar
-
5 Komentar
-
5 Komentar
-
5 Komentar
-
4 Komentar
-
4 Komentar
-
3 Komentar
-
Kalkulator Seks
Berapa Kali Anda Pernah Berhubungan Seks?
-
Kalkulator Lama Berhubungan Seks
Berapa Durasi Rata-rata Ketika Berhubungan Seks?
-
Kalkulator Masa Subur
Kapan Perkiraan Masa Paling Subur Anda?
Must Read
close
-
Jumat, 17/05/2013 08:00 WIB
Anak Bersikap Agresif? Ini Dia Faktor Pemicunya
-
Jumat, 17/05/2013 07:45 WIB
Peneliti Unair Obati Pasien HIV dengan Propolis Lebah
- detikNews · Berita · Internasional · Kolom · Wawancara · Lapsus · Tokoh · Pro Kontra · Profil · Indeks
- detikSport · Basket · MotoGP · F1 · Raket · Sepakbola · Sport Lain · Galeri · Profil · Fans Area · Indeks
- Sepakbola · Italia · Inggris · Spanyol · Jerman · Indonesia · Uefa · Bola Dunia · Fans Area · Indeks
- detikOto · Mobil · Motor · Modifikasi · Tips & Trik · Konsultasi · Komunitas · OtoTest · Galeri · Video · Forum · Indeks
- detikHot · Celebs · Music · Movie · Art · Gallery · Profile · KPOP · Forum · Indeks
- detikInet · News · Gadget · Games · Fotostop · Klinik IT · Ngopi · Produk Pilihan · Forum · Indeks
- detikFinance · Ekonomi Bisnis · Finansial · Properti · Energi · Industri · Sosok · Peluang Usaha · Pajak · Konsultasi · Foto · TV · Indeks
- detikHealth · Health News · Sexual Health · Diet · Ibu & Anak · Konsultasi · Health Calculator · Foto Balita · Bank Nama Bayi
- detikTravel · Travel News · Destinations · Photos · d'Trips · Hotels · Flights · ACI · d'Travelers Stories
- Wolipop · Fashion · Photos · Beauty · Love & Sex · Home & Family · Wedding · Entertainment · Sale & Shop · Hot Guide · d'Lounge · Indeks
- detikFood · Resep · Tempat Makan · Kabar Kuliner · Halal · Komunitas · Forum · Konsultasi · Galeri · Indeks
- detikSurabaya · Berita · Bisnis · Society · Foto · TV · Indeks
- detikBandung · News · Sosok · Info · Pengalaman Anda · Lifestyle · Iklan Baris · Foto · TV · Info Iklan · Forum · Indeks
Iklan Baris · Blog · Forum · Kolom Kita · adPoint · Seremonia · Sindikasi · Info Iklan · Suara Pembaca · Surat dari Buncit · detikTV · Cari Alamat
Copyright © detikcom, All Rights Reserved · Redaksi · Pedoman Media Siber · Karir · Kotak Pos · Info Iklan · Disclaimer

Cek Masa Pertumbuhan Anak Anda






_7.gif)

