detikhealth

Studi: Jumlah Sperma Pria Spanyol Berkurang 2% Setiap Tahun

Linda Mayasari - detikHealth
Selasa, 05/02/2013 07:59 WIB

(Foto: Thinkstock)
Jakarta, Masalah penurunan kualitas sperma tersebut telah menjadi masalah internasional. Penelitian terbaru menunjukkan bahwa konsentrasi sperma pria masa kini jauh lebih rendah dibandingkan dengan konsentrasi sperma nenek moyangnya.

Sebelumnya telah dilakukan penelitian yang menunjukkan bahwa jumlah sperma orang Perancis telah mengalami penurunan signifikan selama beberapa dekade. Studi terbaru yang dilakukan di Spanyol bahkan menunjukkan bahwa kualitas sperma pada pria muda Spanyol telah menurun hingga 38 persen dalam periode satu dekade.

Para peneliti dari Department of Preventative Medicine and Public Health, University of Murcia, telah memantau konsentrasi spermatozoid dari 215 pria yang berusia antara 18 hingga 23 tahun selama satu dekade. Peneliti kembali menghitung konsentrasi spermatozoid rata-rata yang telah berkurang dari 72 juta spermatozoid/ml pada tahun 2001 menjadi 52 juta/ml pada tahun 2011.

Dari penelitian tersebut dapat diketahui bahwa terjadi penurunan konsentrasi spermatozoid rata-rata dua persen per tahunnya. Konsentrasi spermatozoid yang kurang dari 40 juta/ml diketahui dapat menurunkan kesuburan dan kesulitan membuahi sel telur.

"Jika laju penurunan konsentrasi spermatozoid terus menerus terjadi dan berkurang hingga dua persen per tahun, sperma pria muda bisa mencapai tingkat 40 juta/ml yang dapat berbahaya bagi kesuburannya," kata Profesor Jaime Mendiola, salah satu peneliti.

Alberto Torres Cantero, peneliti utama dalam studi tersebut percaya bahwa kecenderungan tersebut terkait dengan diet yang semakin tidak sehat ditambah dengan tingkat stres yang tinggi.

"Tindakan pencegahan yang melibatkan beberapa perbaikan gaya hidup, seperti diet sehat, dapat meningkatkan kualitas sperma," kata Profesor Cantero, seperti dilansir naturalnews, Selasa (5/2/2013).

Pemuda masa kini lebih sering terpapar radiasi elektromagnetik, gemar mengenakan pakaian ketat dan juga terpapar bahan kimia yang dapat menyebabkan penurunan jumlah sperma. Perbaikan gizi dan gaya hidup yang selalu aktif dapat membantu membalikkan efek buruk tersebut dan meningkatkan tingkat kesuburan.


(vit/vta)






Komentar (0 Komentar)

    Silakan  atau daftar untuk mengirim komentar
    Tampilkan Komentar di:        
    Twitter Recommendation


    Kalkulator Sehat indeks »
    Database Dokter Obat Penyakit