Hal-hal Ini Bisa Meningkatkan Risiko Cedera pada Anak Saat Olahraga
Selasa, 05/02/2013 09:28 WIB
(Foto: Thinkstock)
Berita Lainnya
Jakarta, Olahraga penting bagi anak untuk mendukung perkembangan dan pertumbuhannya. Sebelum anak memulai rutinitas olahraganya, pastikan bahwa anak Anda tidak berada dalam risiko tertinggi sehingga bisa cedera saat olahraga.
Anak lebih rentan mengalami cedera saat berolahraga seperti terkilirnya pergelangan kaki atau tangan dan patah tulang leher karena kirang hati-hati atau melakukan gerakan yang terlalu ekstrim. Risiko cedera tersebut dapat disebabkan oleh beberapa hal seperti kurangnya asupan vitamin D.
Seperti dilansir womansday, Selasa (5/2/2013) untuk meminimalkan risiko cedera pada anak ketika berolahraga, perhatikan hal-hal berikut ini:
1. Anak menekuni satu cabang olahraga dengan sangat intens
Ketika anak menggemari olahraga tertentu, dirinya akan meluangkan lebih banyak waktu untuk melibatkan diri dalam tim olahraga, seperti taekwondo. Keikutsertaannya dalam tim olahraga dapat memaksa anak untuk semakin mengasah keterampilannya dan lebih intens berolahraga.
Menurut sebuah penelitian yang dilakukan di Loyola University's Health System, anak-anak yang menghabiskan lebih dari 75 persen waktunya untuk menekuni satu cabang olahraga tertentu saja, memiliki risiko cedera hingga 2 kali lipat, termasuk hal-hal serius seperti patah tulang belakang.
Semakin sering anak melakukan olahraga yang sama, dirinya akan semakin sering melakukan gerakan berulang yang menyebabkan stres pada tubuh. Olahraga memang baik untuk memperkuat tubuh, tetapi olahraga dengan gerakan yang sama dan intensitas tinggi tidak dianjurkan untuk anak-anak.
2. Anak tidak mendapatkan waktu tidur yang mencukupi
Anda tentu telah mengetahui bahwa anak yang kurang tidur, memiliki performa yang buruk di sekolah, begitu juga ketika berolahraga. Menurut sebuah studi dalam Journal of Pediatrics, anak yang kurang tidur lebih rentan cedera hingga 68 persen dibandingkan anak yang memiliki lebih banyak waktu untuk tidur malam.
Kurang tidur telah terbukti mempengaruhi fungsi motorik, suasana hati dan fungsi kognitif, yang semuanya dapat mempengaruhi anak. Pastikan anak mendapatkan waktu tidur hingga 8 jam atau lebih tiap malamnya agar terhindar dari risiko cedera saat berolahraga.
3. Anak berolahraga di luar pengawasan guru olahraga atau pelatih
Menurut sebuah penelitian yang dipresentasikan dalam American Academy of Pediatrics National Conference tahun lalu, tingkat cedera pada anak-anak meningkat hingga 1,7 kali lipat ketika melakukan kegiatan olahraga tanpa didampingi oleh guru olahraga atau pelatihnya.
Kebanyakan anak-anak tidak begitu memperhatikan bagaimana teknik yang benar dalam berolahraga. Sehingga diperlukan pengawasan oleh orang yang lebih ahli untuk mencegah anak melakukan gerakan-gerakan yang dapat menyebabkan cedera.
4. Anak mengonsumsi minuman olahraga atau minuman energi
Konsumsi minuman olahraga mungkin tidak mempromosikan cedera parah seperti terkilirnya pergelangan kaki dan sebagainya, akan tetapi minuman ini dapat menyebabkan kerusakan gigi. Gigi yang rusak bukanlah cedera olahraga yang merupakan efek samping dari konsumsi minuman dengan pemanis.
Sebuah studi dalam jurnal General Dentistry menemukan bahwa konsumsi minuman olahraga dalam tingkat yang lebih tinggi dapat menyebabkan keasaman dalam mulut dan mengakibatkan kerusakan permanen pada gigi, mengikis enamel dan membuat gigi lebih rentan terhadap pembusukan.
5. Anak tidak mendapatkan vitamin D yang cukup
Sebuah studi yang melibatkan anak-anak perempuan yang berusia 9 sampai 15 tahun, menunjukkan bahwa kadar vitamin D berpengaruh terhadap besarnya risiko seorang anak untuk mengembangkan cedera ketika berolahraga. Berikan makanan yang mengandung vitamin D seperti salmon, produk susu fortifikasi, atau suplemen vitamin D yang dianjurkan oleh dokter.
(vit/vta)
Anak lebih rentan mengalami cedera saat berolahraga seperti terkilirnya pergelangan kaki atau tangan dan patah tulang leher karena kirang hati-hati atau melakukan gerakan yang terlalu ekstrim. Risiko cedera tersebut dapat disebabkan oleh beberapa hal seperti kurangnya asupan vitamin D.
Seperti dilansir womansday, Selasa (5/2/2013) untuk meminimalkan risiko cedera pada anak ketika berolahraga, perhatikan hal-hal berikut ini:
1. Anak menekuni satu cabang olahraga dengan sangat intens
Ketika anak menggemari olahraga tertentu, dirinya akan meluangkan lebih banyak waktu untuk melibatkan diri dalam tim olahraga, seperti taekwondo. Keikutsertaannya dalam tim olahraga dapat memaksa anak untuk semakin mengasah keterampilannya dan lebih intens berolahraga.
Menurut sebuah penelitian yang dilakukan di Loyola University's Health System, anak-anak yang menghabiskan lebih dari 75 persen waktunya untuk menekuni satu cabang olahraga tertentu saja, memiliki risiko cedera hingga 2 kali lipat, termasuk hal-hal serius seperti patah tulang belakang.
Semakin sering anak melakukan olahraga yang sama, dirinya akan semakin sering melakukan gerakan berulang yang menyebabkan stres pada tubuh. Olahraga memang baik untuk memperkuat tubuh, tetapi olahraga dengan gerakan yang sama dan intensitas tinggi tidak dianjurkan untuk anak-anak.
2. Anak tidak mendapatkan waktu tidur yang mencukupi
Anda tentu telah mengetahui bahwa anak yang kurang tidur, memiliki performa yang buruk di sekolah, begitu juga ketika berolahraga. Menurut sebuah studi dalam Journal of Pediatrics, anak yang kurang tidur lebih rentan cedera hingga 68 persen dibandingkan anak yang memiliki lebih banyak waktu untuk tidur malam.
Kurang tidur telah terbukti mempengaruhi fungsi motorik, suasana hati dan fungsi kognitif, yang semuanya dapat mempengaruhi anak. Pastikan anak mendapatkan waktu tidur hingga 8 jam atau lebih tiap malamnya agar terhindar dari risiko cedera saat berolahraga.
3. Anak berolahraga di luar pengawasan guru olahraga atau pelatih
Menurut sebuah penelitian yang dipresentasikan dalam American Academy of Pediatrics National Conference tahun lalu, tingkat cedera pada anak-anak meningkat hingga 1,7 kali lipat ketika melakukan kegiatan olahraga tanpa didampingi oleh guru olahraga atau pelatihnya.
Kebanyakan anak-anak tidak begitu memperhatikan bagaimana teknik yang benar dalam berolahraga. Sehingga diperlukan pengawasan oleh orang yang lebih ahli untuk mencegah anak melakukan gerakan-gerakan yang dapat menyebabkan cedera.
4. Anak mengonsumsi minuman olahraga atau minuman energi
Konsumsi minuman olahraga mungkin tidak mempromosikan cedera parah seperti terkilirnya pergelangan kaki dan sebagainya, akan tetapi minuman ini dapat menyebabkan kerusakan gigi. Gigi yang rusak bukanlah cedera olahraga yang merupakan efek samping dari konsumsi minuman dengan pemanis.
Sebuah studi dalam jurnal General Dentistry menemukan bahwa konsumsi minuman olahraga dalam tingkat yang lebih tinggi dapat menyebabkan keasaman dalam mulut dan mengakibatkan kerusakan permanen pada gigi, mengikis enamel dan membuat gigi lebih rentan terhadap pembusukan.
5. Anak tidak mendapatkan vitamin D yang cukup
Sebuah studi yang melibatkan anak-anak perempuan yang berusia 9 sampai 15 tahun, menunjukkan bahwa kadar vitamin D berpengaruh terhadap besarnya risiko seorang anak untuk mengembangkan cedera ketika berolahraga. Berikan makanan yang mengandung vitamin D seperti salmon, produk susu fortifikasi, atau suplemen vitamin D yang dianjurkan oleh dokter.
(vit/vta)
Baca Juga
- Bukan Kebanyakan Duduk Nonton TV, Kurang Olahragalah Penyebab Anak Gemuk
- Ingin Anak Selalu Bugar? Olahraga 7 Menit Saja Cukup Kok
- Anak-anak Usia 6 Tahun ke Bawah Perlu Olahraga 3 Jam Per Hari
- Anak yang Dipaksa Olahraga Ekstra Belum Tentu Lebih Langsing
- Ajak Anak Olahraga 20 Menit untuk Cegah Diabetes
- Mitos Olahraga yang Masih Dipercaya Remaja
Foto Terkait
Komentar (0 Komentar)
Twitter Recommendation
-
Senin,20/05/2013 20:00 WIB
Tak Hanya Bakar Kalori, Berciuman Punya 7 Manfaat Lain
-
Senin,20/05/2013 19:30 WIB
Ingin Tidur Lelap? Penuhi Nutrisi Penting Ini
-
Senin,20/05/2013 19:00 WIB
drg Zaura Jadi Dokter Gigi karena Tertarik pada Giginya Sendiri
-
Senin,20/05/2013 18:30 WIB
Sedikit-sedikit Depresi Bikin Wanita Makin Rentan Kena Stroke
-
Senin,20/05/2013 18:15 WIB
Makanan Apa Saja yang Bisa Menambah Cairan Sperma?
-
Senin,20/05/2013 18:04 WIB
Undang-undang Kesehatan Jiwa Dianggap Tak Waras?
-
Ulasan Khas Alergi
Begini Caranya Dapat Momongan Ketika Punya Alergi Sperma
-
Ulasan Khas Alergi
Alergi Lateks, Salah Satu Penyebab Orang Malas Pakai Kondom
-
Ulasan Khas Alergi
Andai Semua Orang Alergi Uang, Masih Adakah Korupsi?
-
Ulasan Khas Alergi
Ini Dia 5 Pemicu Alergi pada Anak
-
Ulasan Khas Alergi
Waspadai, Ini Tandanya Tubuh Mengalami Alergi Cuaca
-
Ulasan Khas Alergi
Hati-hati Pilih Obat, Salah-salah Tidak Jadi Sembuh Malah Alergi
-
Ulasan Khas Alergi
Alergi Tak Bisa Sembuh, Hindari Pemicu Atau Malah Harus Dibiasakan?
-
Ulasan Khas Alergi
Lakukan Tes Ini Jika Curiga Punya Alergi
-
Senin, 20/05/2013 20:00 WIB
Tak Hanya Bakar Kalori, Berciuman Punya 7 Manfaat Lain
-
Senin, 20/05/2013 19:30 WIB
Ingin Tidur Lelap? Penuhi Nutrisi Penting Ini
-
Senin, 20/05/2013 18:06 WIB
Makanan Apa Saja yang Bisa Menambah Cairan Sperma?
-
Senin, 20/05/2013 19:00 WIB
Doctor's Life
drg Zaura Jadi Dokter Gigi karena Tertarik pada Giginya Sendiri
-
Senin, 20/05/2013 17:26 WIB
Kisah Ibu dengan Anak yang Hanya Punya Otak Setengah
-
Senin, 20/05/2013 16:07 WIB
7 Malapetaka Paling Horor yang Menyerang Kemaluan Pria
-
Senin, 20/05/2013 18:30 WIB
Sedikit-sedikit Depresi Bikin Wanita Makin Rentan Kena Stroke
-
Senin, 20/05/2013 18:04 WIB
Undang-undang Kesehatan Jiwa Dianggap Tak Waras?
-
9 Komentar
-
5 Komentar
-
4 Komentar
-
4 Komentar
-
3 Komentar
-
3 Komentar
-
3 Komentar
-
3 Komentar
-
Kalkulator Seks
Berapa Kali Anda Pernah Berhubungan Seks?
-
Kalkulator Lama Berhubungan Seks
Berapa Durasi Rata-rata Ketika Berhubungan Seks?
-
Kalkulator Masa Subur
Kapan Perkiraan Masa Paling Subur Anda?
Must Read
close
-
Senin, 20/05/2013 13:26 WIB
Akhirnya Bocah Ini Pulih Setelah Koma Akibat Tertabrak Mobil
-
Senin, 20/05/2013 12:00 WIB
Siapa Sangka 7 Hal Ini Bisa Bikin Gemuk
- detikNews · Berita · Internasional · Kolom · Wawancara · Lapsus · Tokoh · Pro Kontra · Profil · Indeks
- detikSport · Basket · MotoGP · F1 · Raket · Sepakbola · Sport Lain · Galeri · Profil · Fans Area · Indeks
- Sepakbola · Italia · Inggris · Spanyol · Jerman · Indonesia · Uefa · Bola Dunia · Fans Area · Indeks
- detikOto · Mobil · Motor · Modifikasi · Tips & Trik · Konsultasi · Komunitas · OtoTest · Galeri · Video · Forum · Indeks
- detikHot · Celebs · Music · Movie · Art · Gallery · Profile · KPOP · Forum · Indeks
- detikInet · News · Gadget · Games · Fotostop · Klinik IT · Ngopi · Produk Pilihan · Forum · Indeks
- detikFinance · Ekonomi Bisnis · Finansial · Properti · Energi · Industri · Sosok · Peluang Usaha · Pajak · Konsultasi · Foto · TV · Indeks
- detikHealth · Health News · Sexual Health · Diet · Ibu & Anak · Konsultasi · Health Calculator · Foto Balita · Bank Nama Bayi
- detikTravel · Travel News · Destinations · Photos · d'Trips · Hotels · Flights · ACI · d'Travelers Stories
- Wolipop · Fashion · Photos · Beauty · Love & Sex · Home & Family · Wedding · Entertainment · Sale & Shop · Hot Guide · d'Lounge · Indeks
- detikFood · Resep · Tempat Makan · Kabar Kuliner · Halal · Komunitas · Forum · Konsultasi · Galeri · Indeks
- detikSurabaya · Berita · Bisnis · Society · Foto · TV · Indeks
- detikBandung · News · Sosok · Info · Pengalaman Anda · Lifestyle · Iklan Baris · Foto · TV · Info Iklan · Forum · Indeks
Iklan Baris · Blog · Forum · Kolom Kita · adPoint · Seremonia · Sindikasi · Info Iklan · Suara Pembaca · Surat dari Buncit · detikTV · Cari Alamat
Copyright © detikcom, All Rights Reserved · Redaksi · Pedoman Media Siber · Karir · Kotak Pos · Info Iklan · Disclaimer

Cek Masa Pertumbuhan Anak Anda






_7.gif)

