detikhealth

Dapatkan Hadiah Menarik
Program Akhir Tahun
"QUIZ on Article"

Orang Paruh Baya yang Aktif Nge-gym Dijamin Susah Pikun

Rahma Lillahi Sativa - detikHealth
Rabu, 06/02/2013 07:29 WIB
(Foto: Thinkstock)
Jakarta, Memasuki usia paruh baya, banyak orang yang mendadak sakit-sakitan karena pola makan atau kurangnya aktivitas fisik di usia muda dan daya ingatnya menurun. Padahal jika kebugarannya tetap terjaga, orang-orang yang memasuki usia 50-an ini bisa dipastikan berisiko kecil mengalami demensia dan penyakit alzheimer.

Dengan kata lain tim peneliti menemukan bahwa orang yang memiliki tingkat kebugaran yang tinggi pada usia paruh baya berisiko 36 persen lebih rendah mengidap demensia atau kepikunan, dibandingkan rekan-rekan sebayanya yang tak begitu fit.

Kesimpulan itu diperoleh setelah peneliti mengamati data tingkat kebugaran pada 20.000 orang dewasa yang sebagian besar diantaranya berusia 40-an dan 50-an. Kesemuanya adalah pasien di Cooper Clinic, The Cooper Institute, Dallas, AS.

Data tingkat kebugaran pasien dikumpulkan sejak tahun 1971 hingga 2009 dengan menggunakan tes latihan treadmill. Selain itu, setiap orang yang berpartisipasi dalam studi ini pun dilaporkan bebas dari sejumlah kondisi yang dikatakan meningkatkan risiko demensia seperti pernah mengalami serangan jantung atau stroke.

Kemudian peneliti menganalisis rekam medis pasien antara tahun 1999-2009 dan menemukan bahwa hampir 9 persen partisipan (atau 1.659 orang) mengidap demensia dalam kurun waktu 24 tahun.

Studi sebelumnya mengatakan bahwa olahraga dengan intensitas sedang seperti berjalan, berenang dan yoga dapat mengurangi risiko gangguan memori. Tapi pada tahun 2010, National Institutes of Health menyatakan tak ada cukup bukti bahwa peningkatan aktivitas fisik akan menjauhkan seseorang dari demensia.

Senada dengan studi tersebut, studi lain juga mengaitkan antara tingginya tingkat kebugaran seseorang dengan rendahnya risiko penyakit kardiovaskular dan stroke, namun meningkatkan peluang seseorang terserang demensia, termasuk penyakit alzheimer.

"Tapi nyatanya keterkaitan antara tingkat kebugaran dengan risiko kepikunan tetap berlaku meski si pasien telah menderita stroke. Hal ini menunjukkan bahwa kebugaran tampaknya memberikan manfaat kognitif tersendiri, disamping menurunkan risiko kardiovaskular," terang ketua tim peneliti, Dr. Laura DeFina, direktur medis riset di The Cooper Institute seperti dilansir dari myhealthnewsdaily, Rabu (6/2/2013).

Namun meski tingkat kebugaran yang tinggi pada usia paruh baya dapat menjaga daya ingat tetap kuat, peneliti tak dapat mengungkapkan secara pasti faktor lain yang dapat mempengaruhi hal ini, misalnya gaya hidup sehat, diet atau tingginya tingkat pendidikan. Peneliti juga mengaku tak dapat merekomendasikan seberapa banyak aktivitas fisik yang perlu dilakukan untuk mengurangi risiko demensia.

"Bahkan untuk orang-orang yang telah melewati masa paruh baya, mereka masih bisa membuat perubahan. Tak ada kata terlambat untuk memperoleh manfaat kesehatan, terutama kesehatan kognitif dari olahraga. Tentu saja waktu terbaik untuk memulainya adalah 20 tahun yang lalu tapi waktu terbaik kedua adalah sekarang juga," pungkas peneliti lain, Dr. Benjamin Willis, seorang pakar epidemiologi dari The Cooper Institute.

(vit/vta)

Cerianya si Kecil saat liburan. Yuk, Abadikan Momen liburan anda bersama si Buah Hati dan menangkan hadiahnya di Sini




 atau daftar untuk mengirim komentar
Tampilkan Komentar di:        


Kalkulator Sehat indeks »
Database Dokter Obat Penyakit