detikhealth

Kehamilan Tidak Diinginkan

Kehamilan Tidak Direncanakan, Berkah atau Musibah?

Putro Agus Harnowo - detikHealth
Rabu, 06/02/2013 08:02 WIB
(Foto: Thinkstock)
Jakarta, Setelah menikah, umumnya pasangan suami istri menginginkan segera punya anak. Namun ada juga pasangan yang tidak mau buru-buru punya momongan, sehingga pusing bukan kepalang saat tahu sang istri hamil.

Kehamilan yang direncanakan berarti orang tua memiliki rencana yang jelas mengenai kehamilan dan pengasuhan anaknya. Kehamilan perlu direncanakan dengan baik agar nantinya lahir anak yang sehat.

"Seharusnya kehamilan sudah dipersiapkan sejak jauh hari, misalnya calon ibu mulai meminum suplemen atau vitamin beberapa bulan sebelum berencana hamil, lalu mempersiapkan finansial juga karena menambah anak tentunya menambah pengeluaran," ujar dr Dwiana Ocviyanti, SpOG(K), dalam perbincangan dengan detikHealth, dan ditulis pada Rabu (6/2/2013).

Apabila pekerjaan ibu tidak memungkinkan untuk memberi keringanan mengasuh anak atau memberi cuti hamil, dia menyarankan agar ibu mencari pekerjaan baru yang cocok sebelum merencanakan kehamilan.

Dengan demikian, kehamilan tidak direncanakan berarti kehamilan yang terjadi tanpa perencanaan yang matang dari orang tua. Bahkan orang tua belum memutuskan apakan akan segera punya momongan atau tidak.

Pada beberapa pasangan, hamil tanpa perencanaan bisa menjadi kejutan yang menyenangkan. Namun kehamilan tidak direncanakan bisa menyebabkan stres lantaran belum punya persiapan matang sebagai orang tua secara lahir batin atau karena belum ingin punya anak.

Seperti yang dialami Ari. Anak keduanya lahir tanpa perencanaan. Dia mendapati dirinya hamil saat anak pertamanya berusia 3 bulan.

"Sempat agak stres, karena anak saya masih terlalu kecil untuk punya adik. Tapi yang namanya anak kan rezeki, akhirnya saya dan suami menerimanya juga," ucapnya.

Hamil yang tidak direncanakan bisa menjadi kehamilan yang tidak diinginkan ketika ada penolakan kuat dari orang tua itu sendiri. Dikutip dari penjelasan Badan Kependudukan Keluarga Berencana Nasional (BKKBN) dalam resume laporan final penelitian kehamilan tidan diinginkan pada pasangan usia subur di Bali pada 2007, kehamilan tidak diinginkan adalah kehamilan yang dialami oleh seorang ibu yang sebenarnya belum menginginkan atau sudah tidak menginginkan untuk hamil lagi.

Sedangkan menurut Perkumpulan Keluarga Berencana Indonesia (PKBI), kehamilan tidak diinginkan merupakan kondisi di mana pasangan tidak menghendaki adanya proses kelahiran dari suatu kehamilan. Hal ini bisa dialami mereka yang sudah menikah maupun yang belum menikah.

(vit/vta)
Artikel detikHealth juga bisa dibaca melalui aplikasi detikcom untuk Android, BlackBerry, iPhone, iPad & Windows Phone. Install sekarang!

Cerianya si Kecil saat liburan. Yuk, Abadikan Momen liburan anda bersama si Buah Hati dan menangkan hadiahnya di Sini




 atau daftar untuk mengirim komentar
Tampilkan Komentar di:        


Kalkulator Sehat indeks »
Database Dokter Obat Penyakit