Mengapa Manusia Menangis Saat Sedih?
Rabu, 06/02/2013 08:28 WIB
(Foto: Thinkstock)
Berita Lainnya
Banyak Berkorban untuk Pasangan Justru Tak Baik bagi Hubungan
Gizi Kurang dan Kematian Ibu-Balita Masih Jadi Masalah di Indramayu
Ini Pria Pertama di Dunia yang Rela Prostat Diangkat Demi Cegah Kanker
Ibu-ibu dengan HIV di Indramayu Merasa Diperlakukan Diskriminatif
Ingin Tidur Lelap? Penuhi Nutrisi Penting Ini
Jakarta, Ada banyak alasan yang membuat orang menangis, seperti sedih, terharu, kesal, takut atau bahkan gembira. Tapi tahukah Anda alasan di balik menetesnya air mata tersebut?
Seorang ilmuwan terkemuka mengatakan bahwa fenomena menangis emosional pada manusia sangatlah penting. Menangis bahkan sudah dilakukan untuk berkomunikasi sebelum manusia mengenal bahasa.
Michael Trimble, profesor Inggris di Institute of Neurology di London, mengatakan air mata mewakili sesuatu yang lebih besar dari fungsi sederhananya sebagai pelumas mata.
Dalam buku barunya 'Why Humans Like To Cry', Trimble mencoba menjelaskan misteri mengapa hanya manusia satu-satunya spesies dari kingdom animalia yang menumpahkan air mata saat menanggapi suatu keadaan emosional. Trimble pun melakukan penelitian fisiologi dan masa lalu evolusi dari menangis emosional.
Trimble menjelaskan, secara biologis air mata penting untuk melindungi mata. Air mata menjaga kelembaban bola mata, mengeluarkan iritan dan mengandung protein tertentu serta zat-zat yang menjaga mata agar tetap sehat dan melawan infeksi.
Pada setiap hewan lain di planet Bumi, air mata tampaknya hanya melayani tujuan-tujuan biologis. Namun pada manusia, menangis atau meneteskan air mata tampaknya juga melayani fungsi lain, yaitu berkomunikasi secara emosi. Manusia menangis untuk banyak alasan, sukacita, kesedihan, kemarahan, kehilangan dan berbagai emosi lainnya.
"Manusia menangis karena banyak alasan. Tetapi menangis karena emosional dan menangis untuk menanggapi pengalaman estetika yang menarik bagi kami," ujar Trimble pada Scientific American, seperti dilansir Medicaldaily, Rabu (6/2/2013).
Trimble berharap penelitiannya akan membantu banyak orang, terutama pria, untuk membuang rasa malu ketika matanya terlihat berkaca-kaca di depan umum. Dia mengatakan bahwa air mata merupakan respons alami manusia untuk penderitaan pribadi dan merasakan kasih sayang bagi orang lain.
"Kita tidak perlu takut dengan emosi kita, terutama yang berhubungan dengan kasih sayang, karena kemampuan kita untuk merasakan empati. Dan dengan itu menangis adalah dasar dari moralitas dan budaya eksklusif yang dimiliki manusia," tambahnya.
Melihat air mata dari sudut pandang neuroscience, Trimble menunjukkan bahwa tangisan emosional harus dikembangkan pada manusia di titik evolusi tertentu.
Dalam bukunya ia mengatakan bahwa munculnya tangisan emosional harus terhubung dengan 'kesadaran diri' dan 'pengembangan teori pikiran'. Kondisi ini yang menyebabkan kesadaran pada diri sendiri dan orang lain untuk merasakan kesusahan, penderitaan, kesedihan dan kehilangan.
"Lampiran emosional kepada orang lain, dengan perkembangan gerakan wajah terkait dengan penderitaan, dengan kehilangan dan duka yang terjadi. Semua ini sebelum perkembangan bahasa elegan proposisional kita. Tanggapan emosional sebagian besar tidak disadari dan bawaan, dan identifikasi air mata sebagai sinyal untuk marabahaya tersebut adalah tambahan penting yang disebut 'social brain', sirkuit yang sekarang dapat diidentifikasi dalam otak manusia," tutupnya.
(mer/vit)
Seorang ilmuwan terkemuka mengatakan bahwa fenomena menangis emosional pada manusia sangatlah penting. Menangis bahkan sudah dilakukan untuk berkomunikasi sebelum manusia mengenal bahasa.
Michael Trimble, profesor Inggris di Institute of Neurology di London, mengatakan air mata mewakili sesuatu yang lebih besar dari fungsi sederhananya sebagai pelumas mata.
Dalam buku barunya 'Why Humans Like To Cry', Trimble mencoba menjelaskan misteri mengapa hanya manusia satu-satunya spesies dari kingdom animalia yang menumpahkan air mata saat menanggapi suatu keadaan emosional. Trimble pun melakukan penelitian fisiologi dan masa lalu evolusi dari menangis emosional.
Trimble menjelaskan, secara biologis air mata penting untuk melindungi mata. Air mata menjaga kelembaban bola mata, mengeluarkan iritan dan mengandung protein tertentu serta zat-zat yang menjaga mata agar tetap sehat dan melawan infeksi.
Pada setiap hewan lain di planet Bumi, air mata tampaknya hanya melayani tujuan-tujuan biologis. Namun pada manusia, menangis atau meneteskan air mata tampaknya juga melayani fungsi lain, yaitu berkomunikasi secara emosi. Manusia menangis untuk banyak alasan, sukacita, kesedihan, kemarahan, kehilangan dan berbagai emosi lainnya.
"Manusia menangis karena banyak alasan. Tetapi menangis karena emosional dan menangis untuk menanggapi pengalaman estetika yang menarik bagi kami," ujar Trimble pada Scientific American, seperti dilansir Medicaldaily, Rabu (6/2/2013).
Trimble berharap penelitiannya akan membantu banyak orang, terutama pria, untuk membuang rasa malu ketika matanya terlihat berkaca-kaca di depan umum. Dia mengatakan bahwa air mata merupakan respons alami manusia untuk penderitaan pribadi dan merasakan kasih sayang bagi orang lain.
"Kita tidak perlu takut dengan emosi kita, terutama yang berhubungan dengan kasih sayang, karena kemampuan kita untuk merasakan empati. Dan dengan itu menangis adalah dasar dari moralitas dan budaya eksklusif yang dimiliki manusia," tambahnya.
Melihat air mata dari sudut pandang neuroscience, Trimble menunjukkan bahwa tangisan emosional harus dikembangkan pada manusia di titik evolusi tertentu.
Dalam bukunya ia mengatakan bahwa munculnya tangisan emosional harus terhubung dengan 'kesadaran diri' dan 'pengembangan teori pikiran'. Kondisi ini yang menyebabkan kesadaran pada diri sendiri dan orang lain untuk merasakan kesusahan, penderitaan, kesedihan dan kehilangan.
"Lampiran emosional kepada orang lain, dengan perkembangan gerakan wajah terkait dengan penderitaan, dengan kehilangan dan duka yang terjadi. Semua ini sebelum perkembangan bahasa elegan proposisional kita. Tanggapan emosional sebagian besar tidak disadari dan bawaan, dan identifikasi air mata sebagai sinyal untuk marabahaya tersebut adalah tambahan penting yang disebut 'social brain', sirkuit yang sekarang dapat diidentifikasi dalam otak manusia," tutupnya.
(mer/vit)
Baca Juga
- Hasil Scan Otak: Pasien Sakit, Dokter yang Baik Ikut Merasakan Sakit
- Makin Sedih, Orang Jadi Makin Ceroboh Hamburkan Uang
- Rematik + Galau = Maut!
- Mendadak Sedih karena Hujan? Suasana Hati Bisa Dipengaruhi Cuaca
- Menangis Itu Sehat Kalau Alasannya Tepat
- Cara Lelaki Obati Kesedihan Adalah dengan Sering Berjemur
Komentar (0 Komentar)
Twitter Recommendation
-
Selasa,21/05/2013 14:04 WIB
Tulang Kena Kanker, Rahang Wanita Ini Diganti Pakai 'Rantai Sepeda'
-
Selasa,21/05/2013 13:29 WIB
Musik Lembut Beri Pengaruh Positif Bagi Kesehatan Bayi Prematur
-
Selasa,21/05/2013 13:20 WIB
Terkena Penyakit Kelamin Sejak Usia 14 Tahun, Apakah Berbahaya?
-
Selasa,21/05/2013 13:04 WIB
Bumbu Daging Dijual Sebagai Obat Kanker, Dokter Dipenjara 14 Tahun
-
Selasa,21/05/2013 12:34 WIB
8 Posisi Tidur dan Efeknya Pada Kesehatan Tubuh
-
Selasa,21/05/2013 12:17 WIB
Bagaimana Mengatasi Kebiasaan Mengunyah Lama Makanan?
-
Ulasan Khas Alergi
Begini Caranya Dapat Momongan Ketika Punya Alergi Sperma
-
Ulasan Khas Alergi
Alergi Lateks, Salah Satu Penyebab Orang Malas Pakai Kondom
-
Ulasan Khas Alergi
Andai Semua Orang Alergi Uang, Masih Adakah Korupsi?
-
Ulasan Khas Alergi
Ini Dia 5 Pemicu Alergi pada Anak
-
Ulasan Khas Alergi
Waspadai, Ini Tandanya Tubuh Mengalami Alergi Cuaca
-
Ulasan Khas Alergi
Hati-hati Pilih Obat, Salah-salah Tidak Jadi Sembuh Malah Alergi
-
Ulasan Khas Alergi
Alergi Tak Bisa Sembuh, Hindari Pemicu Atau Malah Harus Dibiasakan?
-
Ulasan Khas Alergi
Lakukan Tes Ini Jika Curiga Punya Alergi
-
Selasa, 21/05/2013 12:24 WIB
8 Posisi Tidur dan Efeknya Pada Kesehatan Tubuh
-
Selasa, 21/05/2013 10:24 WIB
Pasien Kena Masalah Pencernaan, Dokter Resepkan Oral Seks
-
Selasa, 21/05/2013 13:09 WIB
Terkena Penyakit Kelamin Sejak Usia 14 Tahun, Apakah Berbahaya?
-
Selasa, 21/05/2013 11:01 WIB
Gosokkan Pepperoni ke Kemaluan di Toko Kelontong, Pria Ini Diamankan
-
Selasa, 21/05/2013 12:54 WIB
Bumbu Daging Dijual Sebagai Obat Kanker, Dokter Dipenjara 14 Tahun
-
Selasa, 21/05/2013 11:26 WIB
'Singli' dan 'Singwah', Cara BAB Warga Jemaras Cirebon Sebelum Kenal WC
-
Selasa, 21/05/2013 12:01 WIB
Virus Mematikan Mirip SARS Asal Timur Tengah Diberi Nama MERS
-
Selasa, 21/05/2013 12:12 WIB
Bagaimana Mengatasi Kebiasaan Mengunyah Lama Makanan?
-
9 Komentar
-
5 Komentar
-
4 Komentar
-
4 Komentar
-
3 Komentar
-
3 Komentar
-
3 Komentar
-
2 Komentar
-
Kalkulator Seks
Berapa Kali Anda Pernah Berhubungan Seks?
-
Kalkulator Lama Berhubungan Seks
Berapa Durasi Rata-rata Ketika Berhubungan Seks?
-
Kalkulator Masa Subur
Kapan Perkiraan Masa Paling Subur Anda?
Must Read
close
-
Senin, 20/05/2013 16:07 WIB
7 Malapetaka Paling Horor yang Menyerang Kemaluan Pria
-
Senin, 20/05/2013 15:24 WIB
Penderita Gangguan Jiwa di Indonesia Ada 1 Juta, Hanya 10% yang Berobat
- detikNews · Berita · Internasional · Kolom · Wawancara · Lapsus · Tokoh · Pro Kontra · Profil · Indeks
- detikSport · Basket · MotoGP · F1 · Raket · Sepakbola · Sport Lain · Galeri · Profil · Fans Area · Indeks
- Sepakbola · Italia · Inggris · Spanyol · Jerman · Indonesia · Uefa · Bola Dunia · Fans Area · Indeks
- detikOto · Mobil · Motor · Modifikasi · Tips & Trik · Konsultasi · Komunitas · OtoTest · Galeri · Video · Forum · Indeks
- detikHot · Celebs · Music · Movie · Art · Gallery · Profile · KPOP · Forum · Indeks
- detikInet · News · Gadget · Games · Fotostop · Klinik IT · Ngopi · Produk Pilihan · Forum · Indeks
- detikFinance · Ekonomi Bisnis · Finansial · Properti · Energi · Industri · Sosok · Peluang Usaha · Pajak · Konsultasi · Foto · TV · Indeks
- detikHealth · Health News · Sexual Health · Diet · Ibu & Anak · Konsultasi · Health Calculator · Foto Balita · Bank Nama Bayi
- detikTravel · Travel News · Destinations · Photos · d'Trips · Hotels · Flights · ACI · d'Travelers Stories
- Wolipop · Fashion · Photos · Beauty · Love & Sex · Home & Family · Wedding · Entertainment · Sale & Shop · Hot Guide · d'Lounge · Indeks
- detikFood · Resep · Tempat Makan · Kabar Kuliner · Halal · Komunitas · Forum · Konsultasi · Galeri · Indeks
- detikSurabaya · Berita · Bisnis · Society · Foto · TV · Indeks
- detikBandung · News · Sosok · Info · Pengalaman Anda · Lifestyle · Iklan Baris · Foto · TV · Info Iklan · Forum · Indeks
Iklan Baris · Blog · Forum · Kolom Kita · adPoint · Seremonia · Sindikasi · Info Iklan · Suara Pembaca · Surat dari Buncit · detikTV · Cari Alamat
Copyright © detikcom, All Rights Reserved · Redaksi · Pedoman Media Siber · Karir · Kotak Pos · Info Iklan · Disclaimer

Cek Masa Pertumbuhan Anak Anda






_7.gif)

