detikhealth

Kehamilan Tidak Diinginkan

Alat Kontrasepsi Darurat Bisa Hindarkan Kehamilan Tak Diinginkan

Vera Farah Bararah - detikHealth
Rabu, 06/02/2013 12:00 WIB
Alat Kontrasepsi Darurat Bisa Hindarkan Kehamilan Tak Diinginkan(Foto: Thinkstock)
Jakarta, Kehamilan yang tidak diinginkan bisa dialami oleh remaja maupun pasangan yang sudah menikah. Namun hal ini sebenarnya bisa dicegah dengan menggunakan alat kontrasepsi darurat.

Kontrasepsi diketahui menjadi salah satu cara yang bisa dilakukan untuk mencegah kehamilan. Yang selama ini dikenal oleh masyarakat, alat kontrasepsi seperti pil, suntik, IUD (intrauterine device) digunakan sebelum berhubungan seksual.

Sedangkan untuk alat kontrasepsi darurat penggunaannya justru dilakukan setelah berhubungan seksual hingga kurun waktu tertentu, meski fungsinya sama-sama untuk mencegah kehamilan.

"Ada kontrasepsi darurat, bentuknya seperti pil dan diminum setelah terjadi kemungkinan adanya konsepsi (pembuahan). Jadi mirip pil KB hanya saja diminum setelah berhubungan seksual," ujar Dr dr Dwiana Ocviyanti, SpOG (K) saat dihubungi detikHealth dan ditulis, Rabu (6/2/2013).

Dr Dwiana menuturkan secara teori sperma masih dapat membuahi sel telur dalam waktu 2-3 hari setelah berhubungan seks. Diharapkan dengan mengonsumsi kontrasepsi darurat ini membuat sperma tidak jadi membuahi atau sel telurnya kembali.

Sementara itu Prof Dr dr Biran Affandi, SpOG selaku Ketua APCOC (Asia-Pasific Council on Contraception) menuturkan ada 2 jenis kontrasepsi darurat yaitu IUD yang mengandung tembaga dan pil KB atau obat yang khusus dibuat untuk kontrasepsi darurat.

"Misalnya seorang istri ditinggal suaminya bekerja di luar kota. Suatu hari suaminya tiba-tiba pulang, mereka melakukan hubungan seks tanpa memakai kontrasepsi. Karena mereka sudah cukup dan tidak mau hamil lagi dapat dipakai kontrasepsi darurat," ujar Prof Biran.

Prof Biran menjelaskan cara kerja kontrasepsi ini adalah mencegah ovulasi, mencegah fertilisasi dan nidasi (tertanamnya hasil pembuahan di endometrium), dengan efektivitas tinggi. Meski begitu, kontrasepsi ini hanya dipakai dalam keadaan darurat dan bukan untuk pemakaian berulang-ulang.

"Seyogianya setelah memakai kontrasepsi darurat diteruskan dengan kontrasepsi biasa. Bila yang dipakai kontrasepsi darurat IUD-tembaga, maka IUD tersebut dapat diteruskan sebagai kontrasepsi biasa," tegas Prof Biran.

Di sisi lain Ari Goedadi, Direktur Kesehatan Reproduksi BKKBN mengungkapkan pil kontrasepsi darurat ini hanya bisa dibeli melalui resep oleh dokter kandungan (Obgyn).

"Jadi itu kepentingan misalnya untuk korban pemerkosaan atau keselamatan ibu dan bayi. Pil ini harus ada resep dari Obgyn dan tidak dikonsumsi lebih dari 7x24 jam setelah berhubungan seks," ujar Ari.

Kontrasepsi darurat ini terbilang aman untuk mencegah kehamilan yang tidak diinginkan. Namun setelah mengonsumsi kontrasepsi darurat ini biasanya timbul rasa mual, muntah-muntah, pusing dan sebagainya.

Umumnya kontrasepsi darurat ini digunakan apabila lupa atau gagal menggunakan kontrasepsi reguler, misalnya lupa minum pil KB reguler, lupa dengan jadwal suntik, lupa menggunakan kondom atau tidak terlalu yakin dengan metode kalender yang digunakan.

(ver/vit)


Ikuti survei online detikHealth berhadiah paket dari SOHO dan merchandise di sini


Konsultasi Kesehatan Kirim KonsultasiIndeks


Kalkulator Sehat indeks »
Database Dokter Obat Penyakit