detikhealth

Kalau Ayah Gemuk, Anaknya Lebih Berisiko Kena Kanker

Putro Agus Harnowo - detikHealth
Kamis, 07/02/2013 07:07 WIB
(Foto: Thinkstock)
Jakarta, Sebelum berkeinginan untuk hamil, calon ibu sebaiknya mempersiapkan fisiknya. Perkembangan fisik seorang bayi amat dipengaruhi oleh kondisi kesehatan ibu bahkan sebelum terjadi kehamilan. Tapi tak hanya ibu, ternyata kondisi ayah juga ikut mempengaruhi.

Sebuah penelitian baru-baru ini mengungkapkan bahwa makanan dan berat badan ayah berperan penting bagi kesehatan keturunannya. Obesitas pada ayah bisa meningkatkan risiko si bayi terkena kanker di kemudian hari. Penyebabnya ada pada DNA ayah yang menurun ke bayi.

Penelitian yang diterbitkan Britis Medical Journal ini menganalisis sel-sel janin dari darah tali pusarnya. Hasilnya menemukan bahwa bayi yang lahir dari ayah obesitas mengalami penurunan jumlah metilasi DNA Insulin-like Growth Factor 2 (IGF2) dalam selnya.

IGF2 merupakan faktor pertumbuhan yang penting selama perkembangan janin. Adanya pertumbuhan yang tidak normal pada gen ini telah diketahui berkaitan dengan peningkatan risiko kanker. DNA sendiri berisi informasi genetik yang diwariskan orang tua ke anak.

Setelah membandingkan berat badan dari orang tua dengan data perubahan gen pada bayi baru lahir, para peneliti di Duke University Hospital menemukan bahwa penurunan metilasi IGF2 pada bayi baru lahir berkaitan dengan ayah yang gemuk, tapi tidak dengan kegemukan pada ibu.

"Selama proses spermatogenesis (perkembangan sperma), beberapa daerah di DNA mungkin sensitif terhadap kerusakan di sekitarnya. Efek ini dapat diturunkan ke generasi berikutnya," kata peneliti, Dr Adelheid Soubry seperti dilansir Counsel and heal, Kamis (7/2/2013).

Dr Soubry menjelaskan, ada kemungkinan bahwa malnutrisi atau kadar hormon dalam ayah obesitas menjadi biang kerok metilasi DNA pada sperma. Namun penelitian lebih lanjut masih diperlukan untuk mengkonfirmasi kesimpulan tersebut.

Perubahan genetik biasanya terjadi saat pembentukan sperma dan telur. Itulah sebabnya mengapa faktor-faktor seperti gizi, gaya hidup atau lingkungan orang tua dapat memiliki efek langsung pada perkembangan anak dan kondisi kesehatannya nanti.

(pah/vit)

Ingin Mendapatkan Rp 500,000 dari detikHealth ? Ceritakan Pengalaman Dietmu di Sini




 atau daftar untuk mengirim komentar
Tampilkan Komentar di:        


Kalkulator Sehat indeks »
Database Dokter Obat Penyakit