Polusi Tingkatkan Risiko Berat Lahir Bayi Rendah
Kamis, 07/02/2013 11:00 WIB
(Foto: Thinkstock)
Berita Lainnya
Jakarta, Wanita yang tengah hamil harus selalu berhati-hati dan memperhatikan berbagai faktor yang diduga dapat mengganggu kondisi kehamilan atau janinnya. Tapi siapa sangka jika faktor tak langsung seperti polusi udara juga memiliki efek yang signifikan terhadap kesehatan si calon bayi?
Baru-baru ini sebuah studi multinasional menyimpulkan bahwa wanita hamil yang terpapar polusi udara berisiko tinggi melahirkan bayi yang berat lahirnya (birth weight) rendah.
Kesimpulan ini diperoleh setelah peneliti mengamati kondisi bumil dari 14 kota di 9 negara termasuk Seoul (Korsel), Atlanta (AS) dan Vancouver serta British Columbia (Kanada), termasuk mengkompilasi rata-rata kadar polusi udara yang terpapar pada bumil di kota-kota ini selama masa kehamilan. Sumber polusinya diketahui berasal dari kemacetan lalu lintas, pembangkit listrik hingga debu-debu yang beterbangan di udara.
Kemudian tim peneliti yang dipimpin oleh Dr. Payam Dadvand dari Center for Research in Environmental Epidemiology, Barcelona, Spanyol ini mengamati berat lahir bayi yang dilahirkan bumil-bumil tersebut.
Secara keseluruhan tercatat peneliti mengamati data dari sekitar 3 juta kehamilan dan persalinan. Data ini menjadikannya sebagai studi terbesar yang meneliti kaitan antara paparan polusi udara selama masa kehamilan dengan rendahnya berat lahir bayi.
Hasilnya, setiap peningkatan partikel polusi sebesar 10 microgram per meter kubik udara akan menghasilkan penurunan berat lahir bayi sebanyak 8,9 gram atau sepertiga dari satu ons dan bayi yang dilahirkan 3 persen lebih cenderung mengalami berat lahir yang rendah.
Padahal berat lahir rendah merupakan faktor risiko kematian bayi sekaligus gangguan jantung, gangguan pernafasan dan masalah perilaku ketika si bayi beranjak dewasa.
Kadar polusi yang diperoleh peneliti dari 14 kota ini tercatat beragam, mulai dari 10 hingga 70 microgram per meter kubik udara. "Itu jelas-jelas paparan yang dialami banyak orang di berbagai tempat di dunia. Yang jelas studi ini meningkatkan keyakinan kami bahwa dampak polusi udara terhadap berat lahir bayi itu benar adanya," tandas peneliti Tracey Woodruff, Ph.D., pakar kesehatan reproduksi dari Maternal-Fetal Medicine, University of California, San Francisco Medical Center.
Namun peneliti mengaku tak tahu pasti bagaimana paparan polusi udara pada bumil dapat mempengaruhi berat lahir bayinya. Mereka menduga polusi udara mempengaruhi tingkat keterikatan janin (fetus) pada plasenta, organ yang menghubungkan bayi yang sedang bertumbuh itu dengan dinding rahim dan menyalurkan zat-zat penting yang dibutuhkan janin dari sang ibu ke janinnya.
"Polusi udara bisa jadi juga memberikan tekanan pada tubuh sang ibu sehingga mempengaruhi pertumbuhan janinnya," ungkap Woodruff seperti dikutip dari myhealthnewsdaily, Kamis (7/2/2013).
Lagipula partikel polusi udara telah lama diketahui dapat menyebabkan sejumlah gangguan kesehatan pada orang dewasa, termasuk asma, penyakit jantung, diabetes dan stroke.
Untuk itu, Environmental Protection Agency (EPA) pun merekomendasikan para bumil agar mengurangi paparan partikel polusi udaranya dengan menghindari latihan fisik berat di luar ruangan, terutama di daerah atau waktu dimana kadar polusi udaranya sedang tinggi.
Studi ini telah dipublikasikan dalam jurnal Environmental Health Perspectives.
(vit/vit)
Baru-baru ini sebuah studi multinasional menyimpulkan bahwa wanita hamil yang terpapar polusi udara berisiko tinggi melahirkan bayi yang berat lahirnya (birth weight) rendah.
Kesimpulan ini diperoleh setelah peneliti mengamati kondisi bumil dari 14 kota di 9 negara termasuk Seoul (Korsel), Atlanta (AS) dan Vancouver serta British Columbia (Kanada), termasuk mengkompilasi rata-rata kadar polusi udara yang terpapar pada bumil di kota-kota ini selama masa kehamilan. Sumber polusinya diketahui berasal dari kemacetan lalu lintas, pembangkit listrik hingga debu-debu yang beterbangan di udara.
Kemudian tim peneliti yang dipimpin oleh Dr. Payam Dadvand dari Center for Research in Environmental Epidemiology, Barcelona, Spanyol ini mengamati berat lahir bayi yang dilahirkan bumil-bumil tersebut.
Secara keseluruhan tercatat peneliti mengamati data dari sekitar 3 juta kehamilan dan persalinan. Data ini menjadikannya sebagai studi terbesar yang meneliti kaitan antara paparan polusi udara selama masa kehamilan dengan rendahnya berat lahir bayi.
Hasilnya, setiap peningkatan partikel polusi sebesar 10 microgram per meter kubik udara akan menghasilkan penurunan berat lahir bayi sebanyak 8,9 gram atau sepertiga dari satu ons dan bayi yang dilahirkan 3 persen lebih cenderung mengalami berat lahir yang rendah.
Padahal berat lahir rendah merupakan faktor risiko kematian bayi sekaligus gangguan jantung, gangguan pernafasan dan masalah perilaku ketika si bayi beranjak dewasa.
Kadar polusi yang diperoleh peneliti dari 14 kota ini tercatat beragam, mulai dari 10 hingga 70 microgram per meter kubik udara. "Itu jelas-jelas paparan yang dialami banyak orang di berbagai tempat di dunia. Yang jelas studi ini meningkatkan keyakinan kami bahwa dampak polusi udara terhadap berat lahir bayi itu benar adanya," tandas peneliti Tracey Woodruff, Ph.D., pakar kesehatan reproduksi dari Maternal-Fetal Medicine, University of California, San Francisco Medical Center.
Namun peneliti mengaku tak tahu pasti bagaimana paparan polusi udara pada bumil dapat mempengaruhi berat lahir bayinya. Mereka menduga polusi udara mempengaruhi tingkat keterikatan janin (fetus) pada plasenta, organ yang menghubungkan bayi yang sedang bertumbuh itu dengan dinding rahim dan menyalurkan zat-zat penting yang dibutuhkan janin dari sang ibu ke janinnya.
"Polusi udara bisa jadi juga memberikan tekanan pada tubuh sang ibu sehingga mempengaruhi pertumbuhan janinnya," ungkap Woodruff seperti dikutip dari myhealthnewsdaily, Kamis (7/2/2013).
Lagipula partikel polusi udara telah lama diketahui dapat menyebabkan sejumlah gangguan kesehatan pada orang dewasa, termasuk asma, penyakit jantung, diabetes dan stroke.
Untuk itu, Environmental Protection Agency (EPA) pun merekomendasikan para bumil agar mengurangi paparan partikel polusi udaranya dengan menghindari latihan fisik berat di luar ruangan, terutama di daerah atau waktu dimana kadar polusi udaranya sedang tinggi.
Studi ini telah dipublikasikan dalam jurnal Environmental Health Perspectives.
(vit/vit)
Baca Juga
- Ibu Hamil yang Flu Parah Lebih Berisiko Terhadap Komplikasi Kehamilan
- Morning Sickness di Trimester Kedua Kehamilan Lebih Berisiko Terhadap Komplikasi
- Infeksi Saat Hamil Tingkatkan Risiko Autisme pada Anak Hingga 43%
- Atasi Morning Sickness, Kate Middleton Gunakan Hipnoterapi
- Hipertensi Selama Kehamilan Tingkatkan Risiko Penyakit Ginjal
- Berikan Paparan Cahaya yang Cukup Saat Hamil Agar Mata Anak Sehat
Foto Terkait
Komentar (0 Komentar)
Twitter Recommendation
-
Senin,20/05/2013 20:00 WIB
Tak Hanya Bakar Kalori, Berciuman Punya 7 Manfaat Lain
-
Senin,20/05/2013 19:30 WIB
Ingin Tidur Lelap? Penuhi Nutrisi Penting Ini
-
Senin,20/05/2013 19:00 WIB
drg Zaura Jadi Dokter Gigi karena Tertarik pada Giginya Sendiri
-
Senin,20/05/2013 18:30 WIB
Sedikit-sedikit Depresi Bikin Wanita Makin Rentan Kena Stroke
-
Senin,20/05/2013 18:15 WIB
Makanan Apa Saja yang Bisa Menambah Cairan Sperma?
-
Senin,20/05/2013 18:04 WIB
Undang-undang Kesehatan Jiwa Dianggap Tak Waras?
-
Ulasan Khas Alergi
Begini Caranya Dapat Momongan Ketika Punya Alergi Sperma
-
Ulasan Khas Alergi
Alergi Lateks, Salah Satu Penyebab Orang Malas Pakai Kondom
-
Ulasan Khas Alergi
Andai Semua Orang Alergi Uang, Masih Adakah Korupsi?
-
Ulasan Khas Alergi
Ini Dia 5 Pemicu Alergi pada Anak
-
Ulasan Khas Alergi
Waspadai, Ini Tandanya Tubuh Mengalami Alergi Cuaca
-
Ulasan Khas Alergi
Hati-hati Pilih Obat, Salah-salah Tidak Jadi Sembuh Malah Alergi
-
Ulasan Khas Alergi
Alergi Tak Bisa Sembuh, Hindari Pemicu Atau Malah Harus Dibiasakan?
-
Ulasan Khas Alergi
Lakukan Tes Ini Jika Curiga Punya Alergi
-
Senin, 20/05/2013 18:06 WIB
Makanan Apa Saja yang Bisa Menambah Cairan Sperma?
-
Senin, 20/05/2013 20:00 WIB
Tak Hanya Bakar Kalori, Berciuman Punya 7 Manfaat Lain
-
Senin, 20/05/2013 16:07 WIB
7 Malapetaka Paling Horor yang Menyerang Kemaluan Pria
-
Senin, 20/05/2013 11:00 WIB
Laporan dari Singapura
Inilah 'Tulisan' yang Membuat Kening Dokter Berkerut
-
Senin, 20/05/2013 12:00 WIB
Siapa Sangka 7 Hal Ini Bisa Bikin Gemuk
-
Senin, 20/05/2013 19:30 WIB
Ingin Tidur Lelap? Penuhi Nutrisi Penting Ini
-
Senin, 20/05/2013 17:26 WIB
Kisah Ibu dengan Anak yang Hanya Punya Otak Setengah
-
Senin, 20/05/2013 08:03 WIB
Penis Bengkak Setelah Diolesi Pelumas, Pria Ini Ajukan Gugatan
-
9 Komentar
-
5 Komentar
-
4 Komentar
-
4 Komentar
-
3 Komentar
-
3 Komentar
-
2 Komentar
-
2 Komentar
-
Kalkulator Seks
Berapa Kali Anda Pernah Berhubungan Seks?
-
Kalkulator Lama Berhubungan Seks
Berapa Durasi Rata-rata Ketika Berhubungan Seks?
-
Kalkulator Masa Subur
Kapan Perkiraan Masa Paling Subur Anda?
Must Read
close
-
Senin, 20/05/2013 13:26 WIB
Akhirnya Bocah Ini Pulih Setelah Koma Akibat Tertabrak Mobil
-
Senin, 20/05/2013 12:00 WIB
Siapa Sangka 7 Hal Ini Bisa Bikin Gemuk
- detikNews · Berita · Internasional · Kolom · Wawancara · Lapsus · Tokoh · Pro Kontra · Profil · Indeks
- detikSport · Basket · MotoGP · F1 · Raket · Sepakbola · Sport Lain · Galeri · Profil · Fans Area · Indeks
- Sepakbola · Italia · Inggris · Spanyol · Jerman · Indonesia · Uefa · Bola Dunia · Fans Area · Indeks
- detikOto · Mobil · Motor · Modifikasi · Tips & Trik · Konsultasi · Komunitas · OtoTest · Galeri · Video · Forum · Indeks
- detikHot · Celebs · Music · Movie · Art · Gallery · Profile · KPOP · Forum · Indeks
- detikInet · News · Gadget · Games · Fotostop · Klinik IT · Ngopi · Produk Pilihan · Forum · Indeks
- detikFinance · Ekonomi Bisnis · Finansial · Properti · Energi · Industri · Sosok · Peluang Usaha · Pajak · Konsultasi · Foto · TV · Indeks
- detikHealth · Health News · Sexual Health · Diet · Ibu & Anak · Konsultasi · Health Calculator · Foto Balita · Bank Nama Bayi
- detikTravel · Travel News · Destinations · Photos · d'Trips · Hotels · Flights · ACI · d'Travelers Stories
- Wolipop · Fashion · Photos · Beauty · Love & Sex · Home & Family · Wedding · Entertainment · Sale & Shop · Hot Guide · d'Lounge · Indeks
- detikFood · Resep · Tempat Makan · Kabar Kuliner · Halal · Komunitas · Forum · Konsultasi · Galeri · Indeks
- detikSurabaya · Berita · Bisnis · Society · Foto · TV · Indeks
- detikBandung · News · Sosok · Info · Pengalaman Anda · Lifestyle · Iklan Baris · Foto · TV · Info Iklan · Forum · Indeks
Iklan Baris · Blog · Forum · Kolom Kita · adPoint · Seremonia · Sindikasi · Info Iklan · Suara Pembaca · Surat dari Buncit · detikTV · Cari Alamat
Copyright © detikcom, All Rights Reserved · Redaksi · Pedoman Media Siber · Karir · Kotak Pos · Info Iklan · Disclaimer

Cek Masa Pertumbuhan Anak Anda






_7.gif)

