detikhealth

Kerupuk Mengandung Plastik?

BPOM Klaim Belum Pernah Temukan Kerupuk Mengandung Plastik

AN Uyung Pramudiarja - detikHealth
Kamis, 07/02/2013 17:18 WIB
Foto: Facebook
Jakarta, Informasi tentang kerupuk mengandung plastik beredar di internet. Dikhawatirkan, informasi yang tidak jelas sumbernya ini akan meresahkan dan merugikan pedagang kerupuk. BPOM sendiri mengklaim belum menemukan kerupuk mengandung plastik.
Informasi cara membedakan kerupuk yang digoreng dengan plastik dan yang tidak memunculkan anggapan kerupuk semacam itu benar-benar ada di pasaran. Hal ini patut diwaspadai karena makanan yang digoreng dengan campuran plastik tentunya memunculkan dampak negatif kesehatan.

"Nggak ada itu (kerupuk mengandung plastik). Wong saya ini dari kampung, tahulah saya kalau yang seperti itu," kata Ratmono, Direktur Inspeksi dan Sertifikasi Pangan Olahan BPOM (Badan Penawasan Obat dan Makanan) saat dihubungi detikHealth, Kamis (7/2/2013).

Ratmono mengakui kemungkinan adanya pembuat kerupuk yang curang dengan mencampurkan plastik dalam minyaknya memang ada. Tetapi diperkirakan sangat sedikit, hanya 1-2 kasus dan tidak bisa digeneralisir karena akan sangat meresahkan dan merugikan banyak pihak.

"Mungkin hanya nol koma nol nol sekian. Yang jelas dari pengujian yang dilakukan BPOM, belum pernah ditemukan," tambah Ratmono.

Plastik yang ditambahkan ke dalam minyak goreng bertujuan agar gorengan, termasuk kerupuk tetap renyah dalam waktu yang lebih lama. Hampir sama fungsinya dengan bleng atau boraks yang juga sering ditemukan pada kerupuk. Bleng atau boraks termasuk bahan berbahaya yang dilarang BPOM.

Menurut Ratmono, kerupuk maupun gorengan yang digoreng dengan minyak campur plastik sulit dibedakan oleh orang awam. Seperti diberitakan detikHealth sebelumnya, informasi yang menyebutkan bahwa cara membedakannya adalah dengan dibakar dinilai Ratmono sebagai informasi menyesatkan.

Selain itu, Ratmono juga meluruskan beberapa hal yang selama ini kurang dipahami masyarakat soal bahan berbahaya pada goreng-gorengan. Selain plastik, bahan yang selama ini juga sering dikhawatirkan menjadi campuran minyak goreng adalah parafin atau lilin.

"Yang tidak banyak diketahui masyarakat adalah bahwa beberapa jenis parafin ada yang edible (bisa dimakan). Selongsong sosis misalnya, itu biasanya termasuk parafin yang edible. Jadi jangan sampai meresahkan," jelas Ratmono.


(up/vit)
Artikel detikHealth juga bisa dibaca melalui aplikasi detikcom untuk Android, BlackBerry, iPhone, iPad & Windows Phone. Install sekarang!

Ingin Mendapatkan Rp 500,000 dari detikHealth ? Ceritakan Pengalaman Dietmu di Sini




 atau daftar untuk mengirim komentar
Tampilkan Komentar di:        


Kalkulator Sehat indeks »
Database Dokter Obat Penyakit