Kerupuk Mengandung Plastik?
Sebelum Sebabkan Kanker, Makanan Berplastik akan Sumbat Lambung
Kamis, 07/02/2013 18:47 WIB
Foto: Facebook
Berita Lainnya
Bayi yang Baru Dilahirkan Ini Keracunan Alkohol Gara-gara Ibunya Mabuk
Obati Leukimia dengan Stem Cell, Berapa Besar Tingkat Keberhasilannya?
Pesan IDI di Hari Bakti: Batasi Konsumsi Gula untuk Hidup yang Lebih Manis
Wanita dan Pria, Mana Lebih Baik Fisiknya Sebelum Serangan Jantung?
Mau Angkat Telepon Pakai Tangan yang Mana? Otaklah Penentunya
Jakarta, Saat ini ramai beredar kabar lewat Facebook mengenai cara mengetahui kerupuk yang digoreng dengan minyak mengandung plastik. Caranya adalah dengan dibakar. Plastik yang jelas-jelas bukanlah bahan yang diperuntukkan untuk dimakan konon bisa memicu kanker. Benarkah begitu?
"Plastik itu bahan polimer dan sifatnya non biodegradable (tidak dapat terurai). Kalau masuk ke pencernaan susah diserap dan mengendap dalam tubuh. Pada tahap awal bisa menyebabkan iritasi, tapi kalau lama-lama juga bisa memicu mutasi dan menyebabkan kanker," kata dr Andhika Rachman, SpPD, FINASIM, ahli kanker dari RS Dharmais ketika dihubungi detikHealth, Kamis (7/2/2013).
Dr Andhika menuturkan, kanker yang diakibatkan makanan berplastik atau bahan-bahan berbahaya lain mungkin baru muncul 10 - 15 tahun setelah terpapar. Tapi yang lebih dikhawatirkan adalah keberadaan bahan berbahaya di dalam tubuh yang bisa mengganggu proses pencernaan.
Pada kasus kerupuk atau gorengan yang dicurigai berplastik, plastik yang masuk ke lambung bisa menyumbat pori-pori lambung. Walaupun asam lambung bersifat asam dan dapat melarutkan makanan, bahan polimer seperti plastik yang bersifat non biodegradable jelas tidak terurai dan dapat menyumbat pori-pori lambung.
"Akibatnya, proses pencernaan makanan terganggu. Yang saya khawatirkan malah terjadinya malnutrisi akibat proses penyerapan makanan tidak baik. Kalau anak-anak yang sedang dalam masa pertumbuhan mengkonsumsi makanan seperti ini jelas lebih berbahaya," terang dr Andhika.
Bahan plastik yang masuk ke dalam tubuh mungkin bisa dibuang lewat pembuangan kotoran secara alami. Tapi jika tiap hari memakan makanan seperti ini, tentu akumulasinya bertambah banyak. Tubuh manusia tidak secanggih itu bisa membuang segala limbah di dalam tubuh. Lantas bagaimana cara membedakan makanan yang digoreng dengan plastik dengan yang tidak?
"Kalau caranya saya kurang paham. Tapi jika dilogika, plastik memiliki titik didih yang tinggi, sekitar 300 derajat Celcius, karena bahan-bahan polimer memang dibuat pada suhu tinggi. Jadi kalau digoreng, tentunya plastik tidak akan benar-benar lumer," kata dr Andhika.
Karena tidak lumer, tentu bahan plastik ini malah lebih berbahaya sebab potensinya untuk mengganggu ataupun menyumbat pori-pori saluran pencernaan semakin besar.
(pah/vit)
"Plastik itu bahan polimer dan sifatnya non biodegradable (tidak dapat terurai). Kalau masuk ke pencernaan susah diserap dan mengendap dalam tubuh. Pada tahap awal bisa menyebabkan iritasi, tapi kalau lama-lama juga bisa memicu mutasi dan menyebabkan kanker," kata dr Andhika Rachman, SpPD, FINASIM, ahli kanker dari RS Dharmais ketika dihubungi detikHealth, Kamis (7/2/2013).
Dr Andhika menuturkan, kanker yang diakibatkan makanan berplastik atau bahan-bahan berbahaya lain mungkin baru muncul 10 - 15 tahun setelah terpapar. Tapi yang lebih dikhawatirkan adalah keberadaan bahan berbahaya di dalam tubuh yang bisa mengganggu proses pencernaan.
Pada kasus kerupuk atau gorengan yang dicurigai berplastik, plastik yang masuk ke lambung bisa menyumbat pori-pori lambung. Walaupun asam lambung bersifat asam dan dapat melarutkan makanan, bahan polimer seperti plastik yang bersifat non biodegradable jelas tidak terurai dan dapat menyumbat pori-pori lambung.
"Akibatnya, proses pencernaan makanan terganggu. Yang saya khawatirkan malah terjadinya malnutrisi akibat proses penyerapan makanan tidak baik. Kalau anak-anak yang sedang dalam masa pertumbuhan mengkonsumsi makanan seperti ini jelas lebih berbahaya," terang dr Andhika.
Bahan plastik yang masuk ke dalam tubuh mungkin bisa dibuang lewat pembuangan kotoran secara alami. Tapi jika tiap hari memakan makanan seperti ini, tentu akumulasinya bertambah banyak. Tubuh manusia tidak secanggih itu bisa membuang segala limbah di dalam tubuh. Lantas bagaimana cara membedakan makanan yang digoreng dengan plastik dengan yang tidak?
"Kalau caranya saya kurang paham. Tapi jika dilogika, plastik memiliki titik didih yang tinggi, sekitar 300 derajat Celcius, karena bahan-bahan polimer memang dibuat pada suhu tinggi. Jadi kalau digoreng, tentunya plastik tidak akan benar-benar lumer," kata dr Andhika.
Karena tidak lumer, tentu bahan plastik ini malah lebih berbahaya sebab potensinya untuk mengganggu ataupun menyumbat pori-pori saluran pencernaan semakin besar.
(pah/vit)
Baca Juga
Komentar (0 Komentar)
Twitter Recommendation
-
Senin,20/05/2013 10:06 WIB
Ini Rahasia Rumah Sakit Singapura Bisa Menjadi Rujukan Internasional
-
Senin,20/05/2013 09:05 WIB
Kampanye Anti Rokok, Kepentingan Siapa? Ini Jawaban IDI
-
Senin,20/05/2013 08:28 WIB
Suntik Stem Cell untuk Remajakan Kulit Tidak Direkomendasikan
-
Senin,20/05/2013 08:03 WIB
Penis Bengkak Setelah Diolesi Pelumas, Pria Ini Ajukan Gugatan
-
Senin,20/05/2013 07:26 WIB
Ini Efek Samping Transplantasi Stem Cell yang Paling Banyak dan Fatal
-
Senin,20/05/2013 07:03 WIB
Alasan Unik untuk Bolos: Jari Pegal-pegal Hingga Cedera Seks
-
Ulasan Khas Alergi
Begini Caranya Dapat Momongan Ketika Punya Alergi Sperma
-
Ulasan Khas Alergi
Alergi Lateks, Salah Satu Penyebab Orang Malas Pakai Kondom
-
Ulasan Khas Alergi
Andai Semua Orang Alergi Uang, Masih Adakah Korupsi?
-
Ulasan Khas Alergi
Ini Dia 5 Pemicu Alergi pada Anak
-
Ulasan Khas Alergi
Waspadai, Ini Tandanya Tubuh Mengalami Alergi Cuaca
-
Ulasan Khas Alergi
Hati-hati Pilih Obat, Salah-salah Tidak Jadi Sembuh Malah Alergi
-
Ulasan Khas Alergi
Alergi Tak Bisa Sembuh, Hindari Pemicu Atau Malah Harus Dibiasakan?
-
Ulasan Khas Alergi
Lakukan Tes Ini Jika Curiga Punya Alergi
-
Senin, 20/05/2013 08:03 WIB
Penis Bengkak Setelah Diolesi Pelumas, Pria Ini Ajukan Gugatan
-
Senin, 20/05/2013 09:05 WIB
Kampanye Anti Rokok, Kepentingan Siapa? Ini Jawaban IDI
-
Senin, 20/05/2013 07:03 WIB
Alasan Unik untuk Bolos: Jari Pegal-pegal Hingga Cedera Seks
-
Senin, 20/05/2013 08:28 WIB
Laporan dari Singapura
Suntik Stem Cell untuk Remajakan Kulit Tidak Direkomendasikan
-
Senin, 20/05/2013 07:26 WIB
Laporan dari Singapura
Ini Efek Samping Transplantasi Stem Cell yang Paling Banyak dan Fatal
-
Senin, 20/05/2013 09:30 WIB
Tak Cuma di Puskesmas, Periksa di Dokter Praktik pun Nantinya Gratis
-
Minggu, 19/05/2013 16:04 WIB
Ini Dia 12 Cara Mudah Tingkatkan Orgasme Saat Bercinta
-
Minggu, 19/05/2013 14:03 WIB
Laporan dari Singapura
Sebelum Anak Leukimia Diobati dengan Stem Cell, Pikirlah Sekali Lagi
-
10 Komentar
-
5 Komentar
-
5 Komentar
-
5 Komentar
-
4 Komentar
-
4 Komentar
-
3 Komentar
-
3 Komentar
-
Kalkulator Seks
Berapa Kali Anda Pernah Berhubungan Seks?
-
Kalkulator Lama Berhubungan Seks
Berapa Durasi Rata-rata Ketika Berhubungan Seks?
-
Kalkulator Masa Subur
Kapan Perkiraan Masa Paling Subur Anda?
Must Read
close
-
Minggu, 19/05/2013 12:05 WIB
Obati Leukimia dengan <I>Stem Cell</I>, Berapa Besar Tingkat Keberhasilannya?
-
Minggu, 19/05/2013 11:06 WIB
Pesan IDI di Hari Bakti: Batasi Konsumsi Gula untuk Hidup yang Lebih Manis
- detikNews · Berita · Internasional · Kolom · Wawancara · Lapsus · Tokoh · Pro Kontra · Profil · Indeks
- detikSport · Basket · MotoGP · F1 · Raket · Sepakbola · Sport Lain · Galeri · Profil · Fans Area · Indeks
- Sepakbola · Italia · Inggris · Spanyol · Jerman · Indonesia · Uefa · Bola Dunia · Fans Area · Indeks
- detikOto · Mobil · Motor · Modifikasi · Tips & Trik · Konsultasi · Komunitas · OtoTest · Galeri · Video · Forum · Indeks
- detikHot · Celebs · Music · Movie · Art · Gallery · Profile · KPOP · Forum · Indeks
- detikInet · News · Gadget · Games · Fotostop · Klinik IT · Ngopi · Produk Pilihan · Forum · Indeks
- detikFinance · Ekonomi Bisnis · Finansial · Properti · Energi · Industri · Sosok · Peluang Usaha · Pajak · Konsultasi · Foto · TV · Indeks
- detikHealth · Health News · Sexual Health · Diet · Ibu & Anak · Konsultasi · Health Calculator · Foto Balita · Bank Nama Bayi
- detikTravel · Travel News · Destinations · Photos · d'Trips · Hotels · Flights · ACI · d'Travelers Stories
- Wolipop · Fashion · Photos · Beauty · Love & Sex · Home & Family · Wedding · Entertainment · Sale & Shop · Hot Guide · d'Lounge · Indeks
- detikFood · Resep · Tempat Makan · Kabar Kuliner · Halal · Komunitas · Forum · Konsultasi · Galeri · Indeks
- detikSurabaya · Berita · Bisnis · Society · Foto · TV · Indeks
- detikBandung · News · Sosok · Info · Pengalaman Anda · Lifestyle · Iklan Baris · Foto · TV · Info Iklan · Forum · Indeks
Iklan Baris · Blog · Forum · Kolom Kita · adPoint · Seremonia · Sindikasi · Info Iklan · Suara Pembaca · Surat dari Buncit · detikTV · Cari Alamat
Copyright © detikcom, All Rights Reserved · Redaksi · Pedoman Media Siber · Karir · Kotak Pos · Info Iklan · Disclaimer

Cek Masa Pertumbuhan Anak Anda






_7.gif)

