Anak Kota Lebih Rentan Kena Alergi Kecoa
Jumat, 08/02/2013 09:29 WIB
ilustrasi (Foto: Thinkstock)
Berita Lainnya
Jakarta, Kecoa ternyata tidak hanya menjadi binatang yang menjijikkan, tapi juga bisa memicu alergi. Studi menemukan polusi udara bisa meningkatkan risiko alergi kecoa terutama pada anak-anak di perkotaan.
Para peneliti dari Columbia Center for Children's Environmental Health di Mailman School of Public Health menemukan interaksi faktor risiko terhadap alergi kecoa dengan komponen dari paparan udara, yang membuat anak-anak perkotaan lebih rentan alergi.
Diketahui paparan awal terhadap komponen tertentu dari polusi udara bisa meningkatkan risiko alergi kecoa pada anak usia 7 tahun, serta anak-anak dengan mutasi umum dari gen GSTM.
"Alergi terhadap kecoa adalah salah satu faktor terbesar untuk asma pada masyarakat berpenghasilan rendah di daerah perkotaan," ujar Matthew Perzanowski, seperti dikutip dari Health24, Jumat (8/2/2013).
Dr Perzanowski menuturkan temuan ini menunjukkan adanya hubungan antara alergen, paparan lingkungan dan kerentanan genetik. Beberapa anak berisiko lebih besar mengembangkan alergi terhadap kecoa yang nantinya lebih mudah terserang asma.
Dalam studi ini Dr Perzanowski dan rekan meneliti 349 pasangan ibu dan anak dari Center's Mother & Newborn. Selama kehamilan, paparan alergen kecoa (protein dalam feses, air liur atau sisa lain dari serangga) diukur dengan mengumpulkan debu dari dapur serta tempat tidur.
Peneliti juga mengambil sampel udara untuk mengukur paparan ibu terhadap polycyclic aromatic hydrocarbons (PAH), sedangkan untuk melihat mutasi GSTM1 melalui sampel darah.
Didapatkan 80 persen rumah positif tingkat tinggi alergen kecoa, dan 31 persen anak usia 7 tahun memiliki alergen kecoa. Diketahui ibu yang terpapar tingkat tinggi PAH selama kehamilan membuat anak berisiko alergi terhadap kecoa, sehingga PAH meningkatkan respons imun terhadap alergen kecoa.
Dampak gabungan dari 2 paparan ini lebih besar sekitar 27 persen pada anak dengan mutasi umum dalam gen GSTM. Hasil studi ini dilaporkan dalam Journal of Allergy and Clinical Immunology.
(ver/vit)
Para peneliti dari Columbia Center for Children's Environmental Health di Mailman School of Public Health menemukan interaksi faktor risiko terhadap alergi kecoa dengan komponen dari paparan udara, yang membuat anak-anak perkotaan lebih rentan alergi.
Diketahui paparan awal terhadap komponen tertentu dari polusi udara bisa meningkatkan risiko alergi kecoa pada anak usia 7 tahun, serta anak-anak dengan mutasi umum dari gen GSTM.
"Alergi terhadap kecoa adalah salah satu faktor terbesar untuk asma pada masyarakat berpenghasilan rendah di daerah perkotaan," ujar Matthew Perzanowski, seperti dikutip dari Health24, Jumat (8/2/2013).
Dr Perzanowski menuturkan temuan ini menunjukkan adanya hubungan antara alergen, paparan lingkungan dan kerentanan genetik. Beberapa anak berisiko lebih besar mengembangkan alergi terhadap kecoa yang nantinya lebih mudah terserang asma.
Dalam studi ini Dr Perzanowski dan rekan meneliti 349 pasangan ibu dan anak dari Center's Mother & Newborn. Selama kehamilan, paparan alergen kecoa (protein dalam feses, air liur atau sisa lain dari serangga) diukur dengan mengumpulkan debu dari dapur serta tempat tidur.
Peneliti juga mengambil sampel udara untuk mengukur paparan ibu terhadap polycyclic aromatic hydrocarbons (PAH), sedangkan untuk melihat mutasi GSTM1 melalui sampel darah.
Didapatkan 80 persen rumah positif tingkat tinggi alergen kecoa, dan 31 persen anak usia 7 tahun memiliki alergen kecoa. Diketahui ibu yang terpapar tingkat tinggi PAH selama kehamilan membuat anak berisiko alergi terhadap kecoa, sehingga PAH meningkatkan respons imun terhadap alergen kecoa.
Dampak gabungan dari 2 paparan ini lebih besar sekitar 27 persen pada anak dengan mutasi umum dalam gen GSTM. Hasil studi ini dilaporkan dalam Journal of Allergy and Clinical Immunology.
(ver/vit)
Baca Juga
- Anak Jadi Tak Kreatif Jika Ibu Terlalu Mendominasi Saat Menemani Bermain
- Otot Wajah Lumpuh karena Penyakit Langka, Bocah Ini Tak Bisa Tersenyum
- Kalau Ayah Gemuk, Anaknya Lebih Berisiko Kena Kanker
- Dampak Perceraian Orang Tua Lebih Gawat Dirasa Anak usia Lewat 7 Tahun
- Studi: Orang yang Masa Kecilnya Kurang Bahagia Rentan Sakit Jantung
- Perhatikan 6 Hal Ini Sebelum Memberikan Minuman Berkafein Pada Anak
Komentar (0 Komentar)
Twitter Recommendation
-
Rabu,22/05/2013 19:20 WIB
Hati-hati, Cemas Juga Bisa Buat Pria Sulit Ereksi
-
Rabu,22/05/2013 18:47 WIB
'Tak Boleh Nikah Kalau Belum Vaksin Tetanus'
-
Rabu,22/05/2013 18:33 WIB
Selain Perokok, Lansia Juga Rentan Pneumonia
-
Rabu,22/05/2013 18:16 WIB
Hobi Anal Seks, Adakah Alat Pembersih Lubang Anus?
-
Rabu,22/05/2013 18:01 WIB
Jangan Biarkan Cacing Mata Bersemayam di Mata Anda
-
Rabu,22/05/2013 17:39 WIB
Serunya "Nyodok" di Ruang Bedah RSUD Waled Cirebon
-
Ulasan Khas Mata Sehat
Ini Gangguan Mata yang Bisa Dialami Ibu Hamil
-
Ulasan Khas Mata Sehat
Jangan Biarkan Cacing Mata Bersemayam di Mata Anda
-
Ulasan Khas Mata Sehat
Mata Anda Lelah? Langkah Ini Bakal Bikin Rileks
-
Ulasan Khas Mata Sehat
Katarak dan Glaukoma, Penyakit yang Bisa Sebabkan Kebutaan
-
Ulasan Khas Mata Sehat
Perhatikan Hal Ini Agar Mata Tak Iritasi karena Lensa Kontak
-
Ulasan Khas Mata Sehat
Ini Akibatnya Jika 'Si Mata Empat' Malas Pakai Kacamata
-
Ulasan Khas Mata Sehat
Kenalilah, Kelainan Mata yang Bisa Terjadi pada Anak
-
Ulasan Khas Mata Sehat
Katakan Cinta pada Mata dengan Cara Ini
-
Rabu, 22/05/2013 17:52 WIB
Ulasan Khas Mata Sehat
Jangan Biarkan Cacing Mata Bersemayam di Mata Anda
-
Rabu, 22/05/2013 18:09 WIB
Hobi Anal Seks, Adakah Alat Pembersih Lubang Anus?
-
Rabu, 22/05/2013 17:21 WIB
Ulasan Khas Mata Sehat
Mata Anda Lelah? Langkah Ini Bakal Bikin Rileks
-
Rabu, 22/05/2013 17:39 WIB
Serunya "Nyodok" di Ruang Bedah RSUD Waled Cirebon
-
Rabu, 22/05/2013 18:41 WIB
'Tak Boleh Nikah Kalau Belum Vaksin Tetanus'
-
Rabu, 22/05/2013 16:16 WIB
Ini Dia Imunisasi yang Penting Untuk Orang Dewasa
-
Rabu, 22/05/2013 14:16 WIB
'Ini Susuku, Matikan Rokokmu!'
-
Rabu, 22/05/2013 14:27 WIB
Ulasan Khas Mata Sehat
Ini Akibatnya Jika 'Si Mata Empat' Malas Pakai Kacamata
-
7 Komentar
-
7 Komentar
-
5 Komentar
-
5 Komentar
-
4 Komentar
-
3 Komentar
-
3 Komentar
-
3 Komentar
-
Kalkulator Seks
Berapa Kali Anda Pernah Berhubungan Seks?
-
Kalkulator Lama Berhubungan Seks
Berapa Durasi Rata-rata Ketika Berhubungan Seks?
-
Kalkulator Masa Subur
Kapan Perkiraan Masa Paling Subur Anda?
Must Read
close
-
Selasa, 21/05/2013 20:10 WIB
Ingin Sering Bercinta? Catlah Kamar dengan Warna Karamel, Jangan Merah
-
Selasa, 21/05/2013 17:41 WIB
Telat Penuhi Gizi Anak di Usia Emas? Ini Langkah Berikutnya
- detikNews · Berita · Internasional · Kolom · Wawancara · Lapsus · Tokoh · Pro Kontra · Profil · Indeks
- detikSport · Basket · MotoGP · F1 · Raket · Sepakbola · Sport Lain · Galeri · Profil · Fans Area · Indeks
- Sepakbola · Italia · Inggris · Spanyol · Jerman · Indonesia · Uefa · Bola Dunia · Fans Area · Indeks
- detikOto · Mobil · Motor · Modifikasi · Tips & Trik · Konsultasi · Komunitas · OtoTest · Galeri · Video · Forum · Indeks
- detikHot · Celebs · Music · Movie · Art · Gallery · Profile · KPOP · Forum · Indeks
- detikInet · News · Gadget · Games · Fotostop · Klinik IT · Ngopi · Produk Pilihan · Forum · Indeks
- detikFinance · Ekonomi Bisnis · Finansial · Properti · Energi · Industri · Sosok · Peluang Usaha · Pajak · Konsultasi · Foto · TV · Indeks
- detikHealth · Health News · Sexual Health · Diet · Ibu & Anak · Konsultasi · Health Calculator · Foto Balita · Bank Nama Bayi
- detikTravel · Travel News · Destinations · Photos · d'Trips · Hotels · Flights · ACI · d'Travelers Stories
- Wolipop · Fashion · Photos · Beauty · Love & Sex · Home & Family · Wedding · Entertainment · Sale & Shop · Hot Guide · d'Lounge · Indeks
- detikFood · Resep · Tempat Makan · Kabar Kuliner · Halal · Komunitas · Forum · Konsultasi · Galeri · Indeks
- detikSurabaya · Berita · Bisnis · Society · Foto · TV · Indeks
- detikBandung · News · Sosok · Info · Pengalaman Anda · Lifestyle · Iklan Baris · Foto · TV · Info Iklan · Forum · Indeks
Iklan Baris · Blog · Forum · Kolom Kita · adPoint · Seremonia · Sindikasi · Info Iklan · Suara Pembaca · Surat dari Buncit · detikTV · Cari Alamat
Copyright © detikcom, All Rights Reserved · Redaksi · Pedoman Media Siber · Karir · Kotak Pos · Info Iklan · Disclaimer

Cek Masa Pertumbuhan Anak Anda






_7.gif)

