Mommyrexia, Gangguan Makan Selama Kehamilan yang Membahayakan Janin
Minggu, 10/02/2013 08:27 WIB
ilustrasi (foto: Thinkstock)
Berita Lainnya
Jakarta, Banyak wanita khawatir akan berat badan dan bentuk tubuhnya yang tidak lagi ramping setelah hamil dan melahirkan. Bahkan beberapa orang seperti selebriti sengaja membatasi nafsu makannya ketika hamil, yang digambarkan dengan istilah mommyrexia dan diketahui membahayakan janin.
Wanita yang sedang hamil akan mudah merasa lapar dan mengalami peningkatan nafsu makan karena harus memenuhi kebutuhan energi untuk dua orang. Sehingga menekan nafsu makan dan mengabaikan rasa lapar ketika hamil tentunya berbahaya bagi perkembangan janin yang sangat membutuhkan nutrisi.
Mommyrexia adalah istilah yang serupa dengan gangguan makan anorexia, yang menggambarkan kondisi dimana seorang wanita hamil terobsesi dengan tubuh yang kembali ramping dengan cepat setelah melahirkan. Salah satu cara yang ditempuh adalah dengan mengontrol berat badan selama kehamilan agar tidak banyak mengalami peningkatan.
Padahal, pertumbuhan dan perkembangan bayi yang sehat ditentukan oleh pemenuhan nutrisinya sejak awal kehamilan. Membatasi asupan nutrisi dan menekan nafsu makan bukanlah pilihan yang baik bagi wanita hamil demi kesehatan bayinya.
"Berat badan rendah atau penurunan berat badan selama kehamilan meningkatkan risiko terhadap masalah neurologis yang ireversibel atau tidak dapat diperbaiki pada bayi," jelas Catherine Hansen, MD, MPH, ahli ginekologi di University of Texas Medical Branch, seperti dilansir Self, Minggu (10/2/2013).
Kurangnya kalori dapat menyebabkan berat lahir bayi yang rendah, pertumbuhan terhambat dan bayi tidak dapat berkembang dengan baik. Selain itu, risiko kelahiran prematur juga meningkat yang menempatkan bayi pada risiko kesehatan yang lebih besar akibat kelahiran yang terlalu dini, seperti gangguan pernapasan.
Anda tidak perlu terlalu mengkhawatirkan penambahan berat badan selama kehamilan, karena hal tersebut normal. Kebanyakan wanita harus mendapatkan berat badan kehamilan yang sehat yaitu mengalami peningkatan berat badan sekitar 12,5 hingga 17,5 Kg.
Menurut pedoman kesehatan kehamilan, penambahan berat badan yang hanya 5,5 hingga 10 Kg masih dianggap sebagai kehamilan yang berisiko. Lupakan persoalan bentuk tubuh sejenak selama kehamilan dan tingkatkan berat badan Anda untuk mendukung kesehatan bayi Anda.
Jika Anda mengalami kesulitan untuk meningkatkan berat badan, tips berikut ini dapat membantu Anda:
1. Minum milkshake setiap hari untuk mendapatkan dorongan kalori dan kalsium.
2. Makan makanan padat gizi dengan lemak baik, seperti alpukat dan kacang-kacangan.
3. Ngemil buah kering agar Anda cenderung makan lebih banyak dan mendapatkan kalori yang lebih sehat.
4. Sering ngemil makanan yang sehat
(vit/vit)
Wanita yang sedang hamil akan mudah merasa lapar dan mengalami peningkatan nafsu makan karena harus memenuhi kebutuhan energi untuk dua orang. Sehingga menekan nafsu makan dan mengabaikan rasa lapar ketika hamil tentunya berbahaya bagi perkembangan janin yang sangat membutuhkan nutrisi.
Mommyrexia adalah istilah yang serupa dengan gangguan makan anorexia, yang menggambarkan kondisi dimana seorang wanita hamil terobsesi dengan tubuh yang kembali ramping dengan cepat setelah melahirkan. Salah satu cara yang ditempuh adalah dengan mengontrol berat badan selama kehamilan agar tidak banyak mengalami peningkatan.
Padahal, pertumbuhan dan perkembangan bayi yang sehat ditentukan oleh pemenuhan nutrisinya sejak awal kehamilan. Membatasi asupan nutrisi dan menekan nafsu makan bukanlah pilihan yang baik bagi wanita hamil demi kesehatan bayinya.
"Berat badan rendah atau penurunan berat badan selama kehamilan meningkatkan risiko terhadap masalah neurologis yang ireversibel atau tidak dapat diperbaiki pada bayi," jelas Catherine Hansen, MD, MPH, ahli ginekologi di University of Texas Medical Branch, seperti dilansir Self, Minggu (10/2/2013).
Kurangnya kalori dapat menyebabkan berat lahir bayi yang rendah, pertumbuhan terhambat dan bayi tidak dapat berkembang dengan baik. Selain itu, risiko kelahiran prematur juga meningkat yang menempatkan bayi pada risiko kesehatan yang lebih besar akibat kelahiran yang terlalu dini, seperti gangguan pernapasan.
Anda tidak perlu terlalu mengkhawatirkan penambahan berat badan selama kehamilan, karena hal tersebut normal. Kebanyakan wanita harus mendapatkan berat badan kehamilan yang sehat yaitu mengalami peningkatan berat badan sekitar 12,5 hingga 17,5 Kg.
Menurut pedoman kesehatan kehamilan, penambahan berat badan yang hanya 5,5 hingga 10 Kg masih dianggap sebagai kehamilan yang berisiko. Lupakan persoalan bentuk tubuh sejenak selama kehamilan dan tingkatkan berat badan Anda untuk mendukung kesehatan bayi Anda.
Jika Anda mengalami kesulitan untuk meningkatkan berat badan, tips berikut ini dapat membantu Anda:
1. Minum milkshake setiap hari untuk mendapatkan dorongan kalori dan kalsium.
2. Makan makanan padat gizi dengan lemak baik, seperti alpukat dan kacang-kacangan.
3. Ngemil buah kering agar Anda cenderung makan lebih banyak dan mendapatkan kalori yang lebih sehat.
4. Sering ngemil makanan yang sehat
(vit/vit)
Baca Juga
- Polusi Tingkatkan Risiko Berat Lahir Bayi Rendah
- Ibu Hamil yang Flu Parah Lebih Berisiko Terhadap Komplikasi Kehamilan
- Morning Sickness di Trimester Kedua Kehamilan Lebih Berisiko Terhadap Komplikasi
- Infeksi Saat Hamil Tingkatkan Risiko Autisme pada Anak Hingga 43%
- Atasi Morning Sickness, Kate Middleton Gunakan Hipnoterapi
- Hipertensi Selama Kehamilan Tingkatkan Risiko Penyakit Ginjal
Komentar (0 Komentar)
Twitter Recommendation
-
Senin,20/05/2013 12:17 WIB
Minum Susu Setelah Makan Semangka Berakibat Buruk, Mitos atau Fakta?
-
Senin,20/05/2013 12:00 WIB
Siapa Sangka 7 Hal Ini Bisa Bikin Gemuk
-
Senin,20/05/2013 11:45 WIB
Pasang Balon Pasca Penyempitan Jantung, Bagaimana Perawatannya?
-
Senin,20/05/2013 11:31 WIB
Takut Telanjang Meski Saat Sendirian? Mungkin Ini Sebabnya
-
Senin,20/05/2013 11:00 WIB
Inilah 'Tulisan' yang Membuat Kening Dokter Berkerut
-
Senin,20/05/2013 10:31 WIB
Praktik Lebih dari 8 Jam per Hari Bisa Jadi Penyakit Bagi Dokter
-
Ulasan Khas Alergi
Begini Caranya Dapat Momongan Ketika Punya Alergi Sperma
-
Ulasan Khas Alergi
Alergi Lateks, Salah Satu Penyebab Orang Malas Pakai Kondom
-
Ulasan Khas Alergi
Andai Semua Orang Alergi Uang, Masih Adakah Korupsi?
-
Ulasan Khas Alergi
Ini Dia 5 Pemicu Alergi pada Anak
-
Ulasan Khas Alergi
Waspadai, Ini Tandanya Tubuh Mengalami Alergi Cuaca
-
Ulasan Khas Alergi
Hati-hati Pilih Obat, Salah-salah Tidak Jadi Sembuh Malah Alergi
-
Ulasan Khas Alergi
Alergi Tak Bisa Sembuh, Hindari Pemicu Atau Malah Harus Dibiasakan?
-
Ulasan Khas Alergi
Lakukan Tes Ini Jika Curiga Punya Alergi
-
Senin, 20/05/2013 11:00 WIB
Laporan dari Singapura
Inilah 'Tulisan' yang Membuat Kening Dokter Berkerut
-
Senin, 20/05/2013 11:31 WIB
Takut Telanjang Meski Saat Sendirian? Mungkin Ini Sebabnya
-
Senin, 20/05/2013 09:59 WIB
Laporan dari Singapura
Ini Rahasia Rumah Sakit Singapura Bisa Menjadi Rujukan Internasional
-
Senin, 20/05/2013 09:30 WIB
Tak Cuma di Puskesmas, Periksa di Dokter Praktik pun Nantinya Gratis
-
Senin, 20/05/2013 12:00 WIB
Siapa Sangka 7 Hal Ini Bisa Bikin Gemuk
-
Senin, 20/05/2013 10:31 WIB
Praktik Lebih dari 8 Jam per Hari Bisa Jadi Penyakit Bagi Dokter
-
Senin, 20/05/2013 08:03 WIB
Penis Bengkak Setelah Diolesi Pelumas, Pria Ini Ajukan Gugatan
-
Senin, 20/05/2013 09:05 WIB
Kampanye Anti Rokok, Kepentingan Siapa? Ini Jawaban IDI
-
10 Komentar
-
5 Komentar
-
5 Komentar
-
5 Komentar
-
4 Komentar
-
4 Komentar
-
3 Komentar
-
3 Komentar
-
Kalkulator Seks
Berapa Kali Anda Pernah Berhubungan Seks?
-
Kalkulator Lama Berhubungan Seks
Berapa Durasi Rata-rata Ketika Berhubungan Seks?
-
Kalkulator Masa Subur
Kapan Perkiraan Masa Paling Subur Anda?
Must Read
close
-
Senin, 20/05/2013 07:03 WIB
Alasan Unik untuk Bolos: Jari Pegal-pegal Hingga Cedera Seks
-
Minggu, 19/05/2013 14:03 WIB
Sebelum Anak Leukimia Diobati dengan Stem Cell, Pikirlah Sekali Lagi
- detikNews · Berita · Internasional · Kolom · Wawancara · Lapsus · Tokoh · Pro Kontra · Profil · Indeks
- detikSport · Basket · MotoGP · F1 · Raket · Sepakbola · Sport Lain · Galeri · Profil · Fans Area · Indeks
- Sepakbola · Italia · Inggris · Spanyol · Jerman · Indonesia · Uefa · Bola Dunia · Fans Area · Indeks
- detikOto · Mobil · Motor · Modifikasi · Tips & Trik · Konsultasi · Komunitas · OtoTest · Galeri · Video · Forum · Indeks
- detikHot · Celebs · Music · Movie · Art · Gallery · Profile · KPOP · Forum · Indeks
- detikInet · News · Gadget · Games · Fotostop · Klinik IT · Ngopi · Produk Pilihan · Forum · Indeks
- detikFinance · Ekonomi Bisnis · Finansial · Properti · Energi · Industri · Sosok · Peluang Usaha · Pajak · Konsultasi · Foto · TV · Indeks
- detikHealth · Health News · Sexual Health · Diet · Ibu & Anak · Konsultasi · Health Calculator · Foto Balita · Bank Nama Bayi
- detikTravel · Travel News · Destinations · Photos · d'Trips · Hotels · Flights · ACI · d'Travelers Stories
- Wolipop · Fashion · Photos · Beauty · Love & Sex · Home & Family · Wedding · Entertainment · Sale & Shop · Hot Guide · d'Lounge · Indeks
- detikFood · Resep · Tempat Makan · Kabar Kuliner · Halal · Komunitas · Forum · Konsultasi · Galeri · Indeks
- detikSurabaya · Berita · Bisnis · Society · Foto · TV · Indeks
- detikBandung · News · Sosok · Info · Pengalaman Anda · Lifestyle · Iklan Baris · Foto · TV · Info Iklan · Forum · Indeks
Iklan Baris · Blog · Forum · Kolom Kita · adPoint · Seremonia · Sindikasi · Info Iklan · Suara Pembaca · Surat dari Buncit · detikTV · Cari Alamat
Copyright © detikcom, All Rights Reserved · Redaksi · Pedoman Media Siber · Karir · Kotak Pos · Info Iklan · Disclaimer

Cek Masa Pertumbuhan Anak Anda






_7.gif)

