Ketimbang Adik-adiknya, Anak Sulung Paling Berisiko Diabetes
Rabu, 13/02/2013 13:30 WIB
(Foto: Thinkstock)
Berita Lainnya
Jakarta, Diabetes hanya bisa menghantui jika Anda memiliki pola makan yang didominasi gula atau garam dan gaya hidup sedenter. Tapi sebuah studi baru mengungkap si anak sulung berisiko paling tinggi terkena penyakit gula ini. Kok bisa?
Menurut studi yang dipublikasikan dalam Journal of Clinical Endocrinology & Metabolism tersebut, urutan lahir meningkatkan risiko seseorang untuk terkena diabetes tipe 2, tekanan darah tinggi, penyakit jantung koroner, stroke dan hipertensi, apalagi jika orang yang bersangkutan lahir paling awal alias si sulung.
Secara rinci dikemukakan bahwa tubuh anak sulung diketahui lebih sulit menyerap gula dan memiliki tekanan darah lebih tinggi, terutama di siang hari dibandingkan anak-anak lain yang punya kakak atau saudara tua.
"Meskipun urutan lahir semata bukanlah alat prediksi utama adanya penyakit kardiovaskular atau metabolik, menjadi anak sulung dari sebuah keluarga sendiri dapat berkontribusi terhadap munculnya risiko penyakit tersebut pada seseorang," tandas peneliti Wayne Cutfield, MBChB, DCH, FRACP dari Liggins Institute, University of Auckland, Selandia Baru .
Kesimpulan itu diperoleh setelah peneliti mengukur profil hormon dan lipid, tinggi dan berat badan serta komposisi tubuh pada 85 anak sehat yang berusia antara 4-11 tahun. Hasilnya, 32 partisipan yang juga anak sulung tercatat mengalami penurunan sensitivitas insulin sebesar 21 persen dan peningkatan tekanan darah sebanyak 4 mmHg.
Kondisi tersebut mengindikasikan besarnya risiko diabetes pada si anak sulung karena sensitivitas insulinnya lebih rendah daripada anak normal. Hal ini juga dapat mendorong si anak untuk kesulitan mengontrol asupan makanannya, terutama yang manis atau banyak garamnya.
Namun studi ini juga menemukan bahwa anak tertua dan anak tunggal cenderung lebih tinggi dan lebih langsing ketimbang adik-adiknya, bahkan setelah peneliti mempertimbangkan tinggi badan dan indeks massa tubuh kedua orangtua mereka.
"Perbedaan metabolik pada saudara muda bisa jadi disebabkan oleh perubahan fisik rahim sang ibu pada kehamilan pertama. Sebagai akibatnya, aliran nutrisi ke rahim juga cenderung meningkat selama kehamilan-kehamilan berikutnya," terang peneliti.
Kendati begitu peneliti merasa masih memerlukan studi lanjutan karena mereka hanya memfokuskan pengamatan pada anak-anak. Hal ini dianggap krusial mengingat pubertas dan gaya hidup orang dewasa dapat mempengaruhi sensitivitas insulin seseorang.
"Temuan kami mengindikasikan adanya faktor risiko-faktor risiko ini, tapi studi lanjutan masih diperlukan untuk menerjemahkan temuan ini dalam melihat kasus diabetes, hipertensi dan penyakit lainnya pada orang dewasa," pungkas Cutfield seperti dilansir medindia, Rabu(13/2/2013).
(vit/vit)
Menurut studi yang dipublikasikan dalam Journal of Clinical Endocrinology & Metabolism tersebut, urutan lahir meningkatkan risiko seseorang untuk terkena diabetes tipe 2, tekanan darah tinggi, penyakit jantung koroner, stroke dan hipertensi, apalagi jika orang yang bersangkutan lahir paling awal alias si sulung.
Secara rinci dikemukakan bahwa tubuh anak sulung diketahui lebih sulit menyerap gula dan memiliki tekanan darah lebih tinggi, terutama di siang hari dibandingkan anak-anak lain yang punya kakak atau saudara tua.
"Meskipun urutan lahir semata bukanlah alat prediksi utama adanya penyakit kardiovaskular atau metabolik, menjadi anak sulung dari sebuah keluarga sendiri dapat berkontribusi terhadap munculnya risiko penyakit tersebut pada seseorang," tandas peneliti Wayne Cutfield, MBChB, DCH, FRACP dari Liggins Institute, University of Auckland, Selandia Baru .
Kesimpulan itu diperoleh setelah peneliti mengukur profil hormon dan lipid, tinggi dan berat badan serta komposisi tubuh pada 85 anak sehat yang berusia antara 4-11 tahun. Hasilnya, 32 partisipan yang juga anak sulung tercatat mengalami penurunan sensitivitas insulin sebesar 21 persen dan peningkatan tekanan darah sebanyak 4 mmHg.
Kondisi tersebut mengindikasikan besarnya risiko diabetes pada si anak sulung karena sensitivitas insulinnya lebih rendah daripada anak normal. Hal ini juga dapat mendorong si anak untuk kesulitan mengontrol asupan makanannya, terutama yang manis atau banyak garamnya.
Namun studi ini juga menemukan bahwa anak tertua dan anak tunggal cenderung lebih tinggi dan lebih langsing ketimbang adik-adiknya, bahkan setelah peneliti mempertimbangkan tinggi badan dan indeks massa tubuh kedua orangtua mereka.
"Perbedaan metabolik pada saudara muda bisa jadi disebabkan oleh perubahan fisik rahim sang ibu pada kehamilan pertama. Sebagai akibatnya, aliran nutrisi ke rahim juga cenderung meningkat selama kehamilan-kehamilan berikutnya," terang peneliti.
Kendati begitu peneliti merasa masih memerlukan studi lanjutan karena mereka hanya memfokuskan pengamatan pada anak-anak. Hal ini dianggap krusial mengingat pubertas dan gaya hidup orang dewasa dapat mempengaruhi sensitivitas insulin seseorang.
"Temuan kami mengindikasikan adanya faktor risiko-faktor risiko ini, tapi studi lanjutan masih diperlukan untuk menerjemahkan temuan ini dalam melihat kasus diabetes, hipertensi dan penyakit lainnya pada orang dewasa," pungkas Cutfield seperti dilansir medindia, Rabu(13/2/2013).
(vit/vit)
Baca Juga
- Anak Kota Lebih Rentan Kena Alergi Kecoa
- Anak Jadi Tak Kreatif Jika Ibu Terlalu Mendominasi Saat Menemani Bermain
- Otot Wajah Lumpuh karena Penyakit Langka, Bocah Ini Tak Bisa Tersenyum
- Kalau Ayah Gemuk, Anaknya Lebih Berisiko Kena Kanker
- Dampak Perceraian Orang Tua Lebih Gawat Dirasa Anak usia Lewat 7 Tahun
- Studi: Orang yang Masa Kecilnya Kurang Bahagia Rentan Sakit Jantung
Komentar (0 Komentar)
Twitter Recommendation
-
Jumat,24/05/2013 20:01 WIB
4 Trik untuk Pria Agar Pasangan Lebih Mudah Capai Orgasme
-
Jumat,24/05/2013 19:31 WIB
Studi: Air Mata Perempuan 'Membunuh' Gairah Seksual Pria
-
Jumat,24/05/2013 19:16 WIB
Belajar Dari Kuba, 2020 Jakarta Targetkan Bebas DBD
-
Jumat,24/05/2013 19:02 WIB
Sehatkah Vagina Anda? Ini Indikatornya
-
Jumat,24/05/2013 18:32 WIB
Berdamai dengan Maut, Profesor Ajarkan Cara Menulis Surat Bunuh Diri
-
Jumat,24/05/2013 18:17 WIB
Tolong Dok, Kelamin Saya Tak Bisa Mengeras
-
Ulasan Khas Mata Sehat
Ini Gangguan Mata yang Bisa Dialami Ibu Hamil
-
Ulasan Khas Mata Sehat
Jangan Biarkan Cacing Mata Bersemayam di Mata Anda
-
Ulasan Khas Mata Sehat
Mata Anda Lelah? Langkah Ini Bakal Bikin Rileks
-
Ulasan Khas Mata Sehat
Katarak dan Glaukoma, Penyakit yang Bisa Sebabkan Kebutaan
-
Ulasan Khas Mata Sehat
Perhatikan Hal Ini Agar Mata Tak Iritasi karena Lensa Kontak
-
Ulasan Khas Mata Sehat
Ini Akibatnya Jika 'Si Mata Empat' Malas Pakai Kacamata
-
Ulasan Khas Mata Sehat
Kenalilah, Kelainan Mata yang Bisa Terjadi pada Anak
-
Ulasan Khas Mata Sehat
Katakan Cinta pada Mata dengan Cara Ini
-
Jumat, 24/05/2013 19:02 WIB
Sehatkah Vagina Anda? Ini Indikatornya
-
Jumat, 24/05/2013 18:09 WIB
Tolong Dok, Kelamin Saya Tak Bisa Mengeras
-
Jumat, 24/05/2013 17:59 WIB
Ini 6 Efek Negatif Rokok Pada Rambut dan Kulit, Masih Mau Merokok?
-
Jumat, 24/05/2013 20:01 WIB
4 Trik untuk Pria Agar Pasangan Lebih Mudah Capai Orgasme
-
Jumat, 24/05/2013 19:31 WIB
Studi: Air Mata Perempuan 'Membunuh' Gairah Seksual Pria
-
Jumat, 24/05/2013 18:24 WIB
Berdamai dengan Maut, Profesor Ajarkan Cara Menulis Surat Bunuh Diri
-
Jumat, 24/05/2013 16:07 WIB
5 Karakteristik Nyeleneh yang Dimiliki Orang Jenius
-
Jumat, 24/05/2013 15:36 WIB
Remaja dan Kesehatan Reproduksi
Sejak Mimpi Basah, Remaja Pria Sudah 'Bahaya' Bagi Lawan Jenis
-
10 Komentar
-
9 Komentar
-
9 Komentar
-
7 Komentar
-
7 Komentar
-
6 Komentar
-
6 Komentar
-
5 Komentar
-
Kalkulator Seks
Berapa Kali Anda Pernah Berhubungan Seks?
-
Kalkulator Lama Berhubungan Seks
Berapa Durasi Rata-rata Ketika Berhubungan Seks?
-
Kalkulator Masa Subur
Kapan Perkiraan Masa Paling Subur Anda?
Must Read
close
-
Jumat, 24/05/2013 06:56 WIB
30 Menit Berolah Raga Secara Rutin Lebih Baik Daripada 2 Jam Sehari
-
Kamis, 23/05/2013 13:33 WIB
3 Penyebab Pria Sudah Botak di Usia 20-an Tahun
- detikNews · Berita · Internasional · Kolom · Wawancara · Lapsus · Tokoh · Pro Kontra · Profil · Indeks
- detikSport · Basket · MotoGP · F1 · Raket · Sepakbola · Sport Lain · Galeri · Profil · Fans Area · Indeks
- Sepakbola · Italia · Inggris · Spanyol · Jerman · Indonesia · Uefa · Bola Dunia · Fans Area · Indeks
- detikOto · Mobil · Motor · Modifikasi · Tips & Trik · Konsultasi · Komunitas · OtoTest · Galeri · Video · Forum · Indeks
- detikHot · Celebs · Music · Movie · Art · Gallery · Profile · KPOP · Forum · Indeks
- detikInet · News · Gadget · Games · Fotostop · Klinik IT · Ngopi · Produk Pilihan · Forum · Indeks
- detikFinance · Ekonomi Bisnis · Finansial · Properti · Energi · Industri · Sosok · Peluang Usaha · Pajak · Konsultasi · Foto · TV · Indeks
- detikHealth · Health News · Sexual Health · Diet · Ibu & Anak · Konsultasi · Health Calculator · Foto Balita · Bank Nama Bayi
- detikTravel · Travel News · Destinations · Photos · d'Trips · Hotels · Flights · ACI · d'Travelers Stories
- Wolipop · Fashion · Photos · Beauty · Love & Sex · Home & Family · Wedding · Entertainment · Sale & Shop · Hot Guide · d'Lounge · Indeks
- detikFood · Resep · Tempat Makan · Kabar Kuliner · Halal · Komunitas · Forum · Konsultasi · Galeri · Indeks
- detikSurabaya · Berita · Bisnis · Society · Foto · TV · Indeks
- detikBandung · News · Sosok · Info · Pengalaman Anda · Lifestyle · Iklan Baris · Foto · TV · Info Iklan · Forum · Indeks
Iklan Baris · Blog · Forum · Kolom Kita · adPoint · Seremonia · Sindikasi · Info Iklan · Suara Pembaca · Surat dari Buncit · detikTV · Cari Alamat
Copyright © detikcom, All Rights Reserved · Redaksi · Pedoman Media Siber · Karir · Kotak Pos · Info Iklan · Disclaimer

Cek Masa Pertumbuhan Anak Anda







_7.gif)

