Melongok Pendidikan Kesehatan Reproduksi di Pondok Pesantren Riau
Kamis, 14/02/2013 08:04 WIB
(Foto: Merry/detikHealth)
Berita Lainnya
Pekanbaru, Pendidikan kesehatan reproduksi sering ditentang untuk diterapkan di sekolah-sekolah formal karena dianggap terlalu vulgar dan dapat menyesatkan anak-anak. Tapi sebuah pondok pesantren di Pekanbaru memberikan pendidikan tersebut. Bagaimana caranya?
Pendidikan kesehatan reproduksi menjadi salah satu ekstrakurikuler yang diberikan di Pondok Pesantren Barussalam Pekanbaru. Materi yang diberikan seputar pengetahuan kesehatan reproduksi remaja, HIV-AIDS, Pendewasaan Usia Perkawinan (PUP), hingga konseling seputar masalah remaja, yang diberikan melalui Pusat Informasi Konseling Remaja (PIK-R).
"Awal berdiri PIK-R Babussalam ini sejak tahun 2008. Tapi sempat vakum dan mulai tumbuh lagi tahun ini. Namanya Starteen (Smart, Creative, Cheerful and Teenager)," jelas Joko Pujiono, Bagian Program Pusat Pengkajian dan Pengembang PKBI Pekanbaru, yang juga menjadi pembimbing di PIK-R Babussalam, saat ditemui di Pondok Pesantren Babussalam, Pekanbaru, Rabu (13/2/2013).
Ada sekitar 28 anak SMA kelas 1 dan 2 yang menjadi anggota PIK-R di Ponpes Babussalam, dengan 4 orang pendidik sebaya dan konselor sebaya.
Karena diterapkan di sebuah pondok pesantren, tentu pendidikan yang diberikan harus berdasarkan aturan-aturan yang berlaku. Salah satunya, ada beberapa materi yang diberikan pada kelas terpisah antara laki-laki dan perempuan.
"Ada materi khusus yang dipisahkan, misalnya tentang seksualitas. Mengajarkan bentuk alat reproduksi pria dan wanita. Pondok pesantren kan nggak bisa terlalu vulgar. Jadi kelasnya dipisah (antara laki-laki dan perempuan) dengan pengajar juga berbeda. Tapi materi yang diberikan tetap sama," lanjut Joko.
Pemisahan kelas ini juga dimaksudkan agar para siswa bisa lebih terbuka dengan konselor dan pembimbingnya masing-masing, karena berjenis kelamin sama.
Menurut Joko, kegiatan PIK-R dilakukan seminggu sekali, yang dilakukan usai sholat Ashar (sekitar jam 3-4) hingga sebelum sholat Magrib (sekitar jam 6).
Tapi di luar jam kegiatan formal, para anggota atau adik-adik yang memiliki masalah, masih bisa melakukan konsultasi atau curhat dengan konselor. Para konselor yang sudah terlatih dan biasanya juga sebaya, mengaku siap melayani teman-temannya yang ingin berkonsultasi.
Menurut seorang konselor wanita, Lady Chintia Pratiwi (16 tahun), masalah yang paling banyak dikonsultasikan oleh anggota PIK-R adalah seputar pacaran, yang merupakan masalah paling umum di kalangan remaja.
"Beruntung dapat ilmu dan bisa membimbing adik-adik juga, terutama tentang seksualitas," tutur Lady, yang siap menjadi konselor dan tempat curhat bagi teman-temannya di Ponpes Babussalam selama 24 jam.
PIK-R merupakan salah satu program binaan dari BKKBN (Badan Kependudukan dan Keluarga Berencana Nasional) melalui PKBR (Persiapan Kehidupan Berkeluarga bagi Remaja) atau yang sekarang banyak dikenal dengan program GenRe (Generasi Berencana).
Program ini juga bermitra dengan PKBI (Perkumpulan Keluarga Berencana Indonesia). Salah tujuannya adalah menurunkan angka perkawinan dini di Indonesia yang jumlahnya terus meningkat.
Selain itu juga untuk mencegah penularan HIV-AIDS di kalangan remaja, mencegah seks pranikah, serta menghindari kenakalan remaja lainnya.
(mer/vit)
Pendidikan kesehatan reproduksi menjadi salah satu ekstrakurikuler yang diberikan di Pondok Pesantren Barussalam Pekanbaru. Materi yang diberikan seputar pengetahuan kesehatan reproduksi remaja, HIV-AIDS, Pendewasaan Usia Perkawinan (PUP), hingga konseling seputar masalah remaja, yang diberikan melalui Pusat Informasi Konseling Remaja (PIK-R).
"Awal berdiri PIK-R Babussalam ini sejak tahun 2008. Tapi sempat vakum dan mulai tumbuh lagi tahun ini. Namanya Starteen (Smart, Creative, Cheerful and Teenager)," jelas Joko Pujiono, Bagian Program Pusat Pengkajian dan Pengembang PKBI Pekanbaru, yang juga menjadi pembimbing di PIK-R Babussalam, saat ditemui di Pondok Pesantren Babussalam, Pekanbaru, Rabu (13/2/2013).
Ada sekitar 28 anak SMA kelas 1 dan 2 yang menjadi anggota PIK-R di Ponpes Babussalam, dengan 4 orang pendidik sebaya dan konselor sebaya.
Karena diterapkan di sebuah pondok pesantren, tentu pendidikan yang diberikan harus berdasarkan aturan-aturan yang berlaku. Salah satunya, ada beberapa materi yang diberikan pada kelas terpisah antara laki-laki dan perempuan.
"Ada materi khusus yang dipisahkan, misalnya tentang seksualitas. Mengajarkan bentuk alat reproduksi pria dan wanita. Pondok pesantren kan nggak bisa terlalu vulgar. Jadi kelasnya dipisah (antara laki-laki dan perempuan) dengan pengajar juga berbeda. Tapi materi yang diberikan tetap sama," lanjut Joko.
Pemisahan kelas ini juga dimaksudkan agar para siswa bisa lebih terbuka dengan konselor dan pembimbingnya masing-masing, karena berjenis kelamin sama.
Menurut Joko, kegiatan PIK-R dilakukan seminggu sekali, yang dilakukan usai sholat Ashar (sekitar jam 3-4) hingga sebelum sholat Magrib (sekitar jam 6).
Tapi di luar jam kegiatan formal, para anggota atau adik-adik yang memiliki masalah, masih bisa melakukan konsultasi atau curhat dengan konselor. Para konselor yang sudah terlatih dan biasanya juga sebaya, mengaku siap melayani teman-temannya yang ingin berkonsultasi.
Menurut seorang konselor wanita, Lady Chintia Pratiwi (16 tahun), masalah yang paling banyak dikonsultasikan oleh anggota PIK-R adalah seputar pacaran, yang merupakan masalah paling umum di kalangan remaja.
"Beruntung dapat ilmu dan bisa membimbing adik-adik juga, terutama tentang seksualitas," tutur Lady, yang siap menjadi konselor dan tempat curhat bagi teman-temannya di Ponpes Babussalam selama 24 jam.
PIK-R merupakan salah satu program binaan dari BKKBN (Badan Kependudukan dan Keluarga Berencana Nasional) melalui PKBR (Persiapan Kehidupan Berkeluarga bagi Remaja) atau yang sekarang banyak dikenal dengan program GenRe (Generasi Berencana).
Program ini juga bermitra dengan PKBI (Perkumpulan Keluarga Berencana Indonesia). Salah tujuannya adalah menurunkan angka perkawinan dini di Indonesia yang jumlahnya terus meningkat.
Selain itu juga untuk mencegah penularan HIV-AIDS di kalangan remaja, mencegah seks pranikah, serta menghindari kenakalan remaja lainnya.
(mer/vit)
Komentar (0 Komentar)
Twitter Recommendation
-
Rabu,22/05/2013 18:01 WIB
Jangan Biarkan Cacing Mata Bersemayam di Mata Anda
-
Rabu,22/05/2013 17:39 WIB
Serunya "Nyodok" di Ruang Bedah RSUD Waled Cirebon
-
Rabu,22/05/2013 17:33 WIB
Mata Anda Lelah? Langkah Ini Bakal Bikin Rileks
-
Rabu,22/05/2013 17:07 WIB
Dari Tukang Jajan Sampai Peserta Haji Harus Imunisasi
-
Rabu,22/05/2013 16:39 WIB
Melongok Layanan Tes HIV di Lapas Narkoba Cirebon
-
Rabu,22/05/2013 16:36 WIB
Katarak dan Glaukoma, Penyakit yang Bisa Sebabkan Kebutaan
-
Ulasan Khas Mata Sehat
Jangan Biarkan Cacing Mata Bersemayam di Mata Anda
-
Ulasan Khas Mata Sehat
Mata Anda Lelah? Langkah Ini Bakal Bikin Rileks
-
Ulasan Khas Mata Sehat
Katarak dan Glaukoma, Penyakit yang Bisa Sebabkan Kebutaan
-
Ulasan Khas Mata Sehat
Perhatikan Hal Ini Agar Mata Tak Iritasi karena Lensa Kontak
-
Ulasan Khas Mata Sehat
Ini Akibatnya Jika 'Si Mata Empat' Malas Pakai Kacamata
-
Ulasan Khas Mata Sehat
Kenalilah, Kelainan Mata yang Bisa Terjadi pada Anak
-
Ulasan Khas Mata Sehat
Katakan Cinta pada Mata dengan Cara Ini
-
Ulasan Khas Mata Sehat
Terlalu Lama 'Pelototi' Komputer Bikin Mata Rusak, Benarkah?
-
Rabu, 22/05/2013 17:21 WIB
Ulasan Khas Mata Sehat
Mata Anda Lelah? Langkah Ini Bakal Bikin Rileks
-
Rabu, 22/05/2013 14:16 WIB
'Ini Susuku, Matikan Rokokmu!'
-
Rabu, 22/05/2013 16:16 WIB
Ini Dia Imunisasi yang Penting Untuk Orang Dewasa
-
Rabu, 22/05/2013 14:27 WIB
Ulasan Khas Mata Sehat
Ini Akibatnya Jika 'Si Mata Empat' Malas Pakai Kacamata
-
Rabu, 22/05/2013 16:24 WIB
Ulasan Khas Mata Sehat
Katarak dan Glaukoma, Penyakit yang Bisa Sebabkan Kebutaan
-
Rabu, 22/05/2013 15:14 WIB
Kisah Ibu Muda Penderita 8 Tumor yang Bisa Diwarisi pada Anaknya
-
Rabu, 22/05/2013 15:51 WIB
Ulasan Khas Mata Sehat
Perhatikan Hal Ini Agar Mata Tak Iritasi karena Lensa Kontak
-
Rabu, 22/05/2013 15:30 WIB
Jaga Kesehatan Otak, Adaptasi Kebiasaan Makan ala Orang Spanyol Ini
-
7 Komentar
-
7 Komentar
-
5 Komentar
-
5 Komentar
-
4 Komentar
-
3 Komentar
-
3 Komentar
-
3 Komentar
-
Kalkulator Seks
Berapa Kali Anda Pernah Berhubungan Seks?
-
Kalkulator Lama Berhubungan Seks
Berapa Durasi Rata-rata Ketika Berhubungan Seks?
-
Kalkulator Masa Subur
Kapan Perkiraan Masa Paling Subur Anda?
Must Read
close
-
Selasa, 21/05/2013 20:10 WIB
Ingin Sering Bercinta? Catlah Kamar dengan Warna Karamel, Jangan Merah
-
Selasa, 21/05/2013 17:41 WIB
Telat Penuhi Gizi Anak di Usia Emas? Ini Langkah Berikutnya
- detikNews · Berita · Internasional · Kolom · Wawancara · Lapsus · Tokoh · Pro Kontra · Profil · Indeks
- detikSport · Basket · MotoGP · F1 · Raket · Sepakbola · Sport Lain · Galeri · Profil · Fans Area · Indeks
- Sepakbola · Italia · Inggris · Spanyol · Jerman · Indonesia · Uefa · Bola Dunia · Fans Area · Indeks
- detikOto · Mobil · Motor · Modifikasi · Tips & Trik · Konsultasi · Komunitas · OtoTest · Galeri · Video · Forum · Indeks
- detikHot · Celebs · Music · Movie · Art · Gallery · Profile · KPOP · Forum · Indeks
- detikInet · News · Gadget · Games · Fotostop · Klinik IT · Ngopi · Produk Pilihan · Forum · Indeks
- detikFinance · Ekonomi Bisnis · Finansial · Properti · Energi · Industri · Sosok · Peluang Usaha · Pajak · Konsultasi · Foto · TV · Indeks
- detikHealth · Health News · Sexual Health · Diet · Ibu & Anak · Konsultasi · Health Calculator · Foto Balita · Bank Nama Bayi
- detikTravel · Travel News · Destinations · Photos · d'Trips · Hotels · Flights · ACI · d'Travelers Stories
- Wolipop · Fashion · Photos · Beauty · Love & Sex · Home & Family · Wedding · Entertainment · Sale & Shop · Hot Guide · d'Lounge · Indeks
- detikFood · Resep · Tempat Makan · Kabar Kuliner · Halal · Komunitas · Forum · Konsultasi · Galeri · Indeks
- detikSurabaya · Berita · Bisnis · Society · Foto · TV · Indeks
- detikBandung · News · Sosok · Info · Pengalaman Anda · Lifestyle · Iklan Baris · Foto · TV · Info Iklan · Forum · Indeks
Iklan Baris · Blog · Forum · Kolom Kita · adPoint · Seremonia · Sindikasi · Info Iklan · Suara Pembaca · Surat dari Buncit · detikTV · Cari Alamat
Copyright © detikcom, All Rights Reserved · Redaksi · Pedoman Media Siber · Karir · Kotak Pos · Info Iklan · Disclaimer


Cek Masa Pertumbuhan Anak Anda








_7.gif)

