Remaja Lebih Mudah Depresi Jika Orang Tua Ikut Campur di Segala Urusan
Jumat, 15/02/2013 08:27 WIB
ilustrasi (Foto: Thinkstock)
Berita Lainnya
Jakarta, Jadilah orang tua yang cerdas dan mengerti kebutuhan serta kondisi anak seiring dengan perkembangannya. Orang tua yang terlalu ikut campur dalam kehidupan remaja anaknya, cenderung membuat anak merasa tertekan dan depresi.
Holly Schiffrin, peneliti dari University of Mary Washington di Virginia menemukan bahwa orang tua yang masih ikut campur terhadap segala urusan anak remajanya, dapat menimbulkan dampak negatif bagi psikologisnya.
Penelitian tersebut menunjukkan bahwa remaja yang masih sering dikendalikan oleh orang tuanya, cenderung lebih berisiko terhadap depresi dan kurang puas dengan kehidupannya. Kendali orang tua tersebut dapat mencakup pengaturan jadwal kuliah, liburan atau bahkan soal pacaran.
Alasan orang tua untuk tetap mengatur segala urusan anaknya meski telah remaja adalah karena terlalu mengkhawatirkan keberhasilan anak, takut anaknya terjerumus dalam pergaulan yang salah, atau mencemaskan masalah ekonomi jika anak menentukan pilihannya sendiri.
"Masalahnya, seorang anak yang telah tumbuh menjadi remaja sangat mengidamkan kebebasan dalam menentukan pilihan dan merasa telah mampu menjaga dirinya sendiri. Orangtua yang overprotective justru dapat membuat anak merasa tertekan," kata Schiffrin.
Schiffrin melakukan sebuah survei online yang melibatkan 297 mahasiswa universitas di Amerika. Partisipan diminta untuk menggambarkan perilaku pengasuhan ibunya dan kebebasannya, serta diminta untuk menilai tingkat kebahagiaan atau kepuasannya.
Batasan yang diberikan orangtua tersebut membuat anak merasa kehilangan hak bebasnya dan kesempatan untuk belajar dari kesalahan. Hasil penelitian tersebut kemudian diterbitkan dalam Springer's Journal of Child and Family Studies.
Orang tua harus lebih banyak memberikan anak-anaknya kebebasan, dalam artian bebas yang terkontrol. Jika anak dibesarkan dengan pendidikan dan norma yang baik sejak kecil, orangtua tidak perlu terlalu mengkhawatirkan kehidupan remaja anaknya.
(vit/vit)
Holly Schiffrin, peneliti dari University of Mary Washington di Virginia menemukan bahwa orang tua yang masih ikut campur terhadap segala urusan anak remajanya, dapat menimbulkan dampak negatif bagi psikologisnya.
Penelitian tersebut menunjukkan bahwa remaja yang masih sering dikendalikan oleh orang tuanya, cenderung lebih berisiko terhadap depresi dan kurang puas dengan kehidupannya. Kendali orang tua tersebut dapat mencakup pengaturan jadwal kuliah, liburan atau bahkan soal pacaran.
Alasan orang tua untuk tetap mengatur segala urusan anaknya meski telah remaja adalah karena terlalu mengkhawatirkan keberhasilan anak, takut anaknya terjerumus dalam pergaulan yang salah, atau mencemaskan masalah ekonomi jika anak menentukan pilihannya sendiri.
"Masalahnya, seorang anak yang telah tumbuh menjadi remaja sangat mengidamkan kebebasan dalam menentukan pilihan dan merasa telah mampu menjaga dirinya sendiri. Orangtua yang overprotective justru dapat membuat anak merasa tertekan," kata Schiffrin.
Schiffrin melakukan sebuah survei online yang melibatkan 297 mahasiswa universitas di Amerika. Partisipan diminta untuk menggambarkan perilaku pengasuhan ibunya dan kebebasannya, serta diminta untuk menilai tingkat kebahagiaan atau kepuasannya.
Batasan yang diberikan orangtua tersebut membuat anak merasa kehilangan hak bebasnya dan kesempatan untuk belajar dari kesalahan. Hasil penelitian tersebut kemudian diterbitkan dalam Springer's Journal of Child and Family Studies.
Orang tua harus lebih banyak memberikan anak-anaknya kebebasan, dalam artian bebas yang terkontrol. Jika anak dibesarkan dengan pendidikan dan norma yang baik sejak kecil, orangtua tidak perlu terlalu mengkhawatirkan kehidupan remaja anaknya.
(vit/vit)
Baca Juga
- Remaja Ingin Curhat Soal Kesehatan dan Seks? Klik Saja BKKBN Ceria
- Banyak Remaja Tidak Sarapan karena Takut BAB di Jalan
- Dampak Perceraian Orang Tua Lebih Gawat Dirasa Anak usia Lewat 7 Tahun
- Kebanyakan Dipuji Malah Bikin Anak Bisa Jadi Tak Percaya Diri Lho
- Kenali Tanda-tanda Gangguan Mental pada Anak
- Philadelphia Sediakan 'Dispenser' Kondom Gratis di Sekolah
Foto Terkait
Komentar (0 Komentar)
Twitter Recommendation
-
Selasa,21/05/2013 13:20 WIB
Terkena Penyakit Kelamin Sejak Usia 14 Tahun, Apakah Berbahaya?
-
Selasa,21/05/2013 13:04 WIB
Bumbu Daging Dijual Sebagai Obat Kanker, Dokter Dipenjara 14 Tahun
-
Selasa,21/05/2013 12:34 WIB
8 Posisi Tidur dan Efeknya Pada Kesehatan Tubuh
-
Selasa,21/05/2013 12:17 WIB
Bagaimana Mengatasi Kebiasaan Mengunyah Lama Makanan?
-
Selasa,21/05/2013 12:07 WIB
Virus Mematikan Mirip SARS Asal Timur Tengah Diberi Nama MERS
-
Selasa,21/05/2013 11:47 WIB
Penanganan Penyakit Katup Jantung
-
Ulasan Khas Alergi
Begini Caranya Dapat Momongan Ketika Punya Alergi Sperma
-
Ulasan Khas Alergi
Alergi Lateks, Salah Satu Penyebab Orang Malas Pakai Kondom
-
Ulasan Khas Alergi
Andai Semua Orang Alergi Uang, Masih Adakah Korupsi?
-
Ulasan Khas Alergi
Ini Dia 5 Pemicu Alergi pada Anak
-
Ulasan Khas Alergi
Waspadai, Ini Tandanya Tubuh Mengalami Alergi Cuaca
-
Ulasan Khas Alergi
Hati-hati Pilih Obat, Salah-salah Tidak Jadi Sembuh Malah Alergi
-
Ulasan Khas Alergi
Alergi Tak Bisa Sembuh, Hindari Pemicu Atau Malah Harus Dibiasakan?
-
Ulasan Khas Alergi
Lakukan Tes Ini Jika Curiga Punya Alergi
-
Selasa, 21/05/2013 12:24 WIB
8 Posisi Tidur dan Efeknya Pada Kesehatan Tubuh
-
Selasa, 21/05/2013 10:24 WIB
Pasien Kena Masalah Pencernaan, Dokter Resepkan Oral Seks
-
Selasa, 21/05/2013 11:01 WIB
Gosokkan Pepperoni ke Kemaluan di Toko Kelontong, Pria Ini Diamankan
-
Selasa, 21/05/2013 11:26 WIB
'Singli' dan 'Singwah', Cara BAB Warga Jemaras Cirebon Sebelum Kenal WC
-
Selasa, 21/05/2013 12:01 WIB
Virus Mematikan Mirip SARS Asal Timur Tengah Diberi Nama MERS
-
Selasa, 21/05/2013 09:23 WIB
Banyak Berkorban untuk Pasangan Justru Tak Baik bagi Hubungan
-
Selasa, 21/05/2013 12:54 WIB
Bumbu Daging Dijual Sebagai Obat Kanker, Dokter Dipenjara 14 Tahun
-
Selasa, 21/05/2013 12:12 WIB
Bagaimana Mengatasi Kebiasaan Mengunyah Lama Makanan?
-
9 Komentar
-
5 Komentar
-
4 Komentar
-
4 Komentar
-
3 Komentar
-
3 Komentar
-
3 Komentar
-
2 Komentar
-
Kalkulator Seks
Berapa Kali Anda Pernah Berhubungan Seks?
-
Kalkulator Lama Berhubungan Seks
Berapa Durasi Rata-rata Ketika Berhubungan Seks?
-
Kalkulator Masa Subur
Kapan Perkiraan Masa Paling Subur Anda?
Must Read
close
-
Senin, 20/05/2013 15:24 WIB
Penderita Gangguan Jiwa di Indonesia Ada 1 Juta, Hanya 10% yang Berobat
-
Senin, 20/05/2013 14:32 WIB
Manusia 'Mesin Kupas Kelapa', 50 Tahun Mengupas Kelapa dengan Giginya
- detikNews · Berita · Internasional · Kolom · Wawancara · Lapsus · Tokoh · Pro Kontra · Profil · Indeks
- detikSport · Basket · MotoGP · F1 · Raket · Sepakbola · Sport Lain · Galeri · Profil · Fans Area · Indeks
- Sepakbola · Italia · Inggris · Spanyol · Jerman · Indonesia · Uefa · Bola Dunia · Fans Area · Indeks
- detikOto · Mobil · Motor · Modifikasi · Tips & Trik · Konsultasi · Komunitas · OtoTest · Galeri · Video · Forum · Indeks
- detikHot · Celebs · Music · Movie · Art · Gallery · Profile · KPOP · Forum · Indeks
- detikInet · News · Gadget · Games · Fotostop · Klinik IT · Ngopi · Produk Pilihan · Forum · Indeks
- detikFinance · Ekonomi Bisnis · Finansial · Properti · Energi · Industri · Sosok · Peluang Usaha · Pajak · Konsultasi · Foto · TV · Indeks
- detikHealth · Health News · Sexual Health · Diet · Ibu & Anak · Konsultasi · Health Calculator · Foto Balita · Bank Nama Bayi
- detikTravel · Travel News · Destinations · Photos · d'Trips · Hotels · Flights · ACI · d'Travelers Stories
- Wolipop · Fashion · Photos · Beauty · Love & Sex · Home & Family · Wedding · Entertainment · Sale & Shop · Hot Guide · d'Lounge · Indeks
- detikFood · Resep · Tempat Makan · Kabar Kuliner · Halal · Komunitas · Forum · Konsultasi · Galeri · Indeks
- detikSurabaya · Berita · Bisnis · Society · Foto · TV · Indeks
- detikBandung · News · Sosok · Info · Pengalaman Anda · Lifestyle · Iklan Baris · Foto · TV · Info Iklan · Forum · Indeks
Iklan Baris · Blog · Forum · Kolom Kita · adPoint · Seremonia · Sindikasi · Info Iklan · Suara Pembaca · Surat dari Buncit · detikTV · Cari Alamat
Copyright © detikcom, All Rights Reserved · Redaksi · Pedoman Media Siber · Karir · Kotak Pos · Info Iklan · Disclaimer

Cek Masa Pertumbuhan Anak Anda






_7.gif)

