detikhealth

Makin Banyak Pohon Tumbang, Kematian Akibat Sakit Jantung Makin Tinggi

Putro Agus Harnowo - detikHealth
Jumat, 15/02/2013 09:54 WIB
Makin Banyak Pohon Tumbang, Kematian Akibat Sakit Jantung Makin Tinggiilustrasi (Foto: Thinkstock)
Jakarta, Tempat yang dulunya hutan dalam waktu beberapa tahun saja bisa disulap menjadi gedung dan perumahan. Peradaban manusia seringkali berkembang dengan mengorbankan kelestarian lingkungan. Sayangnya, makin berkurangnya pepohonan bisa memperburuk kesehatan manusia.

Sebuah penelitian menemukan peningkatan jumlah pohon yang mati berkaitan dengan meningkatnya jumlah kematian manusia akibat penyakit jantung dan gangguan pernapasan. Penelitian yang dilakukan Dinas Kehutanan AS ini mencoba meneliti hubungan antara kesehatan manusia di balik matinya 100 juta pohon di daerah East Coast dan Midwest.

Para peneliti memeriksa data mengenai demografi, angka kematian dan kondisi hutan dari tahun 1990 sampai tahun 2007 di hampir 1.300 wilayah yang tersebar di 15 negara bagian. Peneliti melihat perbedaan kondisi kesehatan manusia yang tinggal di daerah yang dipenuhi kumbang penggerek pohon ash.

Ternyata penduduk yang tinggal di daerah di mana banyak terdapat kumbang penggerek ini memiliki angka kematian karena penyakit jantung yang lebih besar, yaitu 15.000 kasus lebih banyak. Angka kematian akibat penyakit pernapasan juga ditemukan 6.000 lebih banyak ketimbang daerah lain.

Dalam laporan yang dimuat American Journal of Preventive Medicine, peneliti menggarisbawahi bahwa ada hubungan antara makin berkurangnya jumlah pohon dengan tingginya angka kematian manusia, bahkan setelah menghitung faktor ras, pendapatan dan tingkat pendidikan. Walau demikian, penelitian tidak menemukan adanya hubungan sebab akibat.

"Ada kecenderungan untuk melihat temuan kami dan menyimpulkan bahwa tingkat kematian yang tinggi disebabkan beberapa faktor seperti pendapatan atau pendidikan, bukan matinya pohon. Tapi kami melihat pola yang sama berulang-ulang di daerah dengan kondisi demografi yang sangat berbeda," kata peneliti, Geoffrey Donovan seperti dilansir Medical Xpress, Kamis (14/2/2013).

Donovan menjelaskan bahwa kumbang penggerek yang diberi nama emerald ash borer ini pertama kali ditemukan tahun 2002 di dekat Detroit. Kumbang ini menyerang 22 spesies pohon Ash di Amerika Utara dan membunuh semua pohon yang ditempatinya.

(pah/vit)


 

Konsultasi Kesehatan Kirim KonsultasiIndeks



Kalkulator Sehat indeks »
Database Dokter Obat Penyakit