Bayi Menangis karena Marah, Takut atau Sakit? Ini Cara Membedakannya
Kamis, 21/02/2013 07:29 WIB
(Foto: thinkstock)
Berita Lainnya
Jakarta, Bayi berkomunikasi dengan orang dewasa dengan cara menangis, karena hanya itu yang dia bisa. Membedakan tangisan karena marah, takut atau kesakitan tidaklah mudah atau malah hampir mustahil. Untungnya, sebuah penelitian berupaya mencari petunjuknya.
"Menangis adalah sarana utama bayi untuk dapat mengkomunikasikan emosi negatif dan dalam sebagian besar kasus adalah satu-satunya cara untuk bisa mengungkapkannya," kata Mariano Choliz, peneliti dari University of Valencia seperti dilansir Medical Xpress, Kamis (21/2/2013).
Bersama rekan-rekannya, Choliz mencoba mengamati perbedaan pola tangisan 20 bayi berusia 3 - 18 bulan akibat tiga emosi utama, yaitu takut, marah dan sakit. Peneliti juga mengamati kemampuan orang dewasa untuk mengenali emosi penyebab bayi menangis.
Dalam laporan yang dimuat Spanish Journal of Psychology, peneliti menemukan bahwa cara membedakannya ada pada gerakan mata dan intensitas teriakan bayi. Sayangnya, kebanyakan orang dewasa kesulitan mengenali tangisan akibat marah dan takut.
"Meskipun tidak dapat mengenali penyebabnya dengan benar, bayi yang menangis karena sakit akan menimbulkan reaksi afektif yang lebih intens daripada ketika menangis karena marah atau takut," papar Choliz.
Menurut peneliti, rasa sakit paling mudah dikenali disebabkan karena menangis merupakan peringatan adanya ancaman bagi kesehatan atau kelangsungan hidup. Oleh karena itu, tangisan karena sakit membutuhkan respons yang segera dari pengasuh atau orang dewasa.
Ketika bayi menangis, terjadi banyak ketegangan di otot dahi, alis dan bibir sehingga membuat mulut terbuka dan pipi terangkat. Adapun perbedaan pola yang ditampilkan bayi saat menangis karena 3 emosi negatif antara lain:
1. Menangis karena marah
Ketika marah, kebanyakan bayi akan membuat matanya setengah tertutup, bisa sambil mencari-cari ke arah tertentu atau melakukan gerakan-gerakan tertentu. Mulutnya terbuka atau setengah terbuka dan intensitas teriakannya semakin kencang.
2. Menangis karena takut
Ketika ketakutan, mata bayi terbuka hampir sepanjang waktu. Selain itu, terkadang bayi menampakkan tatapan yang tajam dan menggerakkan kepalanya ke belakang. Teriakannya semakin membahana jika ketakutannya semakin meningkat.
3. Menangis karena sakit
Ketika merasa sakit atau nyeri, mata bayi terus ditutup. Matanya terbuka hanya untuk beberapa saat dan menatap jarak jauh. Bayi juga menampakkan sedikit ketegangan di daerah mata dan mengerutkan kening. Tangisan langsung dimulai dalam intensitas maksimum segera setelah terkena penyebab nyeri atau sakit.
(pah/vta)
"Menangis adalah sarana utama bayi untuk dapat mengkomunikasikan emosi negatif dan dalam sebagian besar kasus adalah satu-satunya cara untuk bisa mengungkapkannya," kata Mariano Choliz, peneliti dari University of Valencia seperti dilansir Medical Xpress, Kamis (21/2/2013).
Bersama rekan-rekannya, Choliz mencoba mengamati perbedaan pola tangisan 20 bayi berusia 3 - 18 bulan akibat tiga emosi utama, yaitu takut, marah dan sakit. Peneliti juga mengamati kemampuan orang dewasa untuk mengenali emosi penyebab bayi menangis.
Dalam laporan yang dimuat Spanish Journal of Psychology, peneliti menemukan bahwa cara membedakannya ada pada gerakan mata dan intensitas teriakan bayi. Sayangnya, kebanyakan orang dewasa kesulitan mengenali tangisan akibat marah dan takut.
"Meskipun tidak dapat mengenali penyebabnya dengan benar, bayi yang menangis karena sakit akan menimbulkan reaksi afektif yang lebih intens daripada ketika menangis karena marah atau takut," papar Choliz.
Menurut peneliti, rasa sakit paling mudah dikenali disebabkan karena menangis merupakan peringatan adanya ancaman bagi kesehatan atau kelangsungan hidup. Oleh karena itu, tangisan karena sakit membutuhkan respons yang segera dari pengasuh atau orang dewasa.
Ketika bayi menangis, terjadi banyak ketegangan di otot dahi, alis dan bibir sehingga membuat mulut terbuka dan pipi terangkat. Adapun perbedaan pola yang ditampilkan bayi saat menangis karena 3 emosi negatif antara lain:
1. Menangis karena marah
Ketika marah, kebanyakan bayi akan membuat matanya setengah tertutup, bisa sambil mencari-cari ke arah tertentu atau melakukan gerakan-gerakan tertentu. Mulutnya terbuka atau setengah terbuka dan intensitas teriakannya semakin kencang.
2. Menangis karena takut
Ketika ketakutan, mata bayi terbuka hampir sepanjang waktu. Selain itu, terkadang bayi menampakkan tatapan yang tajam dan menggerakkan kepalanya ke belakang. Teriakannya semakin membahana jika ketakutannya semakin meningkat.
3. Menangis karena sakit
Ketika merasa sakit atau nyeri, mata bayi terus ditutup. Matanya terbuka hanya untuk beberapa saat dan menatap jarak jauh. Bayi juga menampakkan sedikit ketegangan di daerah mata dan mengerutkan kening. Tangisan langsung dimulai dalam intensitas maksimum segera setelah terkena penyebab nyeri atau sakit.
(pah/vta)
Baca Juga
- Bayi-bayi yang Terlahir dengan Kondisi Tubuh Sangat Ekstrem
- Belajar dari Kasus Dera, Kemenkes Bangun Sistem Online RS
- Cegah Kasus Dera Terulang, Kadinkes DKI Janji Tambah Peralatan RS
- Warna Tinja Bayi Tidak Biasa? Cek Penyebabnya di Sini
- Hati-hati, Bahan Kimia dalam Sampo Anak Bisa Sebabkan Obesitas
- Tak Hanya Orang Dewasa, Bayi Juga Bisa Kena Penyakit Jantung
Komentar (0 Komentar)
Twitter Recommendation
-
Rabu,19/06/2013 20:08 WIB
Jepang Kembangkan Organ Vital Manusia dari Rahim Hewan
-
Rabu,19/06/2013 19:33 WIB
Mastectomy Bra, Bra Seksi untuk Wanita 'Tak Berpayudara'
-
Rabu,19/06/2013 19:06 WIB
Jika Tak Diatasi, Ngorok Bisa Rusak Kehidupan Seks
-
Rabu,19/06/2013 18:36 WIB
Yuk Jadi Konsumen Cerdas dengan Rajin Baca Keterangan di Label Makanan
-
Rabu,19/06/2013 18:13 WIB
Takut Kena Kanker karena Kemaluan Terasa Sakit Setelah Ejakulasi
-
Rabu,19/06/2013 18:00 WIB
Bebas Ngorok Saat Tidur dengan Langkah Ini
-
Jika Tak Diatasi, Ngorok Bisa Rusak Kehidupan Seks
-
Bebas Ngorok Saat Tidur dengan Langkah Ini
-
Kenali Risiko yang Mungkin Terjadi Jika Ibu Hamil Tidur Ngorok
-
Ini Dia Ciri-ciri Orang yang Kalau Tidur Ngorok
-
Mengapa Suara Mengorok Bisa Berbeda-beda?
-
Terus-terusan Tidur Ngorok? Ini Dampaknya
-
Rabu, 19/06/2013 19:24 WIB
Mastectomy Bra, Bra Seksi untuk Wanita 'Tak Berpayudara'
-
Rabu, 19/06/2013 16:03 WIB
Ulasan Khas Tidur Ngorok
Ini Dia Ciri-ciri Orang yang Kalau Tidur Ngorok
-
Rabu, 19/06/2013 17:25 WIB
Bra Ini Diciptakan karena Tak Semua Orang Mau Telanjang di Ruang Operasi
-
Rabu, 19/06/2013 19:59 WIB
Jepang Kembangkan Organ Vital Manusia dari Rahim Hewan
-
Rabu, 19/06/2013 17:59 WIB
Ulasan Khas Tidur Ngorok
Bebas Ngorok Saat Tidur dengan Langkah Ini
-
Rabu, 19/06/2013 07:37 WIB
4 Peregangan Wajib di Pagi Hari Sebelum Beranjak dari Tempat Tidur
-
Rabu, 19/06/2013 11:40 WIB
Tangan Selalu Basah, Gejala Penyakit Apa?
-
Rabu, 19/06/2013 11:08 WIB
Ulasan Khas Tidur Ngorok
Pasangan Anda Tidur Mengorok? Lakukan Langkah Ini Agar Tak Terganggu
-
35 Komentar
-
18 Komentar
-
16 Komentar
-
16 Komentar
-
15 Komentar
-
6 Komentar
-
6 Komentar
-
6 Komentar
-
Kalkulator Seks
Berapa Kali Anda Pernah Berhubungan Seks?
-
Kalkulator Lama Berhubungan Seks
Berapa Durasi Rata-rata Ketika Berhubungan Seks?
-
Kalkulator Masa Subur
Kapan Perkiraan Masa Paling Subur Anda?
Must Read
close
-
Rabu, 19/06/2013 11:08 WIB
Pasangan Anda Tidur Mengorok? Lakukan Langkah Ini Agar Tak Terganggu
-
Rabu, 19/06/2013 10:33 WIB
Meski Tak Bisa Melihat, Ini 7 Tunanetra Paling Mengagumkan di Dunia
- detikNews · Berita · Internasional · Kolom · Wawancara · Lapsus · Tokoh · Pro Kontra · Profil · Indeks
- detikSport · Basket · MotoGP · F1 · Raket · Sepakbola · Sport Lain · Galeri · Profil · Fans Area · Indeks
- Sepakbola · Italia · Inggris · Spanyol · Jerman · Indonesia · Uefa · Bola Dunia · Fans Area · Indeks
- detikOto · Mobil · Motor · Modifikasi · Tips & Trik · Konsultasi · Komunitas · OtoTest · Galeri · Video · Forum · Indeks
- detikHot · Celebs · Music · Movie · Art · Gallery · Profile · KPOP · Forum · Indeks
- detikInet · News · Gadget · Games · Fotostop · Klinik IT · Ngopi · Produk Pilihan · Forum · Indeks
- detikFinance · Ekonomi Bisnis · Finansial · Properti · Energi · Industri · Sosok · Peluang Usaha · Pajak · Konsultasi · Foto · TV · Indeks
- detikHealth · Health News · Sexual Health · Diet · Ibu & Anak · Konsultasi · Health Calculator · Foto Balita · Bank Nama Bayi
- detikTravel · Travel News · Destinations · Photos · d'Trips · Hotels · Flights · ACI · d'Travelers Stories
- Wolipop · Fashion · Photos · Beauty · Love & Sex · Home & Family · Wedding · Entertainment · Sale & Shop · Hot Guide · d'Lounge · Indeks
- detikFood · Resep · Tempat Makan · Kabar Kuliner · Halal · Komunitas · Forum · Konsultasi · Galeri · Indeks
- detikSurabaya · Berita · Bisnis · Society · Foto · TV · Indeks
- detikBandung · News · Sosok · Info · Pengalaman Anda · Lifestyle · Iklan Baris · Foto · TV · Info Iklan · Forum · Indeks
Iklan Baris · Blog · Forum · Kolom Kita · adPoint · Seremonia · Sindikasi · Info Iklan · Suara Pembaca · Surat dari Buncit · detikTV · Cari Alamat
Copyright © detikcom, All Rights Reserved · Redaksi · Pedoman Media Siber · Karir · Kotak Pos · Info Iklan · Disclaimer

Cek Masa Pertumbuhan Anak Anda






_5.gif)



