Ilmuwan Pastikan Susu dan Makanan Manis Bikin Jerawatan
Kamis, 21/02/2013 08:02 WIB
(Foto: thinkstock)
Berita Lainnya
Jakarta, Selama bertahun-tahun, para ilmuwan telah memperdebatkan berbagai faktor yang dapat menyebabkan munculnya jerawat. 50 Tahun kemudian barulah mereka dapat memastikan bahwa pola makan berpengaruh nyata terhadap gangguan kulit yang banyak dialami remaja tersebut.
Secara rinci studi tersebut mengungkapkan bahwa mengonsumsi makanan yang indeks glikeminya (glycaemic index atau GI) tinggi tak hanya memperburuk jerawat tetapi pada beberapa kasus, makanan itu juga terbukti dapat memicu munculnya jerawat.
Meski tidak berbahaya, namun jerawat yang telah memarah dapat menyebabkan luka, belum termasuk depresi, tingkat kecemasan yang tinggi dan harga diri yang rendah. Sejak akhir abad ke-19, banyak studi yang telah mengaitkan antara pola makan dengan jerawat, terutama cokelat, gula dan lemak sebagai penyebab utama.
Namun memasuki tahun 1960-an, kaitan antara ketiga jenis makanan tersebut terhadap kemunculan jerawat dianggap tidak benar.
"Perubahan sikap ini terjadi terutama karena adanya dua studi penting yang berulang kali dikutip dalam berbagai literatur dan kultur populer sebagai bukti untuk menyangkal adanya keterkaitan antara pola makan tertentu dengan jerawat," ungkap Dr. Jennifer Burris dari Department of Nutrition, Food Studies and Public Health, Steinhardt School of Culture, Education and Human Development di New York University.
"Namun baru-baru ini para pakar dermatologi dan pakar diet terdaftar kembali mengkaji ulang kaitan kedua hal ini dan menemukan jawaban yang berbeda. Tak hanya itu, mereka pun mulai tertarik dengan penggunaan terapi nutrisi untuk mengatasi jerawat," lanjutnya seperti dikutip dari Daily Mail, Kamis (21/2/2013).
Bahkan para pakar sepakat bahwa makan makanan yang indeks glikeminya tinggi (makanan yang terserap dengan cepat ke dalam aliran darah) diduga dapat memberikan efek langsung terhadap tingkat keparahan jerawat.
Hal ini karena makanan tersebut memicu fluktuasi atau naik-turunnya hormon. Salah satu hormon yang terpengaruh oleh makanan ini adalah hormon insulin yang dapat mendorong munculnya sebum, salah satu penyebab jerawat.
Lagipula sebuah studi yang dilakukan di Australia pada tahun 2007 mengungkap bahwa pria muda yang berhasil mengurangi konsumsi makanan berglikemi tinggi menunjukkan penurunan tingkat keparahan pada jerawat yang dimilikinya.
Susu juga diduga dapat memunculkan jerawat karena sejumlah hormon yang dikandungnya. Menurut sebuah studi yang dilakukan pada tahun 2007 oleh tim peneliti dari Harvard School of Public Health, orang yang minum susu secara rutin diprediksi pasti akan memiliki jerawat.
Uniknya, studi yang sama juga menemukan bahwa orang yang minum susu skim berisiko paling tinggi memiliki jerawat yaitu 44 persen. Kata peneliti, tampaknya pengolahan susu-lah yang meningkatkan kadar hormon di dalam susu sehingga 'potensi' untuk menyebabkan jerawatnya juga besar.
(vta/vta)
Secara rinci studi tersebut mengungkapkan bahwa mengonsumsi makanan yang indeks glikeminya (glycaemic index atau GI) tinggi tak hanya memperburuk jerawat tetapi pada beberapa kasus, makanan itu juga terbukti dapat memicu munculnya jerawat.
Meski tidak berbahaya, namun jerawat yang telah memarah dapat menyebabkan luka, belum termasuk depresi, tingkat kecemasan yang tinggi dan harga diri yang rendah. Sejak akhir abad ke-19, banyak studi yang telah mengaitkan antara pola makan dengan jerawat, terutama cokelat, gula dan lemak sebagai penyebab utama.
Namun memasuki tahun 1960-an, kaitan antara ketiga jenis makanan tersebut terhadap kemunculan jerawat dianggap tidak benar.
"Perubahan sikap ini terjadi terutama karena adanya dua studi penting yang berulang kali dikutip dalam berbagai literatur dan kultur populer sebagai bukti untuk menyangkal adanya keterkaitan antara pola makan tertentu dengan jerawat," ungkap Dr. Jennifer Burris dari Department of Nutrition, Food Studies and Public Health, Steinhardt School of Culture, Education and Human Development di New York University.
"Namun baru-baru ini para pakar dermatologi dan pakar diet terdaftar kembali mengkaji ulang kaitan kedua hal ini dan menemukan jawaban yang berbeda. Tak hanya itu, mereka pun mulai tertarik dengan penggunaan terapi nutrisi untuk mengatasi jerawat," lanjutnya seperti dikutip dari Daily Mail, Kamis (21/2/2013).
Bahkan para pakar sepakat bahwa makan makanan yang indeks glikeminya tinggi (makanan yang terserap dengan cepat ke dalam aliran darah) diduga dapat memberikan efek langsung terhadap tingkat keparahan jerawat.
Hal ini karena makanan tersebut memicu fluktuasi atau naik-turunnya hormon. Salah satu hormon yang terpengaruh oleh makanan ini adalah hormon insulin yang dapat mendorong munculnya sebum, salah satu penyebab jerawat.
Lagipula sebuah studi yang dilakukan di Australia pada tahun 2007 mengungkap bahwa pria muda yang berhasil mengurangi konsumsi makanan berglikemi tinggi menunjukkan penurunan tingkat keparahan pada jerawat yang dimilikinya.
Susu juga diduga dapat memunculkan jerawat karena sejumlah hormon yang dikandungnya. Menurut sebuah studi yang dilakukan pada tahun 2007 oleh tim peneliti dari Harvard School of Public Health, orang yang minum susu secara rutin diprediksi pasti akan memiliki jerawat.
Uniknya, studi yang sama juga menemukan bahwa orang yang minum susu skim berisiko paling tinggi memiliki jerawat yaitu 44 persen. Kata peneliti, tampaknya pengolahan susu-lah yang meningkatkan kadar hormon di dalam susu sehingga 'potensi' untuk menyebabkan jerawatnya juga besar.
(vta/vta)
Anda punya pengalaman diet yang menginspirasi? Silakan berbagi pengalaman Anda, dan jangan lupa sertakan foto sebelum dan sesudah diet di Sini
Komentar (0 Komentar)
Twitter Recommendation
-
Selasa,21/05/2013 14:31 WIB
Inilah Daftar Perilaku Buruk Balita yang Harus Dihentikan
-
Selasa,21/05/2013 14:04 WIB
Tulang Kena Kanker, Rahang Wanita Ini Diganti Pakai 'Rantai Sepeda'
-
Selasa,21/05/2013 13:29 WIB
Musik Lembut Beri Pengaruh Positif Bagi Kesehatan Bayi Prematur
-
Selasa,21/05/2013 13:20 WIB
Terkena Penyakit Kelamin Sejak Usia 14 Tahun, Apakah Berbahaya?
-
Selasa,21/05/2013 13:04 WIB
Bumbu Daging Dijual Sebagai Obat Kanker, Dokter Dipenjara 14 Tahun
-
Selasa,21/05/2013 12:34 WIB
8 Posisi Tidur dan Efeknya Pada Kesehatan Tubuh
-
Ulasan Khas Alergi
Begini Caranya Dapat Momongan Ketika Punya Alergi Sperma
-
Ulasan Khas Alergi
Alergi Lateks, Salah Satu Penyebab Orang Malas Pakai Kondom
-
Ulasan Khas Alergi
Andai Semua Orang Alergi Uang, Masih Adakah Korupsi?
-
Ulasan Khas Alergi
Ini Dia 5 Pemicu Alergi pada Anak
-
Ulasan Khas Alergi
Waspadai, Ini Tandanya Tubuh Mengalami Alergi Cuaca
-
Ulasan Khas Alergi
Hati-hati Pilih Obat, Salah-salah Tidak Jadi Sembuh Malah Alergi
-
Ulasan Khas Alergi
Alergi Tak Bisa Sembuh, Hindari Pemicu Atau Malah Harus Dibiasakan?
-
Ulasan Khas Alergi
Lakukan Tes Ini Jika Curiga Punya Alergi
-
Selasa, 21/05/2013 12:24 WIB
8 Posisi Tidur dan Efeknya Pada Kesehatan Tubuh
-
Selasa, 21/05/2013 13:56 WIB
Tulang Kena Kanker, Rahang Wanita Ini Diganti Pakai 'Rantai Sepeda'
-
Selasa, 21/05/2013 13:09 WIB
Terkena Penyakit Kelamin Sejak Usia 14 Tahun, Apakah Berbahaya?
-
Selasa, 21/05/2013 10:24 WIB
Pasien Kena Masalah Pencernaan, Dokter Resepkan Oral Seks
-
Selasa, 21/05/2013 12:54 WIB
Bumbu Daging Dijual Sebagai Obat Kanker, Dokter Dipenjara 14 Tahun
-
Selasa, 21/05/2013 11:01 WIB
Gosokkan Pepperoni ke Kemaluan di Toko Kelontong, Pria Ini Diamankan
-
Selasa, 21/05/2013 11:26 WIB
'Singli' dan 'Singwah', Cara BAB Warga Jemaras Cirebon Sebelum Kenal WC
-
Selasa, 21/05/2013 12:01 WIB
Virus Mematikan Mirip SARS Asal Timur Tengah Diberi Nama MERS
-
9 Komentar
-
5 Komentar
-
4 Komentar
-
4 Komentar
-
3 Komentar
-
3 Komentar
-
3 Komentar
-
2 Komentar
-
Kalkulator Seks
Berapa Kali Anda Pernah Berhubungan Seks?
-
Kalkulator Lama Berhubungan Seks
Berapa Durasi Rata-rata Ketika Berhubungan Seks?
-
Kalkulator Masa Subur
Kapan Perkiraan Masa Paling Subur Anda?
Must Read
close
-
Senin, 20/05/2013 16:07 WIB
7 Malapetaka Paling Horor yang Menyerang Kemaluan Pria
-
Senin, 20/05/2013 15:24 WIB
Penderita Gangguan Jiwa di Indonesia Ada 1 Juta, Hanya 10% yang Berobat
- detikNews · Berita · Internasional · Kolom · Wawancara · Lapsus · Tokoh · Pro Kontra · Profil · Indeks
- detikSport · Basket · MotoGP · F1 · Raket · Sepakbola · Sport Lain · Galeri · Profil · Fans Area · Indeks
- Sepakbola · Italia · Inggris · Spanyol · Jerman · Indonesia · Uefa · Bola Dunia · Fans Area · Indeks
- detikOto · Mobil · Motor · Modifikasi · Tips & Trik · Konsultasi · Komunitas · OtoTest · Galeri · Video · Forum · Indeks
- detikHot · Celebs · Music · Movie · Art · Gallery · Profile · KPOP · Forum · Indeks
- detikInet · News · Gadget · Games · Fotostop · Klinik IT · Ngopi · Produk Pilihan · Forum · Indeks
- detikFinance · Ekonomi Bisnis · Finansial · Properti · Energi · Industri · Sosok · Peluang Usaha · Pajak · Konsultasi · Foto · TV · Indeks
- detikHealth · Health News · Sexual Health · Diet · Ibu & Anak · Konsultasi · Health Calculator · Foto Balita · Bank Nama Bayi
- detikTravel · Travel News · Destinations · Photos · d'Trips · Hotels · Flights · ACI · d'Travelers Stories
- Wolipop · Fashion · Photos · Beauty · Love & Sex · Home & Family · Wedding · Entertainment · Sale & Shop · Hot Guide · d'Lounge · Indeks
- detikFood · Resep · Tempat Makan · Kabar Kuliner · Halal · Komunitas · Forum · Konsultasi · Galeri · Indeks
- detikSurabaya · Berita · Bisnis · Society · Foto · TV · Indeks
- detikBandung · News · Sosok · Info · Pengalaman Anda · Lifestyle · Iklan Baris · Foto · TV · Info Iklan · Forum · Indeks
Iklan Baris · Blog · Forum · Kolom Kita · adPoint · Seremonia · Sindikasi · Info Iklan · Suara Pembaca · Surat dari Buncit · detikTV · Cari Alamat
Copyright © detikcom, All Rights Reserved · Redaksi · Pedoman Media Siber · Karir · Kotak Pos · Info Iklan · Disclaimer

Cek Masa Pertumbuhan Anak Anda






_7.gif)

