Gigi Manusia Zaman Batu Lebih Sehat daripada Gigi Manusia Modern
Kamis, 21/02/2013 13:01 WIB
(Foto: thinkstock)
Berita Lainnya
Jakarta, Meskipun manusia yang hidup di zaman batu belum mengenal pasta gigi dan dokter gigi, ternyata kesehatan gigi dan mulutnya jauh lebih baik dibanding manusia zaman sekarang. Hal ini disebabkan karena perubahan bakteri yang menghuni mulut manusia di setiap generasinya.
Peneliti menyatakan bahwa manusia masa kini lebih banyak menghadapi masalah kesehatan mulut dibandingkan dengan manusia yang hidup di zaman batu. Penurunan kesehatan mulut selama 7.500 tahun terakhir ini disebabkan karena perubahan bakteri mulut karena evolusi manusia dan industrialisasi.
Seperti dikutip dari HealthDay, Kamis (21/2/2013), hasil penelitian diterbitkan tanggal 18 Februari dalam jurnal Nature Genetics, yang menuliskan bahwa perubahan bakteri mulut tersebut telah menyebabkan berbagai masalah kesehatan mulut yang kronis.
"Komposisi bakteri mulut telah berubah secara signifikan seiring dengan dikenalnya ilmu pertanian sekitar 150 tahun yang lalu," jelas Alan Cooper, pemimpin studi dan profesor di University of Adelaide's Australian Centre for Ancient DNA.
Setelah manusia mengenal gula dan tepung olahan dalam industri pangan, para peneliti melihat bahwa mulai ada keragaman bakteri yang menghuni mulut manusia. Keberadaan bakteri yang beragam tersbeut memungkinkan manusia mengalami beberapa masalah pada mulut, misalnya seperti gigi berlubang.
Tim peneliti juga meneliti DNA dari tartar (plak gigi) 34 kerangka manusia purba yang telah diawetkan. Kerangka manusia purba tersebut ditemukan di Eropa bagian utara.
Dari sampel tersebut, peneliti dapat menganalisis tentang bagaimana bakteri mulut telah berubah sejak dari zaman batu, masa berburu dan meramu di abad pertengahan, hingga masa dimana manusia mulai mengenal makanan.
"Plak gigi merupakan satu-satunya obyek penelitian yang mudah diakses untuk mengetahui bakteri yang menghuni mulut manusia zaman dahulu. Analisis genetik plak dapat menunjukkan dampak pola makan, perubahan kesehatan, dan evolusi genom patogen lisan terhadap kesehatannya di masa itu," kata Christina Adler, penulis studi dari University of Sydney.
Cooper menambahkan bahwa perubahan bakteri tersebut juga disebabkan karena evolusi perilaku manusia dan konsumsi makanan tertentu yang berdampak negatif terhadap kesehatan mulut. Penelitian tersebut sedang diperluas agar mencakup periode lainnya, daerah lain di dunia, dan spesies manusia purba lainnya.
(vta/vta)
Peneliti menyatakan bahwa manusia masa kini lebih banyak menghadapi masalah kesehatan mulut dibandingkan dengan manusia yang hidup di zaman batu. Penurunan kesehatan mulut selama 7.500 tahun terakhir ini disebabkan karena perubahan bakteri mulut karena evolusi manusia dan industrialisasi.
Seperti dikutip dari HealthDay, Kamis (21/2/2013), hasil penelitian diterbitkan tanggal 18 Februari dalam jurnal Nature Genetics, yang menuliskan bahwa perubahan bakteri mulut tersebut telah menyebabkan berbagai masalah kesehatan mulut yang kronis.
"Komposisi bakteri mulut telah berubah secara signifikan seiring dengan dikenalnya ilmu pertanian sekitar 150 tahun yang lalu," jelas Alan Cooper, pemimpin studi dan profesor di University of Adelaide's Australian Centre for Ancient DNA.
Setelah manusia mengenal gula dan tepung olahan dalam industri pangan, para peneliti melihat bahwa mulai ada keragaman bakteri yang menghuni mulut manusia. Keberadaan bakteri yang beragam tersbeut memungkinkan manusia mengalami beberapa masalah pada mulut, misalnya seperti gigi berlubang.
Tim peneliti juga meneliti DNA dari tartar (plak gigi) 34 kerangka manusia purba yang telah diawetkan. Kerangka manusia purba tersebut ditemukan di Eropa bagian utara.
Dari sampel tersebut, peneliti dapat menganalisis tentang bagaimana bakteri mulut telah berubah sejak dari zaman batu, masa berburu dan meramu di abad pertengahan, hingga masa dimana manusia mulai mengenal makanan.
"Plak gigi merupakan satu-satunya obyek penelitian yang mudah diakses untuk mengetahui bakteri yang menghuni mulut manusia zaman dahulu. Analisis genetik plak dapat menunjukkan dampak pola makan, perubahan kesehatan, dan evolusi genom patogen lisan terhadap kesehatannya di masa itu," kata Christina Adler, penulis studi dari University of Sydney.
Cooper menambahkan bahwa perubahan bakteri tersebut juga disebabkan karena evolusi perilaku manusia dan konsumsi makanan tertentu yang berdampak negatif terhadap kesehatan mulut. Penelitian tersebut sedang diperluas agar mencakup periode lainnya, daerah lain di dunia, dan spesies manusia purba lainnya.
(vta/vta)
Baca Juga
- Gigi Kuning Tidak Sehat? Ah, Belum Tentu
- Infeksi Otak Karena Sakit Gigi? Tak Semua Mengalami, Tapi Perlu Diwaspadai
- Selilitan: Dikorek dengan Tusuk Gigi, Lalu Dibuang atau Ditelan?
- Gampang-gampang Susah Mengatasi Gigi Selilitan
- Selilitan, Istilah Awam untuk Food Impaction
- 6 Lagu Terbaik untuk Gosok Gigi, Gangnam Style Posisi Teratas
Foto Terkait
Komentar (0 Komentar)
Twitter Recommendation
-
Senin,20/05/2013 14:38 WIB
Manusia 'Mesin Kupas Kelapa', 50 Tahun Mengupas Kelapa dengan Giginya
-
Senin,20/05/2013 14:00 WIB
Hii, Tas Tangan Kulit Lebih Berkuman daripada Toilet Duduk
-
Senin,20/05/2013 13:50 WIB
Sering Kagetan Saat Tidur, Bagaimana Mengatasinya?
-
Senin,20/05/2013 13:32 WIB
Akhirnya Bocah Ini Pulih Setelah Koma Akibat Tertabrak Mobil
-
Senin,20/05/2013 13:19 WIB
Ini Daftar Pengobatan Rumahan yang Aneh Tapi Efektif
-
Senin,20/05/2013 13:18 WIB
Kena Eksim, Sudah Berkali-kali ke Dokter Tapi Tak Kunjung Sembuh
-
Ulasan Khas Alergi
Begini Caranya Dapat Momongan Ketika Punya Alergi Sperma
-
Ulasan Khas Alergi
Alergi Lateks, Salah Satu Penyebab Orang Malas Pakai Kondom
-
Ulasan Khas Alergi
Andai Semua Orang Alergi Uang, Masih Adakah Korupsi?
-
Ulasan Khas Alergi
Ini Dia 5 Pemicu Alergi pada Anak
-
Ulasan Khas Alergi
Waspadai, Ini Tandanya Tubuh Mengalami Alergi Cuaca
-
Ulasan Khas Alergi
Hati-hati Pilih Obat, Salah-salah Tidak Jadi Sembuh Malah Alergi
-
Ulasan Khas Alergi
Alergi Tak Bisa Sembuh, Hindari Pemicu Atau Malah Harus Dibiasakan?
-
Ulasan Khas Alergi
Lakukan Tes Ini Jika Curiga Punya Alergi
-
Senin, 20/05/2013 12:00 WIB
Siapa Sangka 7 Hal Ini Bisa Bikin Gemuk
-
Senin, 20/05/2013 13:48 WIB
Sering Kagetan Saat Tidur, Bagaimana Mengatasinya?
-
Senin, 20/05/2013 11:00 WIB
Laporan dari Singapura
Inilah 'Tulisan' yang Membuat Kening Dokter Berkerut
-
Senin, 20/05/2013 13:26 WIB
Akhirnya Bocah Ini Pulih Setelah Koma Akibat Tertabrak Mobil
-
Senin, 20/05/2013 12:14 WIB
Minum Susu Setelah Makan Semangka Berakibat Buruk, Mitos atau Fakta?
-
Senin, 20/05/2013 13:19 WIB
Ini Daftar Pengobatan Rumahan yang Aneh Tapi Efektif
-
Senin, 20/05/2013 11:31 WIB
Takut Telanjang Meski Saat Sendirian? Mungkin Ini Sebabnya
-
Senin, 20/05/2013 13:00 WIB
Studi: Asma Tak Mudah Kambuh Jika Pasien Rajin Berjemur
-
10 Komentar
-
5 Komentar
-
5 Komentar
-
5 Komentar
-
4 Komentar
-
4 Komentar
-
3 Komentar
-
3 Komentar
-
Kalkulator Seks
Berapa Kali Anda Pernah Berhubungan Seks?
-
Kalkulator Lama Berhubungan Seks
Berapa Durasi Rata-rata Ketika Berhubungan Seks?
-
Kalkulator Masa Subur
Kapan Perkiraan Masa Paling Subur Anda?
Must Read
close
-
Senin, 20/05/2013 07:03 WIB
Alasan Unik untuk Bolos: Jari Pegal-pegal Hingga Cedera Seks
-
Minggu, 19/05/2013 14:03 WIB
Sebelum Anak Leukimia Diobati dengan Stem Cell, Pikirlah Sekali Lagi
- detikNews · Berita · Internasional · Kolom · Wawancara · Lapsus · Tokoh · Pro Kontra · Profil · Indeks
- detikSport · Basket · MotoGP · F1 · Raket · Sepakbola · Sport Lain · Galeri · Profil · Fans Area · Indeks
- Sepakbola · Italia · Inggris · Spanyol · Jerman · Indonesia · Uefa · Bola Dunia · Fans Area · Indeks
- detikOto · Mobil · Motor · Modifikasi · Tips & Trik · Konsultasi · Komunitas · OtoTest · Galeri · Video · Forum · Indeks
- detikHot · Celebs · Music · Movie · Art · Gallery · Profile · KPOP · Forum · Indeks
- detikInet · News · Gadget · Games · Fotostop · Klinik IT · Ngopi · Produk Pilihan · Forum · Indeks
- detikFinance · Ekonomi Bisnis · Finansial · Properti · Energi · Industri · Sosok · Peluang Usaha · Pajak · Konsultasi · Foto · TV · Indeks
- detikHealth · Health News · Sexual Health · Diet · Ibu & Anak · Konsultasi · Health Calculator · Foto Balita · Bank Nama Bayi
- detikTravel · Travel News · Destinations · Photos · d'Trips · Hotels · Flights · ACI · d'Travelers Stories
- Wolipop · Fashion · Photos · Beauty · Love & Sex · Home & Family · Wedding · Entertainment · Sale & Shop · Hot Guide · d'Lounge · Indeks
- detikFood · Resep · Tempat Makan · Kabar Kuliner · Halal · Komunitas · Forum · Konsultasi · Galeri · Indeks
- detikSurabaya · Berita · Bisnis · Society · Foto · TV · Indeks
- detikBandung · News · Sosok · Info · Pengalaman Anda · Lifestyle · Iklan Baris · Foto · TV · Info Iklan · Forum · Indeks
Iklan Baris · Blog · Forum · Kolom Kita · adPoint · Seremonia · Sindikasi · Info Iklan · Suara Pembaca · Surat dari Buncit · detikTV · Cari Alamat
Copyright © detikcom, All Rights Reserved · Redaksi · Pedoman Media Siber · Karir · Kotak Pos · Info Iklan · Disclaimer

Cek Masa Pertumbuhan Anak Anda






_7.gif)

