Ini Pendapat Menkes Tentang Metode 'Cuci Otak' Ala dr Terawan
Kamis, 21/02/2013 15:53 WIB
ilustrasi (Foto: Thinkstock)
Berita Lainnya
Praktik Lebih dari 8 Jam per Hari Bisa Jadi Penyakit Bagi Dokter
Ini Rahasia Rumah Sakit Singapura Bisa Menjadi Rujukan Internasional
Tak Cuma di Puskesmas, Periksa di Dokter Praktik pun Nantinya Gratis
Kampanye Anti Rokok, Kepentingan Siapa? Ini Jawaban IDI
Suntik Stem Cell untuk Remajakan Kulit Tidak Direkomendasikan
Jakarta, Beberapa waktu lalu, Menteri BUMN Dahlan Iskan sempat menuturkan manfaat metode cuci otak yang dilakukan Dokter Terawan. Menurut pengakuannya, Dahlan merasakan pikirannya menjadi jernih dan segar usai menjalani metode tersebut.
Sebenarnya metode cuci otak Dokter Terawan masih memicu kontroversial di kalangan medis. Para dokter masih terbelah pendapatnya. Masih banyak dokter yang belum bisa menerimanya sebagai bagian dari medical treatment. Bagaimana pendapat Menteri Kesehatan mengenai hal itu?
"Sekarang yang dilihat adalah ada manfaat tidak? Kedua, apakah itu aman untuk pasien? Oleh karena itu harus ditulis hasilnya supaya bisa kita lihat dari sekian ribu orang yang sudah dilakukan, yang mendapat manfaat berapa banyak dan apakah ada yang mengalami side effect," kata Menteri Kesehatan, Nafsiah Mboi kepada pers, Kamis (21/2/2013).
Menkes mengemukakan pernyatan tersebut di sela-sela acara Seminar berjudul 'Cancer: Did You Know' di gedung Kementerian Kesehatan RI. Dokter Terawan sendiri adalah seorang ahli radiologi berumur 48 tahun yang bermitra dengan dokter Tugas, ahli syaraf yang berumur 49 tahun.
Metodenya yang disebut 'cuci otak' ini dilakukan di RSPAD Gatot Subroto, Jakarta. Menurut Dahlan Iskan yang sempat mencoba metode ini, kebanyakan pasien yang datang ke sana bukanlah orang yang sakit, melainkan melakukannya sebagai tindakan pencegahan. Biayanya juga terbilang mahal, yaitu sekitar Rp 100 juta.
"Sampai saat ini, laporannya adalah sebagian besar mendapat manfaat. Memang ada yang tidak begitu besar manfaatnya. Kedua, belum ada sampai saat ini dari sekian ribu yang telah dilakukan ada side effect atau dampak buruknya. Tentu ini harus dibahas bersama dengan organisasi profesi dan para ilmuwan," papar Menkes.
(pah/vta)
Sebenarnya metode cuci otak Dokter Terawan masih memicu kontroversial di kalangan medis. Para dokter masih terbelah pendapatnya. Masih banyak dokter yang belum bisa menerimanya sebagai bagian dari medical treatment. Bagaimana pendapat Menteri Kesehatan mengenai hal itu?
"Sekarang yang dilihat adalah ada manfaat tidak? Kedua, apakah itu aman untuk pasien? Oleh karena itu harus ditulis hasilnya supaya bisa kita lihat dari sekian ribu orang yang sudah dilakukan, yang mendapat manfaat berapa banyak dan apakah ada yang mengalami side effect," kata Menteri Kesehatan, Nafsiah Mboi kepada pers, Kamis (21/2/2013).
Menkes mengemukakan pernyatan tersebut di sela-sela acara Seminar berjudul 'Cancer: Did You Know' di gedung Kementerian Kesehatan RI. Dokter Terawan sendiri adalah seorang ahli radiologi berumur 48 tahun yang bermitra dengan dokter Tugas, ahli syaraf yang berumur 49 tahun.
Metodenya yang disebut 'cuci otak' ini dilakukan di RSPAD Gatot Subroto, Jakarta. Menurut Dahlan Iskan yang sempat mencoba metode ini, kebanyakan pasien yang datang ke sana bukanlah orang yang sakit, melainkan melakukannya sebagai tindakan pencegahan. Biayanya juga terbilang mahal, yaitu sekitar Rp 100 juta.
"Sampai saat ini, laporannya adalah sebagian besar mendapat manfaat. Memang ada yang tidak begitu besar manfaatnya. Kedua, belum ada sampai saat ini dari sekian ribu yang telah dilakukan ada side effect atau dampak buruknya. Tentu ini harus dibahas bersama dengan organisasi profesi dan para ilmuwan," papar Menkes.
(pah/vta)
Baca Juga
- Menkes: RS Tidak Diperbolehkan Menolak Pasien Gawat Darurat
- Jangan Khawatir, Pasien Radang Selaput Otak Bisa Sembuh Total
- Ini Alasan Mengapa Beberapa Orang Memiliki Otak Lemot
- Kunci Kelanggengan Pasangan Ada di Otaknya
- Penyakit Misterius yang Merusak Otak Bikin Mereka Dikira Gila
- Otak Pasien Disetrum, Depresi Berat Pun Minggat
Foto Terkait
Komentar (0 Komentar)
Twitter Recommendation
-
Senin,20/05/2013 13:19 WIB
Ini Daftar Pengobatan Rumahan yang Aneh Tapi Efektif
-
Senin,20/05/2013 13:00 WIB
Studi: Asma Tak Mudah Kambuh Jika Pasien Rajin Berjemur
-
Senin,20/05/2013 12:41 WIB
16 RS Swasta DKI Mundur dari KJS, Kadinkes: Mereka Tak Disubsidi APBD/N
-
Senin,20/05/2013 12:17 WIB
Minum Susu Setelah Makan Semangka Berakibat Buruk, Mitos atau Fakta?
-
Senin,20/05/2013 12:00 WIB
Siapa Sangka 7 Hal Ini Bisa Bikin Gemuk
-
Senin,20/05/2013 11:45 WIB
Pasang Balon Pasca Penyempitan Jantung, Bagaimana Perawatannya?
-
Ulasan Khas Alergi
Begini Caranya Dapat Momongan Ketika Punya Alergi Sperma
-
Ulasan Khas Alergi
Alergi Lateks, Salah Satu Penyebab Orang Malas Pakai Kondom
-
Ulasan Khas Alergi
Andai Semua Orang Alergi Uang, Masih Adakah Korupsi?
-
Ulasan Khas Alergi
Ini Dia 5 Pemicu Alergi pada Anak
-
Ulasan Khas Alergi
Waspadai, Ini Tandanya Tubuh Mengalami Alergi Cuaca
-
Ulasan Khas Alergi
Hati-hati Pilih Obat, Salah-salah Tidak Jadi Sembuh Malah Alergi
-
Ulasan Khas Alergi
Alergi Tak Bisa Sembuh, Hindari Pemicu Atau Malah Harus Dibiasakan?
-
Ulasan Khas Alergi
Lakukan Tes Ini Jika Curiga Punya Alergi
-
Senin, 20/05/2013 11:00 WIB
Laporan dari Singapura
Inilah 'Tulisan' yang Membuat Kening Dokter Berkerut
-
Senin, 20/05/2013 12:00 WIB
Siapa Sangka 7 Hal Ini Bisa Bikin Gemuk
-
Senin, 20/05/2013 11:31 WIB
Takut Telanjang Meski Saat Sendirian? Mungkin Ini Sebabnya
-
Senin, 20/05/2013 12:14 WIB
Minum Susu Setelah Makan Semangka Berakibat Buruk, Mitos atau Fakta?
-
Senin, 20/05/2013 09:59 WIB
Laporan dari Singapura
Ini Rahasia Rumah Sakit Singapura Bisa Menjadi Rujukan Internasional
-
Senin, 20/05/2013 13:00 WIB
Studi: Asma Tak Mudah Kambuh Jika Pasien Rajin Berjemur
-
Senin, 20/05/2013 09:30 WIB
Tak Cuma di Puskesmas, Periksa di Dokter Praktik pun Nantinya Gratis
-
Senin, 20/05/2013 10:31 WIB
Praktik Lebih dari 8 Jam per Hari Bisa Jadi Penyakit Bagi Dokter
-
10 Komentar
-
5 Komentar
-
5 Komentar
-
5 Komentar
-
4 Komentar
-
4 Komentar
-
3 Komentar
-
3 Komentar
-
Kalkulator Seks
Berapa Kali Anda Pernah Berhubungan Seks?
-
Kalkulator Lama Berhubungan Seks
Berapa Durasi Rata-rata Ketika Berhubungan Seks?
-
Kalkulator Masa Subur
Kapan Perkiraan Masa Paling Subur Anda?
Must Read
close
-
Senin, 20/05/2013 07:03 WIB
Alasan Unik untuk Bolos: Jari Pegal-pegal Hingga Cedera Seks
-
Minggu, 19/05/2013 14:03 WIB
Sebelum Anak Leukimia Diobati dengan Stem Cell, Pikirlah Sekali Lagi
- detikNews · Berita · Internasional · Kolom · Wawancara · Lapsus · Tokoh · Pro Kontra · Profil · Indeks
- detikSport · Basket · MotoGP · F1 · Raket · Sepakbola · Sport Lain · Galeri · Profil · Fans Area · Indeks
- Sepakbola · Italia · Inggris · Spanyol · Jerman · Indonesia · Uefa · Bola Dunia · Fans Area · Indeks
- detikOto · Mobil · Motor · Modifikasi · Tips & Trik · Konsultasi · Komunitas · OtoTest · Galeri · Video · Forum · Indeks
- detikHot · Celebs · Music · Movie · Art · Gallery · Profile · KPOP · Forum · Indeks
- detikInet · News · Gadget · Games · Fotostop · Klinik IT · Ngopi · Produk Pilihan · Forum · Indeks
- detikFinance · Ekonomi Bisnis · Finansial · Properti · Energi · Industri · Sosok · Peluang Usaha · Pajak · Konsultasi · Foto · TV · Indeks
- detikHealth · Health News · Sexual Health · Diet · Ibu & Anak · Konsultasi · Health Calculator · Foto Balita · Bank Nama Bayi
- detikTravel · Travel News · Destinations · Photos · d'Trips · Hotels · Flights · ACI · d'Travelers Stories
- Wolipop · Fashion · Photos · Beauty · Love & Sex · Home & Family · Wedding · Entertainment · Sale & Shop · Hot Guide · d'Lounge · Indeks
- detikFood · Resep · Tempat Makan · Kabar Kuliner · Halal · Komunitas · Forum · Konsultasi · Galeri · Indeks
- detikSurabaya · Berita · Bisnis · Society · Foto · TV · Indeks
- detikBandung · News · Sosok · Info · Pengalaman Anda · Lifestyle · Iklan Baris · Foto · TV · Info Iklan · Forum · Indeks
Iklan Baris · Blog · Forum · Kolom Kita · adPoint · Seremonia · Sindikasi · Info Iklan · Suara Pembaca · Surat dari Buncit · detikTV · Cari Alamat
Copyright © detikcom, All Rights Reserved · Redaksi · Pedoman Media Siber · Karir · Kotak Pos · Info Iklan · Disclaimer

Cek Masa Pertumbuhan Anak Anda






_7.gif)

