Menkes: Kanker Payudara dan Kanker Serviks Nomor 1 di Indonesia
Kamis, 21/02/2013 16:39 WIB
ilustrasi (Foto: Thinkstock)
Berita Lainnya
Jakarta, Selain penyakit jantung dan penyakit degeneratif lainnya, kanker masuk dalam daftar penyakit yang paling banyak memakan korban jiwa di Indonesia. Kasus kanker juga belakangan mulai mengalami kenaikan, entah karena banyak yang mulai dideteksi atau karena memang jumlah penderitanya bertambah banyak.
"Kanker paling banyak di Indonesia atau yang nomor satu pembunuh di Indonesia adalah kanker payudara dan serviks. Kalau kanker yang paling banyak dialami pria adalah kanker paru-paru dan kanker prostat," kata Menteri Kesehatan, Nafsiah Mboi dalam acara Seminar berjudul 'Cancer: Did You Know' di gedung Kementerian Kesehatan RI, Jl. H.R. Rasuna Said, Kamis (21/2/2013).
Sedangkan pada anak-anak, Menkes menerangkan bahwa kanker yang paling banyak menyerang adalah leukimia atau kanker darah. Tak hanya itu, kasus kanker saluran pencernaan juga mulai mengalami peningkatan yang signifikan. Untungnya sebagian besar kanker bisa dicegah.
Semenjak diberlakukannya Jamkesmas (Jaminan Kesehatan Masyarakat), warga yang kurang mampu bisa mendapatkan pengobatan kanker secara gratis di rumah sakit yang ditunjuk pemerintah. Jaminan ini juga akan tercakup dalam Sistem Jaminan Sosial Nasional (SJSN) yang mulai berlaku di tahun 2014 nanti.
"Jadi mengapa kita membiarkan ada begitu banyak kanker di Indonesia sehingga biaya pengobatan untuk SJSN luar biasa besarnya?" tanya Menkes.
Menkes menjelaskan bahwa kanker serviks bisa dicegah dengan melakukan hidup bersih dan sehat. Misalnya dibiasakan membersihkan kloset sebelum memakainya, apalagi pada perempuan. Kanker serviks pada usia muda juga bisa disebabkan karena hubungan seks berisiko dan sering gonta-ganti pasangan.
"Virus HPV penyebab kanker serviks itu berdekatan dengan HIV. Jadi melakukan perilaku yang berisiko menularkan HIV juga bisa berisiko menularkan HPV. Upaya pencegahan penyebaran virus HIV juga bisa mencegah penyebaran HPV," terang Menkes.
Pada kanker payudara, tingginya angka kematian disebabkan karena penyakitnya terlambat dikenali. Pengobatan yang akan dilakukan pada akhirnya tidak banyak membantu karena kanker sudah masuk ke tahap lanjut hingga mengalami metastasis atau menyebar.
Diagnosa dini dan pengobatan sedini mungkin bisa menyelamatkan nyawa dan mendapatkan pengobatan secara komprehensif. Beberapa tahun yang lalu mungkin kanker seolah-olah identik dengan vonis mati. Tapi, Menkes menegaskan bahwa kanker bisa diobati.
(pah/vta)
"Kanker paling banyak di Indonesia atau yang nomor satu pembunuh di Indonesia adalah kanker payudara dan serviks. Kalau kanker yang paling banyak dialami pria adalah kanker paru-paru dan kanker prostat," kata Menteri Kesehatan, Nafsiah Mboi dalam acara Seminar berjudul 'Cancer: Did You Know' di gedung Kementerian Kesehatan RI, Jl. H.R. Rasuna Said, Kamis (21/2/2013).
Sedangkan pada anak-anak, Menkes menerangkan bahwa kanker yang paling banyak menyerang adalah leukimia atau kanker darah. Tak hanya itu, kasus kanker saluran pencernaan juga mulai mengalami peningkatan yang signifikan. Untungnya sebagian besar kanker bisa dicegah.
Semenjak diberlakukannya Jamkesmas (Jaminan Kesehatan Masyarakat), warga yang kurang mampu bisa mendapatkan pengobatan kanker secara gratis di rumah sakit yang ditunjuk pemerintah. Jaminan ini juga akan tercakup dalam Sistem Jaminan Sosial Nasional (SJSN) yang mulai berlaku di tahun 2014 nanti.
"Jadi mengapa kita membiarkan ada begitu banyak kanker di Indonesia sehingga biaya pengobatan untuk SJSN luar biasa besarnya?" tanya Menkes.
Menkes menjelaskan bahwa kanker serviks bisa dicegah dengan melakukan hidup bersih dan sehat. Misalnya dibiasakan membersihkan kloset sebelum memakainya, apalagi pada perempuan. Kanker serviks pada usia muda juga bisa disebabkan karena hubungan seks berisiko dan sering gonta-ganti pasangan.
"Virus HPV penyebab kanker serviks itu berdekatan dengan HIV. Jadi melakukan perilaku yang berisiko menularkan HIV juga bisa berisiko menularkan HPV. Upaya pencegahan penyebaran virus HIV juga bisa mencegah penyebaran HPV," terang Menkes.
Pada kanker payudara, tingginya angka kematian disebabkan karena penyakitnya terlambat dikenali. Pengobatan yang akan dilakukan pada akhirnya tidak banyak membantu karena kanker sudah masuk ke tahap lanjut hingga mengalami metastasis atau menyebar.
Diagnosa dini dan pengobatan sedini mungkin bisa menyelamatkan nyawa dan mendapatkan pengobatan secara komprehensif. Beberapa tahun yang lalu mungkin kanker seolah-olah identik dengan vonis mati. Tapi, Menkes menegaskan bahwa kanker bisa diobati.
(pah/vta)
Baca Juga
- Ini Pendapat Menkes Tentang Metode 'Cuci Otak' Ala dr Terawan
- Menkes: RS Tidak Diperbolehkan Menolak Pasien Gawat Darurat
- Seragam Sekolah di China Ditarik karena Mengandung Pemicu Kanker
- dr Maria Ajak Pasien Kanker Stadium Lanjut 'Berteman' dengan Penyakitnya
- Di Australia dan AS, Gen Manusia Bisa Didaftarkan Hak Patennya
- Kisah Cancer Survivor: Masih Untung Saya Kehilangan 1 Kaki, Bukan 2
Foto Terkait
Komentar (0 Komentar)
Twitter Recommendation
-
Kamis,23/05/2013 12:30 WIB
Waspada, Migrain Plus Depresi Bikin Volume Otak Mengkerut
-
Kamis,23/05/2013 12:17 WIB
Mana yang Lebih Bagus, Sarapan Oatmeal atau Buah-buahan?
-
Kamis,23/05/2013 12:02 WIB
Tak Punya Batang Tenggorok, Nyawa Bayi Selamat Berkat Pipa Plastik
-
Kamis,23/05/2013 11:49 WIB
Jantung Terasa Ditusuk Ternyata Bocor Halus, Berbahayakah?
-
Kamis,23/05/2013 11:34 WIB
Kaki Manusia Dihuni Oleh 80 Jenis Jamur yang Berbeda
-
Kamis,23/05/2013 11:00 WIB
Perilaku Kasar pada Anak akan Diingat Hingga Dewasa
-
Ulasan Khas Mata Sehat
Ini Gangguan Mata yang Bisa Dialami Ibu Hamil
-
Ulasan Khas Mata Sehat
Jangan Biarkan Cacing Mata Bersemayam di Mata Anda
-
Ulasan Khas Mata Sehat
Mata Anda Lelah? Langkah Ini Bakal Bikin Rileks
-
Ulasan Khas Mata Sehat
Katarak dan Glaukoma, Penyakit yang Bisa Sebabkan Kebutaan
-
Ulasan Khas Mata Sehat
Perhatikan Hal Ini Agar Mata Tak Iritasi karena Lensa Kontak
-
Ulasan Khas Mata Sehat
Ini Akibatnya Jika 'Si Mata Empat' Malas Pakai Kacamata
-
Ulasan Khas Mata Sehat
Kenalilah, Kelainan Mata yang Bisa Terjadi pada Anak
-
Ulasan Khas Mata Sehat
Katakan Cinta pada Mata dengan Cara Ini
-
Kamis, 23/05/2013 10:28 WIB
Lupakan Obat, Sakit Kepala Bisa Dikontrol dengan Pikiran! Begini Caranya
-
Kamis, 23/05/2013 11:00 WIB
Perilaku Kasar pada Anak akan Diingat Hingga Dewasa
-
Kamis, 23/05/2013 11:49 WIB
Jantung Terasa Ditusuk Ternyata Bocor Halus, Berbahayakah?
-
Kamis, 23/05/2013 11:26 WIB
Kaki Manusia Dihuni Oleh 80 Jenis Jamur yang Berbeda
-
Kamis, 23/05/2013 08:58 WIB
Ibu Hamil Harus Banyak Makan Yodium Jika Ingin Anaknya Ber-IQ Tinggi
-
Kamis, 23/05/2013 08:23 WIB
Pria Tampan Tak Mudah Kena Flu
-
Kamis, 23/05/2013 09:20 WIB
Ini Museum-museum Medis Paling Aneh Sedunia
-
Kamis, 23/05/2013 11:53 WIB
Tak Punya Batang Tenggorok, Nyawa Bayi Selamat Berkat Pipa Plastik
-
10 Komentar
-
9 Komentar
-
7 Komentar
-
5 Komentar
-
5 Komentar
-
4 Komentar
-
4 Komentar
-
3 Komentar
-
Kalkulator Seks
Berapa Kali Anda Pernah Berhubungan Seks?
-
Kalkulator Lama Berhubungan Seks
Berapa Durasi Rata-rata Ketika Berhubungan Seks?
-
Kalkulator Masa Subur
Kapan Perkiraan Masa Paling Subur Anda?
Must Read
close
-
Rabu, 22/05/2013 15:30 WIB
Jaga Kesehatan Otak, Adaptasi Kebiasaan Makan ala Orang Spanyol Ini
-
Rabu, 22/05/2013 15:14 WIB
Kisah Ibu Muda Penderita 8 Tumor yang Bisa Diwarisi pada Anaknya
- detikNews · Berita · Internasional · Kolom · Wawancara · Lapsus · Tokoh · Pro Kontra · Profil · Indeks
- detikSport · Basket · MotoGP · F1 · Raket · Sepakbola · Sport Lain · Galeri · Profil · Fans Area · Indeks
- Sepakbola · Italia · Inggris · Spanyol · Jerman · Indonesia · Uefa · Bola Dunia · Fans Area · Indeks
- detikOto · Mobil · Motor · Modifikasi · Tips & Trik · Konsultasi · Komunitas · OtoTest · Galeri · Video · Forum · Indeks
- detikHot · Celebs · Music · Movie · Art · Gallery · Profile · KPOP · Forum · Indeks
- detikInet · News · Gadget · Games · Fotostop · Klinik IT · Ngopi · Produk Pilihan · Forum · Indeks
- detikFinance · Ekonomi Bisnis · Finansial · Properti · Energi · Industri · Sosok · Peluang Usaha · Pajak · Konsultasi · Foto · TV · Indeks
- detikHealth · Health News · Sexual Health · Diet · Ibu & Anak · Konsultasi · Health Calculator · Foto Balita · Bank Nama Bayi
- detikTravel · Travel News · Destinations · Photos · d'Trips · Hotels · Flights · ACI · d'Travelers Stories
- Wolipop · Fashion · Photos · Beauty · Love & Sex · Home & Family · Wedding · Entertainment · Sale & Shop · Hot Guide · d'Lounge · Indeks
- detikFood · Resep · Tempat Makan · Kabar Kuliner · Halal · Komunitas · Forum · Konsultasi · Galeri · Indeks
- detikSurabaya · Berita · Bisnis · Society · Foto · TV · Indeks
- detikBandung · News · Sosok · Info · Pengalaman Anda · Lifestyle · Iklan Baris · Foto · TV · Info Iklan · Forum · Indeks
Iklan Baris · Blog · Forum · Kolom Kita · adPoint · Seremonia · Sindikasi · Info Iklan · Suara Pembaca · Surat dari Buncit · detikTV · Cari Alamat
Copyright © detikcom, All Rights Reserved · Redaksi · Pedoman Media Siber · Karir · Kotak Pos · Info Iklan · Disclaimer

Cek Masa Pertumbuhan Anak Anda







_7.gif)

