detikhealth

Ini Sebabnya Ada Orang yang Suka Olahraga dan Ada yang Tidak

Putro Agus Harnowo - detikHealth
Senin, 25/02/2013 07:04 WIB
Ini Sebabnya Ada Orang yang Suka Olahraga dan Ada yang TidakIlustrasi (dok: Thinkstock)
Jakarta, Kalau menyangkut masalah olahraga, pendapat orang tentu berbeda-beda. Sebagian besar orang mungkin sudah mengetahui manfaat olahraga bagi kesehatan, tapi baru segelintir saja yang benar-benar rajin menerapkannya.

Para ilmuwan melihat proses biologis dan kimia tubuh untuk mencari petunjuk guna memahami apa yang terjadi di balik perbedaan sikap mengenai olahraga. Nampaknya ada faktor lain selain motivasi dan kedisiplinan untuk menjelaskan mengapa beberapa orang suka berolahraga dan lainnya tidak.

"Setiap orang memiliki kapasitas fisik yang membuat tubuh mulai mengalami stres dan merasa tidak nyaman. Sebagian besar berasal dari faktor genetik, misalnya kapasitas paru-paru, transportasi oksigen dan tingkat penggunaan oksigen pada sel otot. Perkiraannya bervariasi dari 10% - 50%," kata Panteleimon Ekkekakis, profesor kinesiologi di Iowa State University seperti dilansir Wall Street Journal, Senin (25/2/2013).

Menurut Ekkakakis, ada orang yang jarang bergerak lalu mencoba melakukan olahraga sampai melampaui jangkauan kemampuan tubuhnya sendiri. Akibatnya, hal itu membuat mereka membenci olahraga dan segera ingin berhenti. Ekkakakis menyebutnya dengan 'ventilatory threshold'.

Umumnya ketika seseorang bernapas, jumlah karbon dioksida yang dihembuskan sama dengan jumlah oksigen yang dihirup. Tapi pada ventilatory treshold, pelepasan karbon dioksida melebihi asupan oksigen. Pelepasan kelebihan karbon dioksida adalah tanda bahwa otot-otot menjadi lebih asam dan membuat tubuh stres.

Porsi ventilatory treshold bagi kebanyakan orang adalah sekitar 50% - 60% dari kapasitas maksimumnya, tapi ada juga orang yang memiliki variasi berbeda. Untuk atlet elit, angkanya mungkin bisa sampai setinggi 80%, sedangkan pada orang yang tak banyak bergerak mungkin hanya 35%.

Dalam penelitiannya, dr Ekkekakis menemukan bahwa beberapa individu obesitas mencapai ventilatory treshold-nya setelah berlari selama 1 menit di atas treadmill dengan kecepatan lambat. Bahkan ada beberapa wanita yang sudah mencapai kapasitas maksimumnya hanya dengan mencuci piring atau memasak.

"Ini berarti bahwa meskipun banyak teknik penurunan berat badan menyarankan berjalan sebagai bentuk utama dari aktivitas fisik, hal itu mungkin masih dirasa terlalu sulit bagi banyak orang," ungkap dr Ekkakis.

Dengan menggunakan trik seperti mendengarkan musik, seseorang bisa tetap merasa baik bahkan sedikit melewati ventilatory treshold-nya. Namun ketika mendekati kapasitas maksimumnya, kemunculan reaksi yang tak menyenangkan bagi tubuh tidak dapat dihindari.

Ventilatory treshold dan kapasitas maksimal tubuh sebenarnya dapat perlahan-lahan ditingkatkan. Untuk dapat melakukannya, dibutuhkan pengalaman yang cukup positif agar dapat tetap rutin melakukan olahraga dari waktu ke waktu sampai benar-benar meningkat ambang batasnya.


(pah/vit)


Punya pengalaman diet yang menginspirasi ? Ceritakan pengalamanmu disini


Konsultasi Kesehatan Kirim KonsultasiIndeks


Kalkulator Sehat indeks »
Database Dokter Obat Penyakit