detikhealth

Perubahan Iklim Bisa Ancam Produktivitas Pekerja

Linda Mayasari - detikHealth
Rabu, 27/02/2013 07:01 WIB
Halaman 1 dari 2
(Foto: thinkstock)
Jakarta, Perubahan iklim dapat menimbulkan kekhawatiran terhadap terjadinya bencana seperti angin topan, kekeringan, dan gelombang panas. Tetapi penelitian terbaru menunjukkan bahwa hal ini dapat menyebabkan menurunnya produktivitas kerja seseorang yang bersifat permanen.

Berbeda dengan cuaca, iklim di suatu wilayah tertentu tidak mudah berubah-ubah. Polusi udara dapat memicu pemanasan global, menyebabkan perubahan iklim yang ekstrem dan menyebabkan ketidaknyamanan bagi penduduk bumi.

Selama beberapa dekade terakhir, perubahan iklim dianggap menjadi salah satu faktor penyebab menurunnya produktivitas kerja global hingga rata-rata 90 persen saat musim panas.

"Manusia kesulitan beradaptasi dengan lingkungan pekerjaannya jika mengalami stres akibat suhu lingkungan yang terlalu panas," kata John Dunne, penulis studi dari National Oceanic and Atmospheric Administration's Geophysical Fluid Dynamics Laboratory, di Princeton, New Jersey.

Dunne dan rekan-rekannya melakukan diskusi mengenai dampak perubahan iklim yang ekstrim tersebut terhadap produktivitas kerja seseorang, kemudian hasilnya akan dipublikasikan dalam jurnal Nature Climate Change edisi bulan Maret mendatang, seperti dilansir Everyday Health, Rabu (27/2/2013).

US National Institutes of Health mencatat bahwa kombinasi dari panas yang ekstrim dan kelembaban bisa berbahaya bagi kesehatan, karena dapat menyebabkan kelelahan akibat panas, pusing, kram dan ruam kemerahan pada kulit.

Peneliti menggunakan suatu model penelitian yang dapat merekam data perubahan iklim sejak tahun 1861 dan mampu memberikan gambaran grafik perkiraan perubahan iklim hingga tahun 2200. Data menunjukkan bahwa dalam periode 1861-1960 saja, suhu bumi mengalami peningkatan hampir 2 derajat.Next

Halaman 1 2
(vta/vit)

Ingin Mendapatkan Rp 500,000 dari detikHealth ? Ceritakan Pengalaman Dietmu di Sini

Artikel detikHealth juga bisa dibaca melalui aplikasi detikcom untuk Android, BlackBerry, iPhone, iPad & Windows Phone. Install sekarang!



 atau daftar untuk mengirim komentar
Tampilkan Komentar di:        


Kalkulator Sehat indeks »
Database Dokter Obat Penyakit