detikhealth

Cuci Otak Penangkal Stroke?

Benny Panbers Hingga Dahlan Iskan: Para Pesohor yang Kepincut Cuci Otak

Merry Wahyuningsih - detikHealth
Kamis, 28/02/2013 09:01 WIB
Halaman 1 dari 2
Dahlan Iskan (dok: detikFinance)
Jakarta, Terapi cuci otak sebagai obat stroke sangat gencar dipromosikan. Sampai-sampai para pesohor negeri seperti Benny Panbers dan Menteri BUMN Dahlan Iskan pun ikut menjajal, meski terapi ini masih kontroversial.

Disebut kontroversial karena memang belum ada bukti ilmiah yang dapat membuktikan bahwa terapi ini aman dan efektif untuk mengobati stroke. Yang ada hanyalah testimoni-testimoni pasien yang tidak cukup untuk dijadikan patokan pengobatan medis.

Testimoni pertama datang dari Benny Panjaitan, vokalis dan leader grup musik lawan Panbers. Juni 2010, stroke menyerang otak kanan Benny, yang membuat tubuh bagian kirinya kehilangan fungsi dan suaranya tertahan.

Namun setahun kemudian, lewat sebuah wawancara di media, Benny menyatakan bahwa kondisinya telah membaik berkat terapi cuci otak di sebuah rumah sakit di Jakarta.

Tak ayal, berita tersebut menyebar secara luas, dibaca oleh kalangan awam maupun dokter. Bagi kalangan medis, informasi ini tentu menjadi tanda tanya besar. Benarkah pengobatan pasien stroke dengan cuci otak ini begitu hebat? Tapi mengapa hanya ada di Indonesia dan tidak pernah dirilis dalam jurnal-jurnal ilmiah?

Lain hal bagi kalangan awam yang memiliki keluarga penderita stroke. Informasi seperti ini ibarat angin dari surga yang menyejukkan, setelah segala pengobatan stroke yang dicoba tak juga membuahkan hasil.

"Promosi ini ibarat angin surga yang menyejukan. Mereka menaruh harapan besar. Sebagai promosi, brain washing (cuci otak) itu sangat mujarab dan menggoda. Mudah diingat, diterima nalar masyarakat, dan merangsang orang untuk mencoba. Bukan itu saja, konon kabarnya orang yang tidak menderita stroke pun, ingin dicuci otaknya agar terhindar dari stroke, termasuk para pejabat tinggi kita, bukan main!" tulis Prof. Dr. dr. Moh Hasan Machfoed, Sp.S(K), M.S, Ketua Umum Perhimpunan Dokter Spesialis Saraf Indonesia, seperti dikutip detikHealth, Kamis (28/2/2013).Next

Halaman 1 2
(mer/vta)
Artikel detikHealth juga bisa dibaca melalui aplikasi detikcom untuk Android, BlackBerry, iPhone, iPad & Windows Phone. Install sekarang!

Ingin Mendapatkan Rp 500,000 dari detikHealth ? Ceritakan Pengalaman Dietmu di Sini




 atau daftar untuk mengirim komentar
Tampilkan Komentar di:        


Kalkulator Sehat indeks »
Database Dokter Obat Penyakit