detikhealth

Gadis Ini Bisa Tidur Puluhan Jam & Jadi 'Liar' Tanpa Sadar

Nurvita Indarini - detikHealth
Jumat, 01/03/2013 14:31 WIB
Sekali tidur, Lois Woods bisa tidur hingga puluhan jam. Hal ini dikarenakan Lois terkena sindrom putri tidur alias sleeping beauty syndrome. Tak hanya tidur mala, Lois juga kerap bertingkah liar dengan melakukan tindakan kasar tanpa disadari.

Dikutip dari Daily Mail, Jumat (1/3/2013), Lois bisa tidur berminggu-minggu. Kalaupun terbangun dari tidur, dia tidak sadar sama sekali. Suatu kali dia pernah membenturkan kepalanya ke tembok, menyerang adik laki-lakinya, dan menguras isi kulkas di malam hari.

Diduga Lois juga mengalami gangguan kepribadian ganda. Dia dengan segera bisa berubah dari sosok seperti balita yang sedang mengoceh menjadi seorang pemabuk yang garang.

Meski tampaknya berbagai aktivitas 'aneh' itu dilakukan saat tidak tidur, namun Lois tidak bisa mengingat hal-hal tersebut. Sindrom putri tidur juga dikenal sebagai sindrom Kleine-Levin (KLS), gangguan saraf kompleks yang langka di mana penderita tidak bisa mengontrol rasa kantuknya. Gangguan ini dialami sekitar 65 orang di Inggris.

"Orang menyebutnya KLS, sindrom putri tidur, tapi ini bukan kisah dongeng. Kami memanggilnya si kecil Lois ketika dia sedang tidak senang dan mengalami masalah tingkah laku," tutur sang ibu, Setta Woods.

Menurut Setta, putrinya terkadang seperti zombie yang tidak peduli pada ibunya. Namun terkadang dia menjumpai putrinya seperti anak berusia dua tahun.

"Lois sekarang takut tidur karena takut tidak akan bangun lagi," sambung Setta.

Dia menuturkan putrinya mengalami gangguan tidur itu saat berusia 14 tahun. Kala itu Lois baru saja pulang sekolah, dan keluarganya mendapati gadis itu seperti pingsan dengan wajah menelungkup ke sofa.

Saat itu adik Lois yang berusia 8 tahun, Luke, melompat ke arah Lois sambil tertawa. Apa yang dilakukan Luke memang membuat Lois terbangun, namun seketika dia kembali tidur dengan nyenyaknya.

Lois bangun hanya untuk makan dan minum, setelah itu dengan mudahnya dia terlelap. Rasa kantuk luar biasa bahkan seolah menyingkirkan mimpinya untuk menjadi pemain basket profesional. Ibunya pun sangat sedih melihat perubahan perilaku Lois.

"Saya pernah harus ke sekolah untuk menjemput Lois dan membawanya keluar dengan kursi roda. Tiba-tiba dia menaruh tangan di matanya seperti memakai topeng dan berteriak 'Saya Batman, Saya Batman'. Ketika dia benar-benar bangun, dia tidak ingat pernah melakukan hal itu di sekolah," papar Setta.

Lois pernah juga dibawa ke rumah sakit setelah tiba-tiba jatuh tertidur di tangga. Dokter sampai kebingungan karena tidak bisa membangunkannya.

Dokter menduga Lois mengalami epilepsi. Namun setelah dilakukan sejumlah tes, dokter tidak menemukan ada yang salah dalam diri Lois sehingga gadis itu kembali dibawa orang tuanya pulang ke rumah.

Namun kemudian seorang konsultan pediatrik yang juga bingung dengan pola tidur tidak biasa dan perubahan kepribadian Lois melakukan penelitian KLS pada Lois dan ibunya.

"Kebanyakan dokter belum pernah mendengar tentang KLS. Bagi orang di luar sana, mungkin saya terlihat seperti orang gila," kata Lois.

Menurutnya banyak orang yang berpikir dirinya narcoleptic, skizofrenia atau menderita kelelahan kronis. Namun setelah melihat tayangan dokumenter tentang KLS bersama ibunya, Lois pun mengerti kondisi yang dialaminya.

KLS biasanya menyerang seseorang pada masa remaja dengan gejala utama tidur panjang, perubahan perilaku, dan nafsu makan yang berlebihan. Penyebab KLS tidak diketahui tetapi sering kali dapat dipicu oleh infeksi atau cedera kepala.

Saat ini Lois sedang berada dalam pengawasan penuh karena gangguan yang dialaminya bisa membahayakan dirinya dan orang lain. "Saya pernah bangun dengan keadaan tangan sudah berlumuran darah dan buku-buku jari tangan memar-memar," ucap Lois.

Saat bercermin dia melihat memar besar di dahinya. Menurut keterangan sang ibu, Lois meninju dinding berulang kali dan membenturkan kepala ke lemari. Bahkan dia pernah mendapati ada tindik di telinga dan rambutnya dicat merah. Menurut sang ibu, Lois sendiri yang melakukan hal itu.

"Saya melakukan banyak hal ketika tidur yang tidak pernah saya lakukan jika sedang terjaga. Saya bahkan begitu agresif dan bisa menyakiti adik saya. Suatu kali saya terbangun dan mendapati dia memiliki memar sebesar jeruk. Saya benci diri sendiri karena itu," kata Lois.

Lois sangat tertekan dengan kondisi yang dialaminya. Padahal sebelum memiliki gangguan tersebut, dirinya dikenal sebagai siswi yang pintar dan aktif bermain basket. Lois berharap dirinya akan mendapat beasiswa sekolah basket, sehingga dia bisa ikut berkompetisi dalam liga basket bersama timnya.

"Berat sekali melihat teman-teman basket saya pergi ke olimpiade. Saya cuma bisa melihat mereka dan berharap saya juga masih bisa melakukan hal itu, tapi nyatanya saya tidak bisa," kata Lois putus asa.

KLS merupakan kondisi neurologis yang biasanya menyerang remaja setelah mereka mengalami infeksi atau penyakit. Tanda gangguan ini adalah periode tidur yang berlebihan, hingga 20 jam dalam sehari. Episode tidur lama ini datang dengan singkat namun berlangsung selama beberapa hari hingga beberapa pekan.

Saat berada dalam keadaan ini, penderitanya bisa jadi berubah menjadi sosok yang mudah tersinggung, kekanak-kanakan, dan makan dalam jumlah berlebihan. Pasien bisa saja bangun dalam keadaan normal, namun mereka tidak menyadari perbuatan aneh yang dilakukan selama periode tidur panjang itu. Keadaan ini membuat beberapa orang merasa tertekan.

Lois hanyalah satu 1.000 orang di seluruh dunia yang mengalami gangguan ini. 70 Persen penderitanya adalah laki-laki. Hingga kini belum ada obat yang mujarab untuk mengatasi gangguan tersebut, sehingga disebut-sebut pengobatan utamanya adalah penjagaan dan kasih sayang dari keluarga dan orang-orang dekat.

(vit/ver)


Punya pengalaman diet yang menginspirasi ? Ceritakan pengalamanmu disini


Konsultasi Kesehatan Kirim KonsultasiIndeks


Kalkulator Sehat indeks »
Database Dokter Obat Penyakit