detikhealth

Bahaya Diet Ketat: Menstruasi Terganggu Hingga Risiko Osteoporosis

Linda Mayasari - detikHealth
Sabtu, 02/03/2013 12:09 WIB
Halaman 1 dari 2
Foto: Ilustrasi/ Thinkstocks
Jakarta, Jangan asal kurus saja, diet penurunan berat badan yang terlalu ekstrem dapat menyebabkan seorang wanita berhenti mendapatkan menstruasi (amenorrhea). Dampaknya tidak hanya berhenti di situ saja, karena amenorrhea juga dapat meningkatkan risiko beberapa masalah kesehatan lainnya.

Banyak tips-tips diet ketat dan aneka macam pil diet yang menjanjikan penurunan berat badan hanya dalam hitungan hari. Tetapi diet yang ekstrem tersebut justru dapat mendatangkan berbagai masalah kesehatan, apalagi jika telah mengganggu siklus menstruasi wanita.

Berhentinya siklus menstruasi disebut dengan amenorrhea, yang terdiri dari dua jenis yaitu amenorrhea primer dan amenorrhea sekunder. Amenorrhea primer mengacu pada kasus dimana seorang wanita tidak lagi mendapat menstruasi pada usia 16 tahun.

Sedangkan amenorrhea sekunder terjadi bila wanita yang sebelumnya memiliki siklus menstruasi normal, tetapi kemudian berhenti mengalami menstruasi selama 3 sampai 6 bulan atau lebih. Amenorrhea sekunder ini dapat disebabkan karena stres, penggunaan obat-obatan, berkembangnya tumor kelenjar hipofisis, diet yang ekstrem dan olahraga yang terlalu keras.

"Ketika seseorang mengubah pola diet dengan ekstrem, tubuh akan kaget karena perubahan metabolisme dan dapat mempengaruhi sistem reproduksinya," kata Dr. Lee Kao, dokter spesialis endokrinologi reproduksi dan infertilitas dari Laurel Fertility Care di San Francisco, seperti dilansir She Knows, Sabtu (2/3/2013).

Ketika diet ekstrem telah menyebabkan amenorrhea, Anda akan mengalami beberapa dampak kesehatan lainnya, antara lain sebagai berikut:

1. Dampak amenorrhea terhadap kesehatan reproduksi
Amenorrhea jangka pendek yang hanya beberapa bulan, tidak menyebabkan masalah yang signifikan pada sistem reproduksi. Namun, jika seorang wanita menjalani program diet yang terlalu berat, bahkan amenorrhea jangka pendek pun dapat menandakan masalah lain, seperti ketidakseimbangan elektrolit dan gangguan sistem reproduksi.Next

Halaman 1 2
(vit/vit)

Ingin Mendapatkan Rp 500,000 dari detikHealth ? Ceritakan Pengalaman Dietmu di Sini

Artikel detikHealth juga bisa dibaca melalui aplikasi detikcom untuk Android, BlackBerry, iPhone, iPad & Windows Phone. Install sekarang!



 atau daftar untuk mengirim komentar
Tampilkan Komentar di:        


Kalkulator Sehat indeks »
Database Dokter Obat Penyakit
Must Read close