detikhealth

Apa Akibatnya Jika Anak Sering Dimarahi Orang Tua?

Nurvita Indarini - detikHealth
Minggu, 17/03/2013 11:18 WIB
ilustrasi (Foto: Thinkstock)
Jakarta, Namanya juga anak kecil, terkadang mereka melakukan sesuatu seenaknya sendiri sehingga membuat orang tua jengkel. Tapi jika anak melakukan kesalahan, jangan sedikit-sedikit memarahinya.

"Kalau sering memarahi anak di usia tumbuh kembang maka dampaknya bisa dua. Pertama bisa bikin anak pasif karena anak akan memilih lebih baik diam daripada dimarahi. Kedua bisa bikin anak malah melawan," jelas play terapist, Dra Mayke S Tedjasaputra Msi, usai gebyar posyandu tumbuh aktif tanggap (TAT) di Gedung Basket, Gelora Bung Karno, Jl Asia Afrika, Senayan, Jakarta, dan ditulis pada Minggu (17/3/2013).

Menurut Mayke ketimbang marah, orang tua seharusnya bertindak tegas dengan mengatakan satu kalimat keras saat anak menunjukkan perilaku yang tidak sopan. Misalnya: "Stop!" atau "Bahaya! Nanti kamu jatuh,".

"Bukan marah, tapi teguran yang membuat anak berhenti melakukan perbuatan yang berbahaya. Kalau orang tua selalu lemah lembut terus nanti anak jadi lembek," sambung perempuan yang juga dosen psikologi UI ini.

Dia juga tidak menganjurkan orang tua menghujani anaknya dengan kata-kata manis bertaburan cinta. Sebab menurutnya lebih baik anak diajari bagaimana mencintai melalui perbuatan dan bukan melalui kata-kata manis.

"Yang biasa saja saat berkomunikasi dengan anak. Tidak perlu yang sedikit-sedikit bilang 'wah pinter ya ganteng mama'. Berikan pujian selayaknya, tidak perlu berlebihan," tambah Mayke.

(vit/up)
Artikel detikHealth juga bisa dibaca melalui aplikasi detikcom untuk Android, BlackBerry, iPhone, iPad & Windows Phone. Install sekarang!

Ingin Mendapatkan Rp 500,000 dari detikHealth ? Ceritakan Pengalaman Dietmu di Sini




 atau daftar untuk mengirim komentar
Tampilkan Komentar di:        


Kalkulator Sehat indeks »
Database Dokter Obat Penyakit