detikhealth

Hati-hati, Sembarangan Konsumsi Obat Bisa Bikin Ginjal Rusak

Suherni - detikHealth
Senin, 18/03/2013 09:01 WIB
Halaman 1 dari 2
Foto: Ilustrasi/Thinkstock
Jakarta, Apabila merasa nyeri atau sakit kepala, biasanya seseorang minum obat penghilang rasa sakit. Tapi sebaiknya jangan sembarangan minum obat-obatan yang dijual bebas di pasaran. Sebab ada beberapa obat yang bersifat nefrotoksik yang dapat merusak fungsi ginjal.

"Obat-obat itu ada yang bersifat namanya nefrotoksik, nefrotoksik itu artinya mengganggu ginjal. Nah yang sudah jelas dari penelitian-penelitian adalah hampir semua obat-obatan anti rasa sakit, anti reumatik, dan obat yang lain juga akan bersifat nefrotoksik. Kalau di bidang medis tentu itu sudah lebih jelas kandungannya apa, sifatnya apa karena sudah berdasarkan penelitian yang panjang, jadi akan bisa dikontrol," jelas dr Tunggul Situmorang, SP.PD-KGH.

Hal itu disampaikan dia ketika ditemui usai acara peringatan Hari Ginjal Sedunia (World Kidney Day 2013) dengan tema 'Stop Kidney Attack' di Auditorium Bintang Toedjoe Pulomas, Jl Ahmad Yani No 2, Bypass, Jakarta Timur, dan ditulis pada senin (18/3/2013).

Menurut dr Tunggul, obat-obatan yang tidak jelas ini adalah obat yang tidak diketahui isi kandungannya, bagaimana mekanisme kerjanya, di mana diserap dan dimetabolisme, serta di mana dibuang. Karena itu sebelum obat-obatan ini dinyatakan layak dipasarkan dan dikonsumi, maka wajib diteliti dan diuji secara klinis sehingga aman untuk dikonsumsi.

"Kalau obat-obatan yang sudah diteliti kan sudah jelas bahkan rumus kimia jelas, jadi tidak hanya sekadar bahwa obat itu dimakan kemudian sembuh, bukan begitu. Bagaimana cara obat itu menyembuhkan, bagaimana kerjanya, apa kandungannya, apa tidak ada efek samping yang lain," tutur dr Tunggul

Direktur Utama RS PGI Cikini ini juga mewanti-wanti agar kita bisa menelaah dengan baik obat-obatan tidak jelas ini sebagai langkah pencegahan penyakit ginjal.

"Obat-obat yang lain yang belum jelas untuk amannya kita harus hati-hati. Kita tidak mengklaim bahwa ini itu merusak tetapi paling sedikit kita hanya menerima kalau sudah ada penelitiannya yang tidak merusak," ungkap dr Tunggul.Next

Halaman 1 2
(hrn/vit)

Ingin Mendapatkan Rp 500,000 dari detikHealth ? Ceritakan Pengalaman Dietmu di Sini

Artikel detikHealth juga bisa dibaca melalui aplikasi detikcom untuk Android, BlackBerry, iPhone, iPad & Windows Phone. Install sekarang!



 atau daftar untuk mengirim komentar
Tampilkan Komentar di:        


Kalkulator Sehat indeks »
Database Dokter Obat Penyakit