detikhealth

Bertahan 4 Bulan, Gadis dengan Kanker Langka Ini Akhirnya Meninggal

Rahma Lillahi Sativa - detikHealth
Selasa, 19/03/2013 11:02 WIB
Bertahan 4 Bulan, Gadis dengan Kanker Langka Ini Akhirnya Meninggal(Foto: Dailymail)
Jakarta, Saffron Pedroche sebenarnya hanyalah gadis remaja biasa yang sehat dan normal. Hingga suatu ketika pada bulan Agustus 2012, ia harus mendatangi dokter pribadinya dan mengeluh kakinya membengkak akibat dipenuhi cairan yang ia tak tahu darimana asal-muasalnya.

Setelah dilakukan serangkaian tes, pelajar berusia 17 tahun itu kembali mendatangi si dokter dan mendengar kabar yang mengejutkan. Pada bulan September 2012 itulah, Saffron baru diberitahu jika ia mengidap kanker langka.

Yang tak kalah mengejutkan, Saffron merupakan orang pertama di Inggris yang didiagnosis dengan kanker bernama goblet cell carcinoid tersebut. Kanker yang biasa disebut juga dengan crypt cell carcinoma ini merupakan kanker yang menyerang sistem limfatik penderitanya secara agresif namun biasanya hanya menyerang lansia.

Konon para dokter hanya dapat menemukan 8 kasus kanker serupa di dunia. Ketika terdeteksi pertama kali, Saffron diberitahu jika kankernya telah mencapai stadium lanjut dan menyebar dari perut ke sekujur tubuhnya. Waktu itu dokter berkata bahwa usianya hanya tinggal dua minggu lagi. Namun Saffron pantang menyerah dan berhasil bertahan hingga empat bulan.

Sebenarnya pada tubuh lansia, kanker ini menyebar dengan lambat dan dapat berubah menjadi tumor yang dapat dioperasi atau diangkat dengan mudah. Tapi karena usia Saffron yang masih begitu muda, tubuhnya mencoba melawan penyakit itu dengan membentuk cairan yang menggumpal. Lagipula karena usia Saffron itulah, benjolan tumornya tidak terbentuk sehingga tak dapat terdeteksi dengan mudah.

Ironisnya, gumpalan cairan yang menyakitkan itu sebenarnya memberi peluang bagi si kanker untuk menyebar ke organ Saffron lainnya, yang dapat berakibat pada kematiannya.

"Ia sangat kuat dan pemberani. Ketika mereka memberitahu bahwa ia mengidap kanker yang tak dapat disembuhkan saya sangat terkejut sekaligus terpukul, tapi Saff tampaknya telah mengetahui nasibnya itu," kisah sang ibu, Donna Sidoli (48) seperti dilansir dari Daily Mail, Selasa (19/3/2013).

"Tim dokter pun mengatakan ia adalah remaja pertama di Inggris yang mengidap kanker tersebut. Sebab penyakit ini biasanya menyerang lansia dan mereka hanya tahu ada delapan remaja lain di dunia yang memilikinya, mereka semua ada di Amerika," lanjutnya.

Masalahnya tim dokter tak tahu bagaimana cara menangani Saffron. Meski tim dokter mengaku telah melakukan berbagai upaya terbaik untuk Saffron, nyatanya memang tak ada metode yang dapat digunakan untuk mengobati kanker yang biasa dialami lansia namun terdapat pada tubuh generasi muda.

Sebelum meninggal, Saffron sendiri sempat menjalani dua sesi kemoterapi. Namun sesi radioterapi ketiganya harus dibatalkan karena jumlah cairan yang menumpuk di dalam tubuhnya mendadak menjadi berlipat ganda.

"Di tubuhnya ada begitu banyak cairan hingga ia tampak seperti orang hamil, tapi ketika dipegang perut dan kakinya terasa begitu keras seperti kayu. Kulitnya juga mengencang dan ia tampak tak nyaman dengan kondisinya itu namun ia tak pernah mengeluh," terang kakaknya, Jade Hackwell (25).

Hackwell juga mengungkap bahwa hampir setiap hari tim dokter menaruh sebuah selang ke dalam perut adiknya. Selang ini melewati punggung Saffron dan digunakan untuk mengeluarkan sekitar 10 liter cairan dari dalamnya, begitu juga dari dalam paru-paru Saffron.

Saffron akhirnya menghembuskan nafas terakhirnya pada bulan Februari 2013 dengan didampingi ibu dan kakaknya di rumah mereka di Clifton setelah empat bulan diopname di St Peter's Hospice in Brentry, Bristol. "Tapi ia selalu membuat orang bahagia. Di setiap foto ia selalu tersenyum, bahkan hingga akhir hidupnya," pungkas Sidoli.



(vit/vit)


Punya pengalaman diet yang menginspirasi ? Ceritakan pengalamanmu disini


Konsultasi Kesehatan Kirim KonsultasiIndeks


Kalkulator Sehat indeks »
Database Dokter Obat Penyakit