Mencukur Bulu Kemaluan Tingkatkan Risiko Infeksi Virus Kelamin
Selasa, 19/03/2013 12:02 WIB
ilustrasi (Foto: Thinkstock)
Berita Lainnya
Jakarta, Banyak orang yang rajin mencukur bulu-bulu kemaluan agar bersih dan rapi. Tapi menurut penelitian, mencukur bersih bulu-bulu ini justru dapat meningkatkan risiko infeksi kulit. Tak hanya mencukur saja, beberapa perawatan yang ditujukan untuk membersihkan bulu kelamin juga berisiko sama.
Penelitian dari Perancis baru-baru ini menemukan bahwa mencukur bulu kemaluan bisa meningkatkan risiko infeksi. Iritasi kulit yang disebabkan tindakan memangkas, mencukur atau menghilangkan bulu dengan lilin atau waxing meningkatkan kasus penularan virus kelamin yang disebut molluscum contagiosum.
"Penghilangan bulu kemaluan telah menjadi fenomena dalam beberapa puluh tahun terakhir. Pada saat yang sama, jumlah kasus molluscum contagiosum mengalami peningkatan," kata peneliti, dr Francois Desruelles dari departemen dermatologi di Rumah Sakit Archet di Nice, Perancis seperti dilansir HealthDay, Selasa (19/3/2013).
Sayangnya, penelitian yang dilakukan Desruelles ini tidak dilakukan secara terkontrol. Tapi dia yakin bahwa semakin populer produk penghilang bulu kemaluan, maka risiko infeksi molluscum contagiosum semakin meningkat, baik pada pria maupun wanita. Membersihkan bulu tersebut juga dapat meningkatkan risiko terserang kutil kelamin akibat infeksi papillomavirus.
Dalam laporan yang dimuat jurnal Sexually Transmitted Infections, Desruelles dan rekan-rekannya menjelaskan bahwa ruam akibat infeksi molluscum contagiosum biasanya terlihat pada anak-anak atau orang dewasa yang terganggu sistem kekebalan tubuhnya. Virus ini juga bisa menular lewat transmisi seksual.
Penelitian yang dilakukan Desruelles mempelajari 30 orang pasien di Perancis yang terinfeksi molluscum contagiosum dan menjalani pengobatan di sebuah klinik perawatan kulit di Nice pada tahun 2011 dan 2012. Usia rata-rata pasien adalah sekitar 30 tahun. Sebanyak 24 di antaranya adalah pria.
Semua pasien menunjukkan tanda-tanda infeksi seperti memiliki benjolan kulit seperti mutiara. Bahkan ada 4 pasien yang memiliki benjolan hingga ke daerah perut dan 1 pasien merembet ke paha. Hampir semua pasien telah menghilangkan bulu kemaluannya, sebanyak 70% pasien dengan cara mencukur, 10 persen dengan waxing dan 13 persen dengan memangkas.
Sebanyak 30% pasien menderita berbagai masalah kulit lainnya seperti kutil, infeksi kulit akibat bakteri, kista dan rambut yang tumbuh ke dalam. Peneliti menduga bahwa virus cacar bisa menyebar lewat menggaruk kulit yang teriritasi yang dipicu oleh proses penghilangan bulu kemaluan.
Namun menurut Desruelles, mencukur bulu kemaluan nampaknya juga memiliki beberapa aspek positif, yaitu mencegah penyebaran kutu kemaluan. Bloomberg News baru-baru ini melaporkan bahwa semenjak 80% mahasiswa di AS mencukur bulu kemaluannya, kasus kutu kemaluan menurun secara drastis.
(pah/vit)
Penelitian dari Perancis baru-baru ini menemukan bahwa mencukur bulu kemaluan bisa meningkatkan risiko infeksi. Iritasi kulit yang disebabkan tindakan memangkas, mencukur atau menghilangkan bulu dengan lilin atau waxing meningkatkan kasus penularan virus kelamin yang disebut molluscum contagiosum.
"Penghilangan bulu kemaluan telah menjadi fenomena dalam beberapa puluh tahun terakhir. Pada saat yang sama, jumlah kasus molluscum contagiosum mengalami peningkatan," kata peneliti, dr Francois Desruelles dari departemen dermatologi di Rumah Sakit Archet di Nice, Perancis seperti dilansir HealthDay, Selasa (19/3/2013).
Sayangnya, penelitian yang dilakukan Desruelles ini tidak dilakukan secara terkontrol. Tapi dia yakin bahwa semakin populer produk penghilang bulu kemaluan, maka risiko infeksi molluscum contagiosum semakin meningkat, baik pada pria maupun wanita. Membersihkan bulu tersebut juga dapat meningkatkan risiko terserang kutil kelamin akibat infeksi papillomavirus.
Dalam laporan yang dimuat jurnal Sexually Transmitted Infections, Desruelles dan rekan-rekannya menjelaskan bahwa ruam akibat infeksi molluscum contagiosum biasanya terlihat pada anak-anak atau orang dewasa yang terganggu sistem kekebalan tubuhnya. Virus ini juga bisa menular lewat transmisi seksual.
Penelitian yang dilakukan Desruelles mempelajari 30 orang pasien di Perancis yang terinfeksi molluscum contagiosum dan menjalani pengobatan di sebuah klinik perawatan kulit di Nice pada tahun 2011 dan 2012. Usia rata-rata pasien adalah sekitar 30 tahun. Sebanyak 24 di antaranya adalah pria.
Semua pasien menunjukkan tanda-tanda infeksi seperti memiliki benjolan kulit seperti mutiara. Bahkan ada 4 pasien yang memiliki benjolan hingga ke daerah perut dan 1 pasien merembet ke paha. Hampir semua pasien telah menghilangkan bulu kemaluannya, sebanyak 70% pasien dengan cara mencukur, 10 persen dengan waxing dan 13 persen dengan memangkas.
Sebanyak 30% pasien menderita berbagai masalah kulit lainnya seperti kutil, infeksi kulit akibat bakteri, kista dan rambut yang tumbuh ke dalam. Peneliti menduga bahwa virus cacar bisa menyebar lewat menggaruk kulit yang teriritasi yang dipicu oleh proses penghilangan bulu kemaluan.
Namun menurut Desruelles, mencukur bulu kemaluan nampaknya juga memiliki beberapa aspek positif, yaitu mencegah penyebaran kutu kemaluan. Bloomberg News baru-baru ini melaporkan bahwa semenjak 80% mahasiswa di AS mencukur bulu kemaluannya, kasus kutu kemaluan menurun secara drastis.
(pah/vit)
Baca Juga
- 9 Orang di Arab Saudi Meninggal Akibat Infeksi Virus Baru
- Membersihkan Vagina dengan Petroleum Jelly Bisa Tingkatkan Risiko Infeksi
- Ingin Liburan dengan Kapal Pesiar, Penumpang Malah Kena Wabah Virus
- Kesalahan Berpakaian Ini Bisa Tingkatkan Risiko Masalah Kesehatan Wanita
- Orang Tak Gampang Ketularan Flu Jika Berada di Tempat Lembap
- Untuk Cegah Infeksi Bertambah Parah, Biarkan Tubuh Kelaparan
Komentar (0 Komentar)
Twitter Recommendation
-
Kamis,23/05/2013 20:00 WIB
Karena Stres, Wanita Jadi Tak Subur dan Hilang Cantiknya
-
Kamis,23/05/2013 19:31 WIB
Kecanduan Gadget Kacaukan Pola Tidur Manusia Moderen
-
Kamis,23/05/2013 19:02 WIB
Fokus Penuhi Keinginan Si Dia Bikin Anda Makin Bergairah Lho
-
Kamis,23/05/2013 18:33 WIB
Takut Dipakai Selingkuh, Viagra Buat Wanita Belum Boleh Dipasarkan
-
Kamis,23/05/2013 18:15 WIB
Normalkah Jika Suami Menuntut Berhubungan Seksual Setiap Hari?
-
Kamis,23/05/2013 18:05 WIB
Wah, Posisi Bercinta Bisa Menunjukkan Kepribadian Seseorang
-
Ulasan Khas Mata Sehat
Ini Gangguan Mata yang Bisa Dialami Ibu Hamil
-
Ulasan Khas Mata Sehat
Jangan Biarkan Cacing Mata Bersemayam di Mata Anda
-
Ulasan Khas Mata Sehat
Mata Anda Lelah? Langkah Ini Bakal Bikin Rileks
-
Ulasan Khas Mata Sehat
Katarak dan Glaukoma, Penyakit yang Bisa Sebabkan Kebutaan
-
Ulasan Khas Mata Sehat
Perhatikan Hal Ini Agar Mata Tak Iritasi karena Lensa Kontak
-
Ulasan Khas Mata Sehat
Ini Akibatnya Jika 'Si Mata Empat' Malas Pakai Kacamata
-
Ulasan Khas Mata Sehat
Kenalilah, Kelainan Mata yang Bisa Terjadi pada Anak
-
Ulasan Khas Mata Sehat
Katakan Cinta pada Mata dengan Cara Ini
-
Kamis, 23/05/2013 20:00 WIB
Karena Stres, Wanita Jadi Tak Subur dan Hilang Cantiknya
-
Kamis, 23/05/2013 18:10 WIB
Normalkah Jika Suami Menuntut Berhubungan Seksual Setiap Hari?
-
Kamis, 23/05/2013 18:05 WIB
Wah, Posisi Bercinta Bisa Menunjukkan Kepribadian Seseorang
-
Kamis, 23/05/2013 18:33 WIB
Takut Dipakai Selingkuh, Viagra Buat Wanita Belum Boleh Dipasarkan
-
Kamis, 23/05/2013 19:31 WIB
Kecanduan Gadget Kacaukan Pola Tidur Manusia Moderen
-
Kamis, 23/05/2013 19:02 WIB
Fokus Penuhi Keinginan Si Dia Bikin Anda Makin Bergairah Lho
-
Kamis, 23/05/2013 16:01 WIB
Wanita Lebih Pilih Makan Keju daripada Seks Oral
-
Kamis, 23/05/2013 17:00 WIB
Kemensos: Idealnya Lansia Tinggal Serumah dengan Anak Cucu
-
10 Komentar
-
9 Komentar
-
7 Komentar
-
5 Komentar
-
5 Komentar
-
4 Komentar
-
4 Komentar
-
3 Komentar
-
Kalkulator Seks
Berapa Kali Anda Pernah Berhubungan Seks?
-
Kalkulator Lama Berhubungan Seks
Berapa Durasi Rata-rata Ketika Berhubungan Seks?
-
Kalkulator Masa Subur
Kapan Perkiraan Masa Paling Subur Anda?
Must Read
close
-
Kamis, 23/05/2013 09:20 WIB
Ini Museum-museum Medis Paling Aneh Sedunia
-
Kamis, 23/05/2013 08:58 WIB
Ibu Hamil Harus Banyak Makan Yodium Jika Ingin Anaknya Ber-IQ Tinggi
- detikNews · Berita · Internasional · Kolom · Wawancara · Lapsus · Tokoh · Pro Kontra · Profil · Indeks
- detikSport · Basket · MotoGP · F1 · Raket · Sepakbola · Sport Lain · Galeri · Profil · Fans Area · Indeks
- Sepakbola · Italia · Inggris · Spanyol · Jerman · Indonesia · Uefa · Bola Dunia · Fans Area · Indeks
- detikOto · Mobil · Motor · Modifikasi · Tips & Trik · Konsultasi · Komunitas · OtoTest · Galeri · Video · Forum · Indeks
- detikHot · Celebs · Music · Movie · Art · Gallery · Profile · KPOP · Forum · Indeks
- detikInet · News · Gadget · Games · Fotostop · Klinik IT · Ngopi · Produk Pilihan · Forum · Indeks
- detikFinance · Ekonomi Bisnis · Finansial · Properti · Energi · Industri · Sosok · Peluang Usaha · Pajak · Konsultasi · Foto · TV · Indeks
- detikHealth · Health News · Sexual Health · Diet · Ibu & Anak · Konsultasi · Health Calculator · Foto Balita · Bank Nama Bayi
- detikTravel · Travel News · Destinations · Photos · d'Trips · Hotels · Flights · ACI · d'Travelers Stories
- Wolipop · Fashion · Photos · Beauty · Love & Sex · Home & Family · Wedding · Entertainment · Sale & Shop · Hot Guide · d'Lounge · Indeks
- detikFood · Resep · Tempat Makan · Kabar Kuliner · Halal · Komunitas · Forum · Konsultasi · Galeri · Indeks
- detikSurabaya · Berita · Bisnis · Society · Foto · TV · Indeks
- detikBandung · News · Sosok · Info · Pengalaman Anda · Lifestyle · Iklan Baris · Foto · TV · Info Iklan · Forum · Indeks
Iklan Baris · Blog · Forum · Kolom Kita · adPoint · Seremonia · Sindikasi · Info Iklan · Suara Pembaca · Surat dari Buncit · detikTV · Cari Alamat
Copyright © detikcom, All Rights Reserved · Redaksi · Pedoman Media Siber · Karir · Kotak Pos · Info Iklan · Disclaimer

Cek Masa Pertumbuhan Anak Anda







_7.gif)

