Polisi Diharap Turun Tangan Ikut Atasi Perokok Bandel
Kamis, 21/03/2013 10:53 WIB
Foto: Ilustrasi/Thinkstock
Berita Lainnya
Jakarta, Meski sudah disediakan tempat khusus merokok, namun masih banyak saja orang yang bandel merokok sembarangan. Di angkutan umum hingga di pinggir-pinggir jalan, para perokok masih bandel ngebul sembarangan.
Dalam rangkaian kampanye anti rokok, aktivis anti rokok dari India, dr Pankaj Chaturverdi MBBS,MS,FAIS, FIC mengajak dokter dan polisi untuk membantu pengendalian rokok di masyarakat. Berdasarkan pengalamannya di India yang disebutnya masih satu budaya dengan Indonesia, ia ingin memperluas kampanye ini untuk mengendalikan peredaran tembakau pada masyarakat Indonesia.
"Saya memiliki gelar kedokteran, tetapi saya tidak dapat menyelamatkan perokok. Maka saya mengajak bapak dan ibu polisi, walaupun Anda tidak memiliki gelar dokter namun Anda dapat menyelamatkan jutaan jiwa," ujar dr Pankaj.
Hal itu disampaikan dia dalam acara Round Table Discussion bersama dengan tema Menyatukan Suara Dokter dan Korban dalam Perjuangan Pengendalian Rokok di Indonesia, di Perguruan Tinggi Ilmu Kepolisian (PTIK) Jl Tirtayasa Raya No 6 Kebayoran Baru, Jakarta Selatan, dan ditulis pada Kamis (21/3/2013).
Indonesia tercatat sebagai peringkat pertama dari 16 negara yang disurvei dengan tingkat prevalensi perokok aktif tertinggi yaitu 67,4 persen untuk laki-laki dan 4,5 persen untuk perempuan. Artinya sekitar 60 juta penduduk Indonesia adalah perokok aktif.
Dijelaskan dia, nikotin merupakan bahan adiksi paling kuat candunya setelah morfin, heroin, alkohol, ganja, dan kopi. Nah, dalam hal ini perokok pasif lebih dirugikan daripada perokok aktif.
Asap rokok mengandung berbagai macam arsen yang dapat masuk ke tubuh. Hanya dengan sekali hisap maka zat-zat tersebut dapat merusak seluruh sel tubuh.
Ia juga menuturkan bahwa rata-rata pasiennya baru bisa dan mau memutuskan untuk berhenti merokok setelah mendapatkan vonis kanker. "Obat merokok hanya satu, kanker," ucap dr Pankaj.
Dalam acara yang sama, aktivis anti rokok, dr Hakim Sorimuda Pohan, SpOG menyebut
rokok adalah ancaman global untuk seluruh dunia. "Ibu hamil yang duduk disebelah suaminya yang merupakan perokok aktif memiliki kemungkinan besar melahirkan prematur atau mengidap kanker mulut rahim," terangnya.
Dia menjelaskan ketika terjadi pembakaran rokok, perokok aktif akan menghisap lalu menghembuskannya kembali. Sedangkan perokok pasif menghirup 2 kali lebih banyak zat yang dikeluarkan setelah dihisap maupun asap akibat pembakaran rokok yang tidak dihisap oleh perokok aktif.
"Inilah yang paling banyak menyebabkan persalinan dismature," imbuh dr Hakim.
(vit/vit)
Dalam rangkaian kampanye anti rokok, aktivis anti rokok dari India, dr Pankaj Chaturverdi MBBS,MS,FAIS, FIC mengajak dokter dan polisi untuk membantu pengendalian rokok di masyarakat. Berdasarkan pengalamannya di India yang disebutnya masih satu budaya dengan Indonesia, ia ingin memperluas kampanye ini untuk mengendalikan peredaran tembakau pada masyarakat Indonesia.
"Saya memiliki gelar kedokteran, tetapi saya tidak dapat menyelamatkan perokok. Maka saya mengajak bapak dan ibu polisi, walaupun Anda tidak memiliki gelar dokter namun Anda dapat menyelamatkan jutaan jiwa," ujar dr Pankaj.
Hal itu disampaikan dia dalam acara Round Table Discussion bersama dengan tema Menyatukan Suara Dokter dan Korban dalam Perjuangan Pengendalian Rokok di Indonesia, di Perguruan Tinggi Ilmu Kepolisian (PTIK) Jl Tirtayasa Raya No 6 Kebayoran Baru, Jakarta Selatan, dan ditulis pada Kamis (21/3/2013).
Indonesia tercatat sebagai peringkat pertama dari 16 negara yang disurvei dengan tingkat prevalensi perokok aktif tertinggi yaitu 67,4 persen untuk laki-laki dan 4,5 persen untuk perempuan. Artinya sekitar 60 juta penduduk Indonesia adalah perokok aktif.
Dijelaskan dia, nikotin merupakan bahan adiksi paling kuat candunya setelah morfin, heroin, alkohol, ganja, dan kopi. Nah, dalam hal ini perokok pasif lebih dirugikan daripada perokok aktif.
Asap rokok mengandung berbagai macam arsen yang dapat masuk ke tubuh. Hanya dengan sekali hisap maka zat-zat tersebut dapat merusak seluruh sel tubuh.
Ia juga menuturkan bahwa rata-rata pasiennya baru bisa dan mau memutuskan untuk berhenti merokok setelah mendapatkan vonis kanker. "Obat merokok hanya satu, kanker," ucap dr Pankaj.
Dalam acara yang sama, aktivis anti rokok, dr Hakim Sorimuda Pohan, SpOG menyebut
rokok adalah ancaman global untuk seluruh dunia. "Ibu hamil yang duduk disebelah suaminya yang merupakan perokok aktif memiliki kemungkinan besar melahirkan prematur atau mengidap kanker mulut rahim," terangnya.
Dia menjelaskan ketika terjadi pembakaran rokok, perokok aktif akan menghisap lalu menghembuskannya kembali. Sedangkan perokok pasif menghirup 2 kali lebih banyak zat yang dikeluarkan setelah dihisap maupun asap akibat pembakaran rokok yang tidak dihisap oleh perokok aktif.
"Inilah yang paling banyak menyebabkan persalinan dismature," imbuh dr Hakim.
(vit/vit)
Baca Juga
- Gara-gara Rokok, Suara Kakek Ini Berubah Seperti Robot
- Banyak Merokok Bisa Bikin Kelamin Wanita Rentan Kena Kanker
- Menkes Ajak Perempuan Indonesia Tegas Lawan Perokok di Sekitarnya
- Kebiasaan Merokok Bikin Wanita Menopause Lebih Cepat Ompong
- Sulitnya Membuat Larangan Merokok di Tempat Umum di Rusia
- Orang dengan Gangguan Mental Cenderung Merokok Lebih Banyak
Foto Terkait
Komentar (0 Komentar)
Twitter Recommendation
-
Jumat,24/05/2013 20:01 WIB
4 Trik untuk Pria Agar Pasangan Lebih Mudah Capai Orgasme
-
Jumat,24/05/2013 19:31 WIB
Studi: Air Mata Perempuan 'Membunuh' Gairah Seksual Pria
-
Jumat,24/05/2013 19:16 WIB
Belajar Dari Kuba, 2020 Jakarta Targetkan Bebas DBD
-
Jumat,24/05/2013 19:02 WIB
Sehatkah Vagina Anda? Ini Indikatornya
-
Jumat,24/05/2013 18:32 WIB
Berdamai dengan Maut, Profesor Ajarkan Cara Menulis Surat Bunuh Diri
-
Jumat,24/05/2013 18:17 WIB
Tolong Dok, Kelamin Saya Tak Bisa Mengeras
-
Ulasan Khas Mata Sehat
Ini Gangguan Mata yang Bisa Dialami Ibu Hamil
-
Ulasan Khas Mata Sehat
Jangan Biarkan Cacing Mata Bersemayam di Mata Anda
-
Ulasan Khas Mata Sehat
Mata Anda Lelah? Langkah Ini Bakal Bikin Rileks
-
Ulasan Khas Mata Sehat
Katarak dan Glaukoma, Penyakit yang Bisa Sebabkan Kebutaan
-
Ulasan Khas Mata Sehat
Perhatikan Hal Ini Agar Mata Tak Iritasi karena Lensa Kontak
-
Ulasan Khas Mata Sehat
Ini Akibatnya Jika 'Si Mata Empat' Malas Pakai Kacamata
-
Ulasan Khas Mata Sehat
Kenalilah, Kelainan Mata yang Bisa Terjadi pada Anak
-
Ulasan Khas Mata Sehat
Katakan Cinta pada Mata dengan Cara Ini
-
Jumat, 24/05/2013 20:01 WIB
4 Trik untuk Pria Agar Pasangan Lebih Mudah Capai Orgasme
-
Jumat, 24/05/2013 19:02 WIB
Sehatkah Vagina Anda? Ini Indikatornya
-
Jumat, 24/05/2013 18:09 WIB
Tolong Dok, Kelamin Saya Tak Bisa Mengeras
-
Jumat, 24/05/2013 14:08 WIB
Remaja dan Kesehatan Reproduksi
ABG Rela Diajak Nikah Dini, Bisa Jadi Ini Alasannya
-
Jumat, 24/05/2013 11:30 WIB
Mengenal Ai Hasegawa, Wanita yang Ingin Melahirkan Hiu
-
Jumat, 24/05/2013 13:15 WIB
Bagaimana Menghilangkan Flek Hitam di Wajah?
-
Jumat, 24/05/2013 12:09 WIB
Remaja dan Kesehatan Reproduksi
Marak Nikah Dini dan Seks Pranikah, Kehamilan Usia Remaja Meningkat
-
Jumat, 24/05/2013 15:36 WIB
Remaja dan Kesehatan Reproduksi
Sejak Mimpi Basah, Remaja Pria Sudah 'Bahaya' Bagi Lawan Jenis
-
10 Komentar
-
9 Komentar
-
9 Komentar
-
7 Komentar
-
6 Komentar
-
6 Komentar
-
5 Komentar
-
5 Komentar
-
Kalkulator Seks
Berapa Kali Anda Pernah Berhubungan Seks?
-
Kalkulator Lama Berhubungan Seks
Berapa Durasi Rata-rata Ketika Berhubungan Seks?
-
Kalkulator Masa Subur
Kapan Perkiraan Masa Paling Subur Anda?
Must Read
close
-
Jumat, 24/05/2013 06:56 WIB
30 Menit Berolah Raga Secara Rutin Lebih Baik Daripada 2 Jam Sehari
-
Kamis, 23/05/2013 13:33 WIB
3 Penyebab Pria Sudah Botak di Usia 20-an Tahun
- detikNews · Berita · Internasional · Kolom · Wawancara · Lapsus · Tokoh · Pro Kontra · Profil · Indeks
- detikSport · Basket · MotoGP · F1 · Raket · Sepakbola · Sport Lain · Galeri · Profil · Fans Area · Indeks
- Sepakbola · Italia · Inggris · Spanyol · Jerman · Indonesia · Uefa · Bola Dunia · Fans Area · Indeks
- detikOto · Mobil · Motor · Modifikasi · Tips & Trik · Konsultasi · Komunitas · OtoTest · Galeri · Video · Forum · Indeks
- detikHot · Celebs · Music · Movie · Art · Gallery · Profile · KPOP · Forum · Indeks
- detikInet · News · Gadget · Games · Fotostop · Klinik IT · Ngopi · Produk Pilihan · Forum · Indeks
- detikFinance · Ekonomi Bisnis · Finansial · Properti · Energi · Industri · Sosok · Peluang Usaha · Pajak · Konsultasi · Foto · TV · Indeks
- detikHealth · Health News · Sexual Health · Diet · Ibu & Anak · Konsultasi · Health Calculator · Foto Balita · Bank Nama Bayi
- detikTravel · Travel News · Destinations · Photos · d'Trips · Hotels · Flights · ACI · d'Travelers Stories
- Wolipop · Fashion · Photos · Beauty · Love & Sex · Home & Family · Wedding · Entertainment · Sale & Shop · Hot Guide · d'Lounge · Indeks
- detikFood · Resep · Tempat Makan · Kabar Kuliner · Halal · Komunitas · Forum · Konsultasi · Galeri · Indeks
- detikSurabaya · Berita · Bisnis · Society · Foto · TV · Indeks
- detikBandung · News · Sosok · Info · Pengalaman Anda · Lifestyle · Iklan Baris · Foto · TV · Info Iklan · Forum · Indeks
Iklan Baris · Blog · Forum · Kolom Kita · adPoint · Seremonia · Sindikasi · Info Iklan · Suara Pembaca · Surat dari Buncit · detikTV · Cari Alamat
Copyright © detikcom, All Rights Reserved · Redaksi · Pedoman Media Siber · Karir · Kotak Pos · Info Iklan · Disclaimer

Cek Masa Pertumbuhan Anak Anda







_7.gif)

