Setia pada Satu Pasangan Dijamin Jauhkan Anda dari Hepatitis C

Rahma Lillahi Sativa - detikHealth
Kamis, 21/03/2013 19:22 WIB
ilustrasi (Foto: Thinkstock)
Jakarta, Hepatitis C biasanya menyebar melalui kontak dengan darah yang terinfeksi virus, penggunaan jarum suntik yang sama secara berulang-ulang dan hubungan seksual yang dilakukan bukan dengan pasangan alias free sex. Itulah mengapa sebuah studi baru mengungkap jika setia dengan satu pasangan seksual dapat menjauhkan seseorang dari virus hepatitis C (HCV).

Meski penularan virus hepatitis C dari pasangan yang terinfeksi selama berhubungan seksual terbilang sangat jarang terjadi tapi para pakar memperkirakan hepatitis C diderita oleh 4 juta orang Amerika yang sebagian besar aktif melakukan hubungan seksual.

"Secara umum risiko penularan virus hepatitis C dari pasangan seksual sangatlah rendah. Dengan kata lain, paparan darah yang terinfeksi virus sepanjang hubungan seksual melalui cairan tubuh seperti sekresi vagina, sperma atau air liur hanyalah membawa risiko infeksi yang minimal," terang ketua tim peneliti Dr. Norah Terrault dari University of California, San Francisco seperti dilansir timesofindia, Kamis (21/3/2013).

"Kendati begitu, kurangnya data kuantitatif terkait risiko penyebaran virus hepatitis C dengan aktivitas seksual masih terbatas pada hasil konseling dokter dengan pasien-pasiennya terkait praktik seks aman," tambahnya.

Untuk memastikan adanya risiko penyebaran virus hepatitis C dari individu yang terinfeksi terhadap pasangan seksualnya, peneliti merekrut 500 orang yang terdiagnosis positif anti-HCV dan HIV negatif berikut pasangannya.

Setiap pasangan disurvei tentang faktor risiko infeksi HCV-nya, praktik seksual mereka dan kebiasaan pasangan untuk menggunakan barang-barang pribadi yang sama.

Selain itu, peneliti menganalisis sampel darah partisipan agar dapat menentukan ada tidaknya virus aktif di dalam darah mereka lalu membandingkannya dengan strain HCV yang terdapat pada pasangan yang memang mengidap hepatitis C.

Hasilnya, sebagian besar partisipan yang terinfeksi HCV dan berpartisipasi dalam studi ini merupakan kulit putih non-Hispanik dengan usia rata-rata 49 tahun. Sebagian besar pasangan yang terinfeksi telah melakukan aktivitas seksual dalam kurun waktu yang beragam, mulai dari dua tahun hingga 52 tahun.

Namun prevalensi pasangan partisipan untuk terserang hepatitis C dalam studi ini hanyalah 4 persen. Hanya sembilan pasangan yang diketahui memiliki strain virus yang sama dan tiga pasangan yang menunjukkan tingginya penularan HCV antarpasangan.

Studi ini telah dipublikasikan dalam jurnal Hepatology.

(vit/vit)
Artikel detikHealth juga bisa dibaca melalui aplikasi detikcom untuk Android, BlackBerry, iPhone, iPad & Windows Phone. Install sekarang!

Ingin Mendapatkan Rp 500,000 dari detikHealth ? Ceritakan Pengalaman Dietmu di Sini




 atau daftar untuk mengirim komentar
Tampilkan Komentar di:        


Kalkulator Sehat indeks »
Database Dokter Obat Penyakit