detikhealth

Artikel 18+

Wahai Perempuan, Jangan Abaikan Libido yang Rendah

Nurvita Indarini - detikHealth
Jumat, 22/03/2013 10:02 WIB
Wahai Perempuan, Jangan Abaikan Libido yang RendahFoto: Ilustrasi/Thinkstock
Jakarta, Libido yang rendah kerap kali menjadi keluhan para pasangan. Bagi Anda para perempuan, saat mengalami libido rendah maka jangan anggap enteng. Sebab selain bisa mengganggu kehidupan seks, libido rendah juga berarti membuat Anda kehilangan manfaat kesehatan.

Dr Valerie Omicioli, seorang praktisi menopause bersertifikat dan asisten profesor kebidanan, ginekologi dan ilmu reproduksi di University of Maryland School of Medicine, pun menyarankan agar perempuan jangan sampai mengabaikan keluhan libido rendah ini. Demikian dikutip dari Chicago Tribune, Jumat (22/3/2013).

Penyebab Libido Rendah

Ketika bicara libido, sebenarnya bukan hanya mengacu pada hasrat melakukan hubungan seks, tetapi juga pikiran, fantasi, dan keinginanj untuk terlibat dalam aktivitas seksual. Ketika libido turun dan menyebabkan tekanan pribadi, maka digunakan istilah gangguan hasrat seksual hipoaktif (hypoactive sexual desire disorder/ HSDD).

Harus dipahami bahwa hasrat dan aktivitas seksual yang 'normal' mungkin berbeda antara orang yang satu dengan orang yang lain. Hasrat dan aktivitas seksual juga berbeda dari waktu ke waktu.

Ada faktor internal dan eksternal yang mempengaruhi perasaan seksual. Ada beberapa hal yang mempengaruhi libido termasuk kondisi medis, pengobatan, masalah hubungan dengan pasangan, depresi, tingkat hormon, stres, dan situasi hidupnya. Keinginan seksual juga sangat terkait dengan kesehatan yang baik. Perempuan dengan kondisi kesehatan kronis biasanya mengeluhkan aktivitas seksualnya yang turun dan libidonya yang rendah.

Usia Berapa Perempuan Mengalami Libido Rendah?

Penurunan libido bisa terjadi di semua usia. Namun jika hal ini terjadi pada perempuan yang masih muda, maka umumnya dikarenakan kondisi hormon yang menjadi penyebab.

Obat-obatan seperti pil KB, antidepresan, pil tekanan darah, atau obat-obatan untuk mengobati dan mencegah kanker dapat mempengaruhi libido perempuan di usia berapa pun.

Pada perempuan menopause sering kali mengalami kekeringan di area vagina saat sedang berhubungan intim. Hal ini membuatnya merasa tidak nyaman dan mempengaruhi hasrat seksualnya.

Bagaimana Mengatasi Libido Rendah?

Mengatasi libido rendah tidak bisa dilakukan dengan cara seragam. Sebab penyebabnya berbeda-beda. Bagi perempuan yang menurun libidonya pada sebelum atau saat menopause maka terapi hormon dengan estrogen, progestin atau testosteron bisa dilakukan.

Menurut survei Hypoactive Sexual Desire Disorder Registry pada 2010 ditemukan fakta bahwa 60 persen penyebab libido rendah pada perempuan adalah karena stres dan kelelahan. 40 Persen perempuan menyebut libido rendah karena tidak puas dengan penampilannya, 20-25 persen karena tidak puas dengan teknik pasangan, dan 20 persen karena tidak puas dengan hubungannya. Jika stres menjadi penyebab menurunnya libido, maka perlu melakukan kegiatan yang membuat rileks. Berlibur sejenak mungkin juga bisa menjadi pilihan.

Cara lainnya adalah dengan modifikasi gaya hidup melalui diet seimbang, menjaga berat badan ideal, dan olahraga 15 menit setiap hari agar bisa meningkatkan citra diri dan energi seksual. Selain itu mungkin perlu dilakukan kerja sama dengan pasangan untuk membangkitkan hasrat, misalnya dengan menyalakan lampu atau musik yang romantis, atau cobalah memakai lingerie sehingga ada suasana berbeda saat akan memulai hubungan seks dengan suami.

Saling memberi kejutan antar pasangan biasanya juga cukup membantu mengembalikan libido yang menurun. Kejutan yang diberikan adalah dengan merealisasikan fantasi seks masing-masing. Perlu diketahui, otak adalah pembangkit gairah seks yang baik.

Jika upaya keras Anda mengembalikan libido belum juga berhasil, segeralah berkonsultasi ke dokter. Jangan menunda untuk berkonsultasi ke dokter karena dengan memperbaiki libido, maka Anda bisa mendapatkan kehidupan seks yang baik.

Ingatlah bahwa aktivitas seksual menumbuhkan keintiman dan kedekatan, selain itu juga meningkatkan antibodi yang memerangi infeksi. Kegiatan seks yang berkualitas juga membuat tidur Anda menjadi lebih baik dan bisa menurunkan stres. Jika berlama-lama 'memelihara' libido rendah, Anda bisa kehilangan manfaat seks lainnya yakni meningkatnya kesehatan jantung.

(vit/pah)


 
Baca Juga

Konsultasi Kesehatan Kirim KonsultasiIndeks



Kalkulator Sehat indeks »
Database Dokter Obat Penyakit