detikhealth

Saat Didiagnosa Kanker Datanglah ke Dokter, Bukan ke Dukun

Erninta Afryani Sinulingga - detikHealth
Jumat, 22/03/2013 13:32 WIB
Saat Didiagnosa Kanker Datanglah ke Dokter, Bukan ke DukunFoto: Ilustrasi/Thinkstock
Jakarta, Banyak beredar kabar bahwa saat ini metode penyembuhan kanker dapat dilakukan tanpa harus operasi atau kemoterapi. Wajar saja banyak masyarakat yang menghindari operasi. Selain biaya yang besar, banyak dampak yang akan diterima oleh tubuh.

Kebotakan dan kerusakan jaringan pada kulit adalah hal yang paling banyak ditakuti sebagai efek dari kemoterapi. Maka tak heran banyak orang yang kemudian lari ke dukun untuk melakukan pengobatan alternatif. Padahal masih ada pengobatan alternatif yang tidak jelas dasarnya.

"Orang kena penyakit kanker itu bukan cuma dia yang sakit tapi satu keluarga ikut-ikutan 'sakit'. Akhirnya, bukan menolong malah jadi merugikan penderitanya dengan membawa ke alternatif," ujar Prof dr Soehartati Gondhowiardko, SpRad(K)OnkRad.

Hal itu disampaikan perempuan yang akrab disapa Prof Tati itu dalam seminar awam bertajuk Menepis Mitos Tentang Kanker di RSCM, Jl Diponegoro, Jakarta, dan ditulis pada Jumat (22/3/2013).

Pengobatan alternatif, holistik, obat-obatan herbal, dukun, sampai dilempar ke kambing pun menjadi pilihan sebelum pasien kemudian rela maju ke meja operasi. Karena tidak diatasi dengan baik, saat pasien pergi ke dokter, banyak yang sel kankernya sudah menyebar.

"Herannya dokter itu menjadi pilihan terakhir setelah pilihan-pilihan pengobatan lain. Biasanya pasien datang dengan kondisi yang jauh lebih parah akibat pengobatan yang tidak benar. Ada yang sudah memakai rompi selama 3 bulan, akhirnya memilih ke dokter setelah tubuhnya lecet dan luka-luka parah. Kankernya sudah menjalar ke mana-mana. Hal-hal seperti ini yang harus dicegah dan diedukasi ke masyarakat," kata Prof Tati.

Ia juga mengatakan bahwa pengidap kanker rata-rata sudah tidak rasional lagi. Namun yang harus tetap diingat adalah keluarga tidak boleh panik.

"Sugesti yang membuat orang itu lebih baik, maka tetaplah berpikir positif, itu yang harus dipercayai," ucap Prof Tati.

Kanker diketahui menduduki posisi ke-3 dari 10 penyakit ganas lainnya. 90 Persen penyakit ini tercipta akibat pola hidup yang tidak baik dan kurangnya kepedulian masyarakat. Menurut Prof Tati kasus pasien kanker yang diketahui dulu 1 banding 1.000, namun pada akhir tahun 2012 meningkat menjadi 4,3 banding 1.000.

(vit/vit)


 

Konsultasi Kesehatan Kirim KonsultasiIndeks



Kalkulator Sehat indeks »
Database Dokter Obat Penyakit
 
Must Read close