detikhealth

Ulasan Khas Jamu

Es Krim Jamu, Cara Asyik Minum Jamu

Ajeng Anastasia Kinanti - detikHealth
Rabu, 17/04/2013 12:33 WIB
Es krim jamu (Bagus/detikHealth)
Jakarta, Jamu memiliki banyak manfaat, bahkan untuk anak-anak. Namun karena rasanya yang dianggap pahit, anak-anak seringkali tidak mau mengonsumsi jamu. Tapi saat ini sudah ada inovasi baru untuk lebih mempopulerkan jamu, yaitu es krim jamu. Es krim ini memiliki bahan herbal yang alami dan khasiatnya tidak akan berkurang.

Salah satu pembuat es krim jamu ini adalah Retno Widati, wanita yang tinggal di Jalan Kayu Manis Timur 8, Matraman, Jakarta, ini memiliki keinginan yang kuat untuk dapat membuat jamu lebih digemari oleh masyarakat, terutama anak-anak. Menurutnya, saat ini jumlah penjual jamu masih banyak, sementara penikmatnya semakin berkurang. Oleh karena itu ia berupaya melestarikan jamu dengan berinovasi membuat es krim jamu.

"Es krim jamu ini merupakan ide saya untuk bisa lebih mengenalkan jamu ke berbagai kalangan. Saya saat ini melihat jamu sudah mulai terlupakan, padahal jamu sudah memiliki khasiat yang dipercaya turun-temurun. Saya sangat menyayangkan hal ini. Maka dari itu saya mencetuskan ide untuk mempopulerkan jamu dalam bentuk eskrim, karena yang saya lihat banyak orang menyukai eskrim," ujar Retno saat ditemui detikHealth, Rabu (17/4/2013).

Es krim yang paling diminati menurut Retno adalah beras kencur, karena rasanya yang manis alami dan tidak terlalu pahit, sehingga anak-anak di sekitar rumahnya sangat menyukai es krim jamu beras kencur. Namun tidak hanya beras kencur saja yang dapat dibuat menjadi es krim. Jamu yang lain pun bisa selama tersedia bahan lain, yaitu es batu dan garam.

"Tidak hanya jamu favorit seperti beras kencur dan kunyit asam saja yang dapat dibuat jamu, semua jamu dapat dibuat eskrim. Hal ini karena memang teknik yang digunakan tidak membatasi hanya jamu tertentu saja yang dapat dibuat es krim," lanjut Retno.

Retno menjamin khasiat es krim jamunya ini sama dengan meminum jamu tradisional yang biasa dijual. Es krim jamunya memang disukai banyak orang, namun ia memiliki prinsip hanya ingin melestarikan jamu pada masyarakat, tanpa unsur bisnis. Saat ini usianya pun sudah cukup tua untuk berbisnis, sehingga ia tidak menjual es krim jamu inovasinya ini. Retno sangat terbuka jika ada yang ingin melakukan pelatihan membuat es krim jamu.

"Pelatihan ini tidak dipungut biaya. Datang saja ke tempat terapi saya, akan saya ajari bagaimana cara membuat es krim jamu. Saya justru senang kalau ada orang yang mau belajar cara melestarikan jamu," tutup Retno.

Selain Retno Widati, di Yogyakarta juga ada 5 mahasiswa Fakultas Teknologi Pertanian (FTP) Universitas Gadjah Mada (UGM) yang membuat bisnis es krim jamu. 5 Mahasiswa itu antara lain Elok Pawening Maharani, Sari Yuslia, Arif Sugianto, Anisa Dian Safitri, dan Aryo Dwi Nugroho. Produk yang mereka hasilkan diberi label 'Herbatic' yang merupakan kepanjangan dari Herbal Nabati Ice Cream.

Dalam satu pekan mereka mampu menjual hingga 90 cup es krim Herbatic yang dijual seharga Rp 3.500 per cup. Herbatic baru dipasarkan secara terbatas di kantin FTP, Resto Vegan Somayoga, Vihara Bodhicitta Maitreya, Minimarket Plaza Agro. Rasa yang ditawarkan pun bervariasi, jahe, kunyit asam, kencur, temulawak, dan jahe merah.

Berbagai variasi olahan jamu ini dilakukan sebagai bentuk pelestarian jamu. Dengan dilakukannya berbagai inovasi baru kepada jamu, diharapkan jamu akan terus menjadi warisan di Indonesia dan tidak akan punah walaupun kini sudah banyak minuman lain yang memiliki fungsi seperti jamu.

(vit/vit)
Artikel detikHealth juga bisa dibaca melalui aplikasi detikcom untuk Android, BlackBerry, iPhone, iPad & Windows Phone. Install sekarang!

Ingin Mendapatkan Rp 500,000 dari detikHealth ? Ceritakan Pengalaman Dietmu di Sini




 atau daftar untuk mengirim komentar
Tampilkan Komentar di:        


Kalkulator Sehat indeks »
Database Dokter Obat Penyakit