detikhealth

Ulasan Khas Jamu

Sanrego, Obat Kuat Alami untuk Pria dari Tanah Angin Mamiri

Putro Agus Harnowo - detikHealth
Rabu, 17/04/2013 20:01 WIB
Sanrego (dok: Atlas of Living Australia)
Makassar, Jamu ataupun herbal sudah sejak lama digunakan oleh nenek moyang bangsa Indonesia sejak bertahun-tahun yang lalu. Salah satu yang paling banyak dicari kaum pria adalah obat kuat alami. Di Makassar, herbal yang terkenal bisa menambah keperkasaan kaum pria adalah sanrego.

Sanrego sebenarnya merpakan tanaman kayu yang memiliki nama latin Lunasia Amara. Tanaman ini banyak ditemukan di kawasan timur Indonesia dan tepatnya tumbuh subur di Desa Sanrego, Kecamatan Kahu, Kabupaten Bone.

Masyarakat setempat banyak menggunakan kayu ini untuk menambah gairah bercinta. Konon, khasiatnya mirip tanaman dengan kegunaan serupa seperti tongkat ali ataupun purwaceng di Jawa.

“Secara empirik memang masyarakat lokal yang punya tanaman jenis itu memang mereka gunakan untuk itu. Sehingga itu adalah local wisdom yang perlu diangkat,” kata Dr Anna Khuzaimah, kepala Balai Kesehatan Tradisional Masyarakat (BKTM) Makassar.

Dalam pameran yang digelar bersamaan dengan acara Rapat Kerja Kesehatan Nasional Regional Timur 2013 Kementerian Kesehatan RI di Hotel Grand Clarion, Makassar, Rabu (17/4/2013), dr Anna menjelaskan bahwa sampai sejauh ini, manfaat sanrego sendiri masih belum banyak diteliti secara klinis.

 Menurut dr Anna, BKTM akan menginventaris beberapa penelitian mengenai herbal ini lalu dilihat buktinya sudah sampai sejauh mana. Jika sudah sampai di titik keamanan dan menfaat, herbal ini bisa digunakan untuk direkomendasikan.

"Kami tidak merekomendasikan untuk menilai karena harus ada izin BPOM-nya dan evidence basenya harus jelas, berkaitan dengan medisnya," jelas dr Anna.

Walau demikian, dr Anna menuturkan belum ada keluhan yang disampaikan masyarakat terkait penggunaan sanrego. BKTM berencana mewawancarai masyarakat biasanya digunakan untuk apa serta bagaimana efek sampingnya.

"Kalau di daerah lain namanya mungkin beda-beda. Tapi penggunaannya sama. Ada begitu banyak masyarakat yang menggunakan. Tentu harus kami lindungi dari segi keamanan dan keselamatan," pungkas dr Anna.

(pah/vit)
Artikel detikHealth juga bisa dibaca melalui aplikasi detikcom untuk Android, BlackBerry, iPhone, iPad & Windows Phone. Install sekarang!

Ingin Mendapatkan Rp 500,000 dari detikHealth ? Ceritakan Pengalaman Dietmu di Sini




 atau daftar untuk mengirim komentar
Tampilkan Komentar di:        


Kalkulator Sehat indeks »
Database Dokter Obat Penyakit
Must Read close