detikhealth

Siapa yang Lebih Sulit Menahan Pipis, Pria atau Wanita?

Putro Agus Harnowo - detikHealth
Rabu, 24/04/2013 06:59 WIB
Foto: Ilustrasi/Thinkstock
Jakarta, Ketika mengantre di kamar kecil, tentu kebanyakan orang sering melihat toilet wanita cenderung lebih antre ketimbang toilet pria. Memang keberadaan urinoir sangat membantu dan mempercepat proses buang air kencing pada pria. Namun pernahkah Anda bertanya-tanya, kira-kira antara pria dan wanita, siapakah yang lebih sulit menahan kencing?

"Pada dasarnya jumlah urine-nya sama. Tapi kenapa wanita lebih sulit menahan kencing? Karena wanita punya rahim, sedangkan pria tidak. Rahim ini suka menekan, apalagi kalau sedang mens dan sedang hamil. Jadi wanita hamil susah menahan kencing itu normal," terang dr Ryan Thamrin, praktisi hidup sehat kepada detikHealth, dan ditulis pada Rabu (24/4/2013).

Selain itu, ureter yang merupakan saluran urin dari ginjal menuju kandung kemih berjalan melewati otot dasar panggul. Saat wanita hamil dan melahirkan, terjadi kelemahan pada otot dasar panggul sehingga membuat wanita lebih sulit menahan kencing. Pada wanita yang lebih sering melahirkan, otot ini akan menjadi lebih lemah lagi.

"Otot dasar panggul yang normal lebih kuat menahan ureter. Sedangkan pada wanita yang sudah banyak melahirkan, otot ini lebih lemah" terang dr Ryan yang akan menjadi pemandu acara dr Oz Indonesia.

Tak hanya itu, proses kencing pada pria ditahan oleh prostat dan otot polos. Sedangkan pada wanita, kemampuan menahan kemih hanya ditahan oleh otot dasar panggul sehingga mekanismenya lebih lemah. Inilah sebabnya mengapa sindrom overactive bladder banyak dialami oleh kaum wanita.

Sindrom overactive bladder adalah suatu kondisi di mana seseorang sering buang air kecil tanpa mengenal waktu. Pada pria, gangguan ini juga bisa menyerang dan diyakini berkaitan dengan gangguan prostat. Untungnya sindrom ini adalah suatu kondisi medis yang umum dan bisa diobati.

Selain diatur oleh otot, proses berkemih pada pria maupun wanita juga diatur oleh saraf di otak. Pasien yang mengalami kerusakan saraf, misalnya pada pasien stroke, biasanya penyakitnya disertai gangguan berkemih berupa mengompol karena sarafnya kurang dapat mengatur proses berkemih.

Tips-tips kesehatan yang praktis namun penting seperti ini bisa didapatkan langsung dari dr Ryan Thamrin dalam acara dr Oz Indonesia yang mulai ditayangkan di Trans TV pada tanggal 27 April nanti pada pukul 15.45 WIB. Tak hanya memberikan tips-tips hidup sehat, dr Oz Indonesia juga akan mengungkap problematika kesehatan dengan konsep yang mudah dipahami.

(pah/vit)

Ingin Mendapatkan Rp 500,000 dari detikHealth ? Ceritakan Pengalaman Dietmu di Sini




 atau daftar untuk mengirim komentar
Tampilkan Komentar di:        


Kalkulator Sehat indeks »
Database Dokter Obat Penyakit