detikhealth

Ulasan Khas Detoks

Ini Dia Macam-macam Detoks

Ajeng Anastasia Kinanti - detikHealth
Rabu, 24/04/2013 09:05 WIB
Foto: Ilustrasi/Thinkstock
Jakarta, Detoks diyakini memiliki manfaat untuk membersihkan tubuh dari racun yang jika menumpuk akan membahayakan tubuh. Terlalu banyak jenis detoks yang beredar di masyarakat membuat aktivitas ini menjadi sulit untuk dipilih. Namun sebenarnya, yang paling sering dilakukan dalam dunia kedokteran adalah detoks usus besar, detoks liver, dan puasa. Bagaimana prosesnya?

Detoks alami merupakan proses detoks yang dilakukan dengan menggunakan aktivitas secara biasa, tanpa memberi bahan kimia apapun ke dalam tubuh. Prosesnya sendiri bisa dibilang lebih aman, sebab dilakukan dengan cara yang tidak mengganggu kerja organ dengan obat. Yang termasuk di dalam detoks alami adalah detoks usus besar (colon), detoks liver, dan puasa.

Detoks usus besar (colon) dilakukan sebagai proses pembersihan usus dari sisa-sisa pencernaan yang mengendap di dalam tubuh bertahun-tahun sepanjang hidup. Detoks ini dilakukan dengan cara yang disebut colon therapy, yaitu membersihkan usus menggunakan bahan herbal seperti daun senna. Setelah dilakukan proses ini selama kurang lebih 3 kali terapi, sisa ampasnya akan meluruh dan turun terbawa sisa pencernaan lainnya. Detoks semacam ini bisa memperbaiki sistem pencernaan dan metabolisme tubuh, sehingga akan lebih sehat.

Detoks liver dilakukan bila terdapat racun atau serpihan batu pada empedu. Biasanya dokter akan menyarankan untuk mengonsumsi apel dan minyak zaitun. Awalnya pasien akan diminta untuk berpuasa, setelah itu meminum minyak zaitun kurang lebih 100 cc. Setelah kosong karena puasa dan diberikan minyak zaitun, liver akan memaksa empedu bekerja dengan cara memijat-mijat, sehingga racun dan sisa-sisa batu yang mengendap akan keluar.

Puasa yang biasa dilakukan umat Muslim merupakan salah satu contoh detoks alami yang paling baik. Proses ini dilakukan dengan tidak makan dan minum mulai dari pagi hari hingga sore hari. Awalnya pasti akan merasakan pusing, mual, bahkan ada perubahan emosi, namun hal itu sangat wajar sebagai proses adaptasi tubuh karena kurangnya nutrisi tertentu. Namun selanjutnya akan terasa lebih segar.

"Pada dasarnya detoks tentu yang lebih aman adalah yang alami. Konsumsi suplemen jangka panjang bisa merusak ginjal. Jika memang ingin sehat dan langsing, sempatkan diri untuk berolahraga atau puasa secar rutin," ujar dr. Phaidon L. Toruan, praktisi hidup sehat, saat dihubungi oleh detikHealth, dan ditulis pada Rabu (24/4/2013).

(vit/vit)

Ingin Mendapatkan Rp 500,000 dari detikHealth ? Ceritakan Pengalaman Dietmu di Sini

Artikel detikHealth juga bisa dibaca melalui aplikasi detikcom untuk Android, BlackBerry, iPhone, iPad & Windows Phone. Install sekarang!



 atau daftar untuk mengirim komentar
Tampilkan Komentar di:        


Kalkulator Sehat indeks »
Database Dokter Obat Penyakit