detikhealth

Sehat di Jalan Biar Tak Kecelakaan

Patah Tulang Karena Kecelakaan? Ini yang Harus Dilakukan

Ajeng Anastasia Kinanti - detikHealth
Jumat, 26/04/2013 18:08 WIB
ilustrasi (Foto: Thinkstock)
Jakarta, Di kota-kota besar yang dipadati kendaraan, peristiwa kecelakaan lalu lintas bisa dibilang terjadi hampir setiap hari. Salah satu cedera yang sering terjadi akibat kecelakaan adalah patah tulang. Kondisi ini membutuhkan penanganan serius dan hati-hati.

Patah tulang sendiri terdiri dari berbagai jenis. Penanganannya tergantung pada jenis dan tingkat keparahan cedera yang dialami. Saat menemui korban kecelakaan dan ingin menolong, perlu diketahui beberapa hal yang harus dilakukan dan tidak boleh dilakukan agar cedera tidak bertambah parah.

"Tanda-tanda patah tulang itu adalah lihat bentuk dan letak bagian tubuhnya. Jika ada yang keluar atau bergeser tidak pada tempatnya, maka dapat dipastikan ia mengalami patah tulang," kata dr Firdaus Saleh SpB, SpU (K), spesialis bedah urologi dari RS Pelni ketika dihubungi detikHealth, Jumat (26/4/2013).

Dr Firdaus menuturkan, yang pertama perlu dilakukan kepada korban patah tulang adalah memposisikan korban agar kondisi tulangnya yang patah kembali normal. Setelah mengalami kecelakaan, korban biasanya mengalami nyeri yang hebat sampai mengalami kondisi syok, jadi apabila tulangnya dinormalkan, ia tidak akan merasakan nyeri.

Walau begitu, cara ini sebaiknya hanya dilakukan oleh tenaga medis yang berpengalaman. Untuk masyarakat awam yang tidak tahu cara menangani pasien patah tulang, sebaiknya korban tidak diotak-atik sebab tindakan yang dilakukan justru bisa membuat kondisi korban bertambah parah.

Setelah mengetahui kemungkinan patah tulang, korban sebaiknya dipindahkan ke tempat yang aman. Proses ini membutuhkan kehati-hatian sebab memindahkan tubuh korban berisiko bisa menggeser posisi luka. Dr Firdaus menyarankan untuk tidak memindahkan korban kecelakaan sendirian.

"Cara aman pindahkan korban adalah angkat dalam posisi anatomis, yaitu telentang dengan kedua lengan di samping secara bersama-sama oleh minimal 4 orang perlahan-lahan dan serentak. Jangan ada bagian tubuh yang terjuntai," jelas dr Firdaus.

(pah/up)
Artikel detikHealth juga bisa dibaca melalui aplikasi detikcom untuk Android, BlackBerry, iPhone, iPad & Windows Phone. Install sekarang!

Ingin Mendapatkan Rp 500,000 dari detikHealth ? Ceritakan Pengalaman Dietmu di Sini




 atau daftar untuk mengirim komentar
Tampilkan Komentar di:        


Kalkulator Sehat indeks »
Database Dokter Obat Penyakit