detikhealth

Sudah Kuno, 5 Aturan Diet Ini Boleh Diabaikan

Rahma Lillahi Sativa - detikHealth
Senin, 29/04/2013 12:55 WIB
Sudah Kuno, 5 Aturan Diet Ini Boleh DiabaikanIlustrasi (dok: Thinkstock)
Jakarta, Konon kalau mau kurus Anda harus membatasi porsi makan atau berhenti makan di malam hari. Tapi beberapa studi baru tentang diet telah mengubah pola pikir banyak orang tentang pola makan yang sehat, termasuk mendorong orang untuk diet dengan cara yang berbeda dari yang dulu banyak dikatakan orang sebagai metode diet yang efektif.

Berikut beberapa aturan diet lama yang tak perlu Anda gubris lagi ketika ingin menjalani program diet dan menurunkan berat badan seperti halnya dikutip dari Huffingtonpost, Senin (29/4/2013).

1. Efek perubahan kecil sama efektifnya dengan perubahan besar
Saat diet, mungkin Anda mengubah hal-hal kecil dari pola makan seperti mengurangi penggunaan mayonaise atau membatasi konsumsi soda, padahal keduanya bukanlah makanan yang Anda santap tiap hari. Itulah mengapa 'pengorbanan' kecil itu takkan mengubah berat badan Anda.

"Anda akan melihat hasil yang lebih mengesankan dengan memfokuskan diri pada perubahan-perubahan yang menjadi bagian dari rutinitas makan," saran pakar diet teregistrasi Keri Glassman, yang juga penulis buku The New You (and Improved!) Diet.

Menurut Glassman, kuncinya adalah konsistensi. Misalnya jika Anda minum soda sebanyak 8 ons setiap sore beralih ke air mineral akan menghemat 700 kalori perminggu.

Tapi jika Anda hanya minum soda saat nonton atau misalnya sebulan sekali, cobalah cari minuman lain yang lebih sehat karena hasilnya juga akan terlihat lebih signifikan.

2. Tunggulah sampai benar-benar lapar agar bisa makan
Siapa yang tak merasa lapar ketika melihat makanan favoritnya tersaji di hadapannya. Begitu pula dengan orang yang kelebihan berat badan yang kesulitan untuk mengetahui apakah ia benar-benar lapar atau kenyang sehingga cenderung lebih mudah dibujuk untuk makan.

"Makanlah camilan sehat yang porsinya kecil untuk membantu mengelola selera makan Anda. Kalau perlu berilah skala pada rasa lapar Anda dengan skala 1-10 (10 berarti sangat kenyang). Kemudian cobalah untuk bertahan antara skala 4-6 ('sedikit puas' ke 'sedikit lapar')," kata Glassman.

3. Lebih banyak olahraga agar kehilangan lebih banyak berat badan
Beberapa studi telah menunjukkan bahwa olahraga saja tak cukup membantu seseorang untuk menurunkan berat badan. Faktanya, ketika sejumlah orang mulai rutin berolahraga, berat badan mereka justru bertambah.

Pasalnya, olahraga intens membuat orang merasa lebih lapar dari biasanya sehingga ada kecenderungan untuk 'mengapresiasi' usaha fisik itu dengan makanan berkalori tinggi. Lagipula olahraga tak membakar kalori sebanyak yang kita kira selama ini (biasanya hanya sekitar 200 kalori), padahal untuk bisa konsisten pada jadwal olahraga saja sudah sangatlah sulit.

Lebih baik Anda berpikir bahwa olahraga membantu Anda membentuk otot agar terlihat lebih ramping dan kuat (meski mungkin Anda tak terlalu gemuk) sekaligus meningkatkan mood sehingga hal itu akan memberi Anda motivasi untuk merawat tubuh. Rutin berolahraga juga diketahui dapat meningkatkan kesehatan, terutama jantung, termasuk memperpanjang umur.

4. Mengurangi asupan kalori di manapun Anda berada
Tak semua kalori pada makanan diciptakan sama besarnya. Bahkan ada metode diet yang cenderung lebih mengunggulkan asupan protein dan serat untuk menurunkan berat badan karena banyak studi yang menyatakan kedua nutrisi tersebut dapat meningkatkan kepadatan makanan dan tingkat kekenyangan sehingga menjauhkan rasa lapar.

Menurut para pakar, yang terpenting adalah fokus pada makanan yang jadi sumber kalorinya. Sebuah riset menunjukkan kalori dari karbohidrat olahan seperti tepung terigu dan gula diperlakukan secara berbeda oleh tubuh sehingga menyebabkan kadar gula darah dan insulin naik serta penyimpanan lemak.

Jadi ketika kalorinya berimbang, carilah opsi lain yang mengandung banyak serat dan protein serta kurangi asupan gula tambahan dan karbohidrat olahan.

5. Hindari berbagai jenis lemak, apapun itu
Padahal lemak bukan saja nutrisi penting tapi juga dapat membantu menurunkan berat badan dengan membuat Anda cepat kenyang, termasuk mengurangi kebiasaan ngemil, terang Glassman. Faktanya, diet yang baik itu terdiri atas 30 persen lemak.

"Kuncinya adalah memilih lemak yang tepat meski sebenarnya hal itu cukup membingungkan. Bahkan saya punya banyak klien yang masih takut makan kacang," kisah Glassman.

Pilihlah lemak sehat (seperti lemak tak jenuh atau lemak jenuh tunggal) yang berasal dari kacang-kacangan, alpukat, ikan, biji-bijian seperti flaxseed dan biji chia serta minyak zaitun. Tapi jangan kebanyakan, cukup satu genggaman tangan saja.

Batasi juga konsumsi lemak jenuh dari keju, mentega, krim, potongan lemak dari daging dan minyak kelapa. Begitu pula dengan lemak trans yang banyak ditemukan pada makanan olahan seperti kripik, kue dan margarine yang menurut Glassman tak hanya menyebabkan kenaikan berat badan tapi juga meningkatkan kadar kolesterol jahat alias LDL hingga meningkatkan risiko penyakit jantung.

(up/up)


Punya pengalaman diet yang menginspirasi ? Ceritakan pengalamanmu disini


Konsultasi Kesehatan Kirim KonsultasiIndeks


Kalkulator Sehat indeks »
Database Dokter Obat Penyakit