detikhealth

Penelitian Temukan Obat Kuat Sildenafil di Pinggir Jalan 100% Palsu

Putro Agus Harnowo - detikHealth
Kamis, 02/05/2013 18:32 WIB
ilustrasi (Foto: Thinkstock)
Jakarta, Sebegitu besarnya ego pria sampai-sampai tak mau terlihat lemah di atas ranjang, terutama demi membahagiakan istri tercinta. Entah karena minder atau apa, banyak pria yang mencari bantuan dengan membeli obat kuat. Nahas, penelitian menemukan obat-obat khusus pria tersebut banyak yang dipalsu.

Obat khusus pria yang sering jadi andalan adalah Sildenafil. Sebuah penelitian bertajuk 'Victory Project' yang dilakukan oleh Fakultas Kedokteran Universitas Indonesia menemukan bahwa 100 persen sampel sildenafil yang dijual di pinggir jalan ternyata adalah palsu.

"Yang dijual di gerobak-gerobak kita temukan itu 100 persen palsu. Masyarakat sebaiknya membeli obat di sarana yang resmi karena obat yang palsu banyak ditemukan di sarana yang tak resmi," terang Widyaretna Buenastuti, Ketua Masyarakat Indonesia Anti Pemalsuan.

Hal itu dikemukakan Widyaretna dalam acara Konferensi Pers mengenai 'Risiko dan Dampak Zat Berbahaya Pada Obat Palsu Terhadap Kesehatan' serta pemaparan hasil penelitian 'Victory Project' yang diselenggarakan oleh PT Pfizer dan RSCM - FKUI di Ruang Kenari, Jakarta Convention Center, Kamis (2/5/2013).

Widyaretna menjelaskan bahwa penelitian ini dilakukan di tahun 2011 - 2012 dengan mengambil sampel di Jabodetabek, Bandung, Surabaya, Malang dan Medan. Penelitian ini menganalisis 518 jumlah tablet yang diperoleh dari berbagai macam outlet penjualan seperti apotek, toko obat, penjual obat pinggir jalan dan pembelian lewat situs online.

Tak hanya ditemukan pada penjual obat pinggir jalan saja, penelitian ini juga menemukan bahwa obat sildenafil palsu ternyata ditemukan di toko obat sebanyak 56 persen, lewat situs internet sebanyak 33 persen dan juga ditemukan di apotek sebanyak 13 persen.

Daerah yang paling banyak ditemukan obat sildenafil palsu tersebut adalah di Jabodetabek dan Jawa Timur yang mencapai 50 persen, sementara di Bandung dan Medan prosentasenya mencapai 18 - 20 persen.

"Sebagian obat yang palsu bahannya memang mengandung sildenafil. Ada 63 persen yang mengandung Sildenafil kurang dari 50 miligram, padahal obat yang asli harusnya mengandung 100 miligram. Bahkan ada 9 persen yang kadarnya di atas 100 miligram," terang Widyaretna.

Perlu digarisbawahi, sildenafil yang diteliti dalam 'Victory Project' merupakan keluaran PT Pfizer yang dijual dengan nama dagang 'Viagra'. Sildenafil sendiri merupakan nama generik dari obat PDE5 Inhibitor dan perusahaan lain juga mengeluarkan obat dengan bahan aktif yang sama namun dengan merek yang berbeda.

"Jadi memang tidak bisa digeneralisasi untuk obat lain. Tapi kita menghimbau kepada masyarakat untuk membeli obat di outlet-outlet yang resmi," ujar Widyaretna.

(pah/up)

Ingin Mendapatkan Rp 500,000 dari detikHealth ? Ceritakan Pengalaman Dietmu di Sini

Artikel detikHealth juga bisa dibaca melalui aplikasi detikcom untuk Android, BlackBerry, iPhone, iPad & Windows Phone. Install sekarang!



 atau daftar untuk mengirim komentar
Tampilkan Komentar di:        


Kalkulator Sehat indeks »
Database Dokter Obat Penyakit