detikhealth

Maksud Hati Ingin Cantik Pakai Lipstik, Malah Kena Risiko Kanker

Rahma Lillahi Sativa - detikHealth
Jumat, 03/05/2013 19:00 WIB
Maksud Hati Ingin Cantik Pakai Lipstik, Malah Kena Risiko Kanker(Foto: Thinkstock)
Jakarta, Kosmetik merupakan senjata utama bagi wanita untuk meningkatkan kepercayaan dirinya. Tapi bagaimana jika salah satu kosmetik andalan Anda yaitu lipstik atau lip gloss justru dikatakan dapat menyebabkan kanker karena kandungannya yang berbahaya?

Sekelompok peneliti dari AS menemukan beberapa merek lipstik populer yang dijual di berbagai apotek dan department strore di Amerika terbukti mengandung logam beracun yang berpotensi menimbulkan masalah kesehatan bagi orang yang memakainya.

Awalnya tim peneliti dari Berkeley's School of Public Health, University of California meminta 12 gadis berusia 14-19 tahun yang tergabung dalam kelompok pemuda Asia dan tinggal di wilayah dengan penduduk berpendapatan rendah di Oakland, California untuk mencatat merek dan nama produk dari semua jenis lip gloss yang sering mereka pakai di rumah.

Kemudian peneliti membawa daftar ini ke toko dan membeli produk-produk tersebut dengan jumlah 32 buah (8 lipstik dan 24 lip gloss). Setelah dilakukan tes spektrometri, peneliti menemukan kandungan logam timah, kadmium, kromium, aluminium dan lima logam lainnya dengan kadar yang dapat terdeteksi dalam produk-produk tersebut, artinya kadar kandungan logam-logam tersebut cukup signifikan.

Seperti dilansir cbsnews, Jumat (3/5/2013), timah ditemukan pada 24 produk atau 75 persen dari keseluruhan produk yang diuji dan kesemua produk tersebut terbukti mengandung ketiga jenis logam yaitu mangan, titanium dan aluminium.

Separuh produk mengandung timah dengan konsentrasi di atas 0,1 parts per million (ppm) atau konsentrasi logam yang ada pada kemasan penutup permen yang seringkali dikonsumsi anak-anak di Amerika dan disetujui FDA.

Namun konsentrasi logam antara satu produk dengan produk lain bervariasi. Misalnya, peneliti menemukan sebuah produk yang memiliki konsentrasi kromium yang tertinggi (9,72 ppm) dan konsentrasi kadmium, mangan dan timah tertinggi kedua (masing-masing 2,16 ppm; 35,3 ppm dan 1,25 ppm).

Sayangnya peneliti tidak menemukan pola yang jelas untuk memprediksi kadar toksin atau racun berdasarkan merek, warna, jenis dan harga produk (yang berkisar antara 6-24 dollar Amerika).

Disamping itu, peneliti juga menganalisis potensi risiko paparan toksin melalui perbandingan frekuensi penggunaan lipstik dengan konsentrasi toksin yang ditemukan di dalamnya. Hasilnya digolongkan ke dalam dua kategori: 'penggunaan rata-rata' dan 'penggunaan berat'.

Peneliti mengklaim paparan kromium dari 10 produk terbukti melebihi paparan harian yang dapat ditolerir jika diukur dengan 'penggunaan rata-rata'. Kromium diketahui sebagai salah satu karsinogen bagi manusia karena dapat menyebabkan kanker paru-paru atau tumor di perut jika dihirup atau ditelan.

Sedangkan 'penggunaan berat' dapat menyebabkan paparan aluminium yang berlebihan pada satu produk yang diuji, begitu pula dengan paparan kromium pada 22 produk yang diuji. Tak hanya itu, konsentrasi mangan yang berpotensi bahaya juga ditemukan pada tujuh produk yang diuji.

Jenis logam lain yang ditemukan yaitu kadmium adalah karsinogen lain yang juga dapat menyebabkan kanker paru-paru dan kerusakan pada sistem pernafasan ketika dihirup. Peneliti menduga 'penggunaan berat' pada 10 produk yang mereka uji juga dapat menyebabkan kelebihan paparan kadmium pada orang yang memakainya.

Kendati begitu perkiraan paparan timah pada produk-produk ini ternyata masih di bawah kadar paparan harian yang dapat ditolerir, meski penggunaannya tinggi. Namun peneliti memperingatkan jika anak-anak berisiko tinggi terhadap efek paparan timah tersebut, terutama pada anak-anak karena sejauh ini efek timah paling menonjol ditemukan pada anak-anak yang sedang dalam masa pertumbuhan.

"Tapi penemuan kandungan logam-logam ini semata tidaklah penting, yang terpenting adalah konsentrasinya. Pasalnya beberapa logam beracun ternyata mempunyai konsentrasi yang dapat memberikan dampak jangka panjang," tandas ketua tim peneliti S. Katharine Hammond, profesor ilmu kesehatan lingkungan dari UC Berkeley.

Hammond dan rekan-rekannya menyimpulkan jika lipstik dan lip gloss bisa saja memberikan risiko spesifik bagi para konsumen karena produk-produk itu akan tertelan dan terhirup sedikit demi sedikit oleh orang-orang yang menggunakannya. Untuk itu, peneliti pun merekomendasikan agar setelah seharian dipakai, bekas lipstik harus dibersihkan dengan benar agar paparan logamnya berkurang.



(vit/vit)


Punya pengalaman menarik seputar diet ? Kirimkan disini


Konsultasi Kesehatan Kirim KonsultasiIndeks


Kalkulator Sehat indeks »
Database Dokter Obat Penyakit