detikhealth

Kontrasepsi Istri Daus Mini Meleset, Seberapa Amankah Pakai Spiral?

Putro Agus Harnowo - detikHealth
Rabu, 08/05/2013 20:03 WIB
Kontrasepsi Istri Daus Mini Meleset, Seberapa Amankah Pakai Spiral?Daus Mini dan istrinya (Foto: Facebook)
Banda Aceh, Beberapa saat yang lalu, istri pelawak Daus Mini harus menjalani operasi di rumah sakit lantaran alat kontrasepsi yang dipakainya mendekati bagian usus. Alat kontrasepsi spiral yang dipakai ini merupakan salah satu bentuk kontrasepsi kontrasepsi intrauterine device (IUD).

Sebenarnya, kontrasepsi spiral ini merupakan alat kontrasepsi yang paling ideal bagi beberapa perempuan. Alasannya karena bisa digunakan untuk jangka waktu yang lama dan terhitung aman digunakan. Namun dengan adanya kasus yang dialami istri Daus Mini ini, bisa jadi timbul keraguan di benak publik.

"Seumur-umur saya kerja di BKKBN, 30 tahun, baru kali ini saya mendengar itu. Peserta IUD ini sudah lebih dari 4 juta orang, jadi ini kejadian luar biasa dan baru terdengar kali ini. Yang luar biasa ini perlu juga mendapat perhatian," kata dr Muhammad Tri Tjahjadi, MPH, Direktur Bina Kesertaan KB Jalur Swasta Badan Kependudukan dan Keluarga Berencana (BKKBN).

Hal tersebut disampaikan Tri dalam acara peluncuran Pesona AMOR yang diselenggarakan BKKBN di pelabuhan Ulee Lheu, Banda Aceh, Rabu (8/5/2013).

Tri menjelaskan bahwa pemasangan IUD seharusnya melewati persetujuan akseptor KB dan juga ada mekanisme kontrol yang sudah dibakukan. Biasanya, kontrol dilakukan dalam waktu 2 minggu, lalu dilanjutkan lagi 3 dan 6 bulan kemudian. Apabila terjadi pergeseran alat hingga sampai ke dekat usus, besar kemungkinan mekanisme standar pelayanan baku tersebut tidak terpenuhi.

Menurut pengakuan istri Daus sendiri, pemasangan spiral IUD sudah dilakukan setahun sebelumnya. Rasa sakit yang dialami juga sudah cukup lama dikeluhkan, namun awalnya rasa sakit itu dikira karena bekas operasi caesar kelahiran anak pertama.

"Maka dari itu sebaiknya dicek sudah berapa lama lalu dicek seperti apa tipenya. Sebab tipenya berbeda-beda, begitu juga insidennya, tapi manfaatnya bagus semuanya," terang Tri.

Lebih lanjut lagi, Tri menjelaskan bahwa pemasangan IUD ini juga harus dilakukan oleh tenaga yang terlatih. Bidan pun sebenarnya boleh, asal terlatih dan sudah mendapat izin dari pemerintah daerah setempat. Pelatihan pemasangan IUD pada bidan ini biasanya berlangsung selama seminggu.

IUD yang kurang dipasang dengan baik sendiri biasanya menyebabkan eksklusi atau pengeluaran. Pemakainya seringkali tidak menyadari dan merasa sudah menggunakan IUD, padahal kemungkinan hamil masih cukup besar.

"Eksklusi itu 2 dari 1.000 ada kemungkinannya. Makanya kehati-hatian waktu memasang itu sangat penting dan kontrol pertama itu sangat penting," imbuh Tri.

Untuk tenaga bidan sendiri, Tri menerangkan bahwa pengawasan dari pemerintah dan organisasi profesi selalu dilakukan. Begitu juga untuk peralatannya, baik yang didapat dari BKKBN ataupun yang beli sendiri.

(pah/vit)


Ikuti survei online detikHealth berhadiah paket dari SOHO dan merchandise di sini


Konsultasi Kesehatan Kirim KonsultasiIndeks


Kalkulator Sehat indeks »
Database Dokter Obat Penyakit