detikhealth

Konsultasi Umum
dr. Dito Anurogo

dr. Dito Anurogo, medical doctor at Indonesian Young Health Professionals' Society (IYHPS).

Hemoglobin Tinggi, Perlukah Diturunkan?

Suherni - detikHealth
Rabu, 15/05/2013 12:44 WIB
Hemoglobin Tinggi, Perlukah Diturunkan?Ilustrasi (Foto: thinkstock)
Jakarta, Dokter Dito yth, saya pendonor rutin. Saat mau donor terakhir ditolak karena Hb terlalu tinggi 18,5 g/dl, tensi saat mau donor 140/90, terakhir donor kira-kira setahun yang lalu. Pertanyaannya bagaimana cara menurunkan Hb? Apa akibat dari Hb yang tinggi dalam jangka waktu yang lama? Terimakasih atas jawabannya. Semoga Dokter Dito sekeluarga diridhoi Allah senantiasa.

Haryono (Laki-laki menikah, 30 tahun)
hary.XXXX@yahoo.com
Tinggi badan 167 cm, berat badan 68 kg

Jawaban

Terimakasih atas perhatian dan kepercayan Bapak Haryono kepada kami. Mari kita langsung memasuki pembahasan permasalahan Bapak Haryono.

Untuk dapat diterima donor memang ada persyaratan khusus. Berikut ini beberapa syarat donor di Palang Merah Indonesia (PMI):

1. Usia 17-65 tahun
2. Sehat (saat menyumbangkan darah)
3. Berat badan minimal 45 kg
4. Suhu/temperatur tubuh 36,6 - 37,5ยบ C (oral)
5. Tekanan darah baik, yaitu: sistole 110-160 mmHg dan diastole 70-100 mmHg
6. Denyut nadi teratur, sekitar 50-100 x/menit
7. Hemoglobin (untuk wanita minimal 12 g % dan untuk pria minimal 12,5 g %)
8. Bukan pencandu alkohol/narkoba
9. Kulit lengan donor sehat
10. Tidak berpenyakit jantung, hati, paru, ginjal, kencing manis, perdarahan, kejang-kejang, kanker, penyakit kulit kronis
11. Tidak sedang hamil, menyusui, menstruasi (bagi pendonor wanita)
12. Tidak menerima transfusi darah / komponen darah dalam enam bulan terakhir
13. Tidak menderita penyakit infeksi: malaria, hepatitis, HIV / AIDS
14. Tidak mendapat imunisasi dalam 2-4 minggu terakhir dan tidak sedang demam (panas)
15. Tidak digigit binatang yang menderita rabies dalam satu tahun terakhir
16. Beri tahu petugas bila pernah minum ASPIRIN dalam 3 hari terakhir
17. Jarak penyumbangan darah minimal tiga bulan. Hal ini sebaiknya disesuaikan dengan keadaan umum donor.

Dari semua persyaratan di atas, tampaknya Bapak Haryono tidak dapat memenuhi kriteria nomor 5 dan 7.

Nah, mari kita lanjutkan pembahasan ini.

Apa itu hemoglobin?
Hemoglobin adalah komponen sel-sel darah merah berbasis protein yang berperan utama di dalam mengirimkan oksigen dari paru-paru ke seluruh tubuh. Hemoglobin (Hb) adalah tetramer yang dibentuk dari rantai-rantai globin dua alpha dan dua beta. Saat terpapar oleh kadar glukosa darah yang tinggi, hemoglobin 'menjelma' sebagai non-enzymatically glycated pada berbagai tempat berbeda di molekul.

Berapa normalnya hemoglobin?
Nilai normal hemoglobin dipengaruhi oleh multifaktor. Salah satunya adalah usia. Nah, berikut ini berbagai nilai normal hemoglobin:
- Bayi baru lahir: 17-22 gram/desiliter
- Usia satu minggu: 15-20 gram/desiliter
- Usia satu bulan: 11-15 gram/desiliter
- Anak-anak: 11-13 gram/desiliter
- Dewasa pria: 14-18 gram/desiliter
- Dewasa wanita: 12-16 gram/desiliter
- Pria setelah usia paruh baya: 12,4-14,9 gram/desiliter
- Wanita setelah usia paruh baya: 11,7-13,8 gram/desiliter

Penyebab hemoglobin tinggi
Ada beberapa penyebab hemoglobin (Hb) tinggi, misalnya:
1. Merokok tembakau
2. Hidup/menetap di dataran (tempat yang) tinggi
3. Overdosis obat (terutama golongan steroid anabolik)
4. Penyalahgunaan obat golongan epoetin alfa
5. Penyalahgunaan obat erythropoietin oleh atlet (olahragawan) untuk tujuan blood doping
6. Adanya gangguan/penyakit paru-paru, misalnya: emphysema, COPD (chronic obstructive pulmonary disease) yang disebut juga PPOK (penyakit paru obstruksi kronis)
7. Gangguan sumsum tulang, yang disebut polisitemia vera (disebut juga polycythemia rubra vera)
8. Pendadahan darah (blood doping), yaitu: menambahkan sel-sel darah merah secara intravena (melalui pembuluh darah balik) menuju aliran darah
9. Keberadaan kanker atau tumor (benjolan) tertentu di organ tubuh
10. Dehidrasi (kekurangan cairan tubuh) dapat menyebabkan pengukuran hemoglobin "seolah-olah" tinggi (peningkatan semu Hb). Keadaan ini dapaqt diatasi dengan dengan menyediakan suplai cairan yang cukup.

Secara fisiologis, peningkatan konsentrasi hemoglobin biasanya sebagai hasil dari dua mekanisme:
1. Peningkatan produksi sel darah merah sebagai mekanisme kompensasi saat kapasitas membawa oksigen di dalam darah dikompromikan untuk memenuhi permintaan jaringan tubuh.
2. Volume plasma yang menyusut (contracted) menghasilkan volume sel darah merah yang lebih besar.

Hemoglobin tinggi, berbahayakah?

Hemoglobin tinggi TIDAK SELALU berbahaya. Namun kita tetap perlu mewaspadainya. Sebab boleh jadi tingginya hemoglobin itu sebagai indikasi dari akan munculnya kondisi berikut ini:
1.Penyakit jantung kongenital (congenital heart disease)
2. Fibrosis paru-paru, yaitu: timbulnya jaringan parut (skar) atau terjadinya penebalan jaringan di antara kantong udara dalam paru-paru (alveoli).
3.Peningkatan pembentukan sel-sel darah merah yang berkaitan dengan berlebihannya produksi eritropoietin.
4. Cor pulmonale, yaitu: kegagalan jantung kanan karena peningkatan tekanan darah (hipertensi) di dalam pembuluh darah arteri paru-paru. Keadaan ini di dalam medis diistilahkan sebagai hipertensi pulmoner (pulmonary hypertension).
5. Polycythemia vera

Polisitemia vera (PV) adalah gangguan sumsum tulang yang disebabkan oleh peningkatan jumlah (terutama) sel-sel darah merah. Sel-sel darah putih, dan keping darah juga (dapat) meningkat. Mutasi gen JAK2V617F juga berkaitan dengan polisitemia vera. PV disebut juga dengan istilah polisitemia rubra vera, polisitemia primer, dan eritremia.

Kiat Efektif Menurunkan Hemoglobin
1. Segera berkonsultasi ke dokter untuk mencari dan memastikan penyebab yang mendasari terjadinya penurunan hemoglobin (Hb).
2. Alangkah baik bila tidak mencoba-coba obat untuk menurunkan kadar hemoglobin tanpa rekomendasi dokter.
3. Minumlah lebih banyak air bening (sekitar 3 liter per hari).
4. Berhenti (stop) merokok. Upayakan pula menghindari terpapar asap rokok (perokok pasif).
5. Melakukan general medical check-up. Pemeriksaan kesehatan secara menyeluruh adalah langkah terbaik untuk memastikan kondisi kesehatan Anda.
6. Meminta rekomendasi dokter untuk melakukan foto rontgen (chest x-ray). Perlu diketahui, merokok dan gangguan/penyakit di paru-paru dapat meninggikan kadar Hb.
7. Sependek pengetahuan kami, obat yang efektif dan ampuh menurunkan hemoglobin belum kami temukan di berbagai referensi dan jurnal kedokteran terbaru. Meskipun demikian, ada obat yang secara signifikan menurunkan kadar glycosylated hemoglobin (HbA1C), yaitu cinnamaldehyde (20 mg/kg berat badan) yang diberikan per oral (melalui mulut).
8. Untuk penderita yang berisiko rendah terkena polisitemia vera sebaiknya segera dibawa ke dokter untuk dilakukan tindakan flebotomi dan pemberian aspirin (dosis rendah), sedangkan penderita yang berisiko tinggi terkena polisitemia vera sebaiknya menjalani terapi sitotoksik. Aspirin memiliki efek anti-thrombotic yang bermanfaat mengatasi polisitemia vera. Pemberian aspirin perlu pengawasan dokter karena dapat mengakibatkan perdarahan. Terkadang diberikan juga kemoterapi (hidroksiurea) untuk mengurangi jumlah sel-sel darah merah yang dibuat oleh sumsum tulang. Interferon juga dapat diberikan sesuai indikasi medis. Anagrelide dapat diberikan untuk menurunkan hitung trombosit. Terapi sinar ultraviolet-B dapat mengurangi gatal yang hebat pada beberapa penderita.

Demikian penjelasan kami, semoga bermanfaat.

Salam sehat dan sukses selalu!

dr. Dito Anurogo
Medical doctor at neuroscience department and Brain and Circulation Institute of Indonesia (BCII), Surya University, Indonesia.


(hrn/up)


Punya pengalaman diet yang menginspirasi ? Ceritakan pengalamanmu disini


Konsultasi Kesehatan Kirim KonsultasiIndeks


Kalkulator Sehat indeks »
Database Dokter Obat Penyakit