detikhealth

Virus Mematikan Mirip SARS Asal Timur Tengah Diberi Nama MERS

Putro Agus Harnowo - detikHealth
Selasa, 21/05/2013 12:01 WIB
ilustrasi (Foto: Thinkstock)
Jakarta, Sejak Agustus tahun 2012 lalu, virus jenis baru yang menyerang pernapasan sudah merenggut 20 korban jiwa. Setelah sekian lama disebut mirip SARS, akhirnya virus yang diduga berasal dari Timur Tengah ini diberi nama, yaitu Middle East respiratory syndrome coronavirus (MERS-CoV).

Sebuah tim internasional bernama Kelompok Studi Coronavirus mengumumkan keputusan pemberian nama tersebut dalam sebuah makalah yang diterbitkan Journal of Virology pada tanggal 15 Mei 2012 lalu. Sampai sejauh ini, sudah ada lebih dari 20 orang yang terinfeksi.

MERS coronavirus menyebabkan radang paru-paru atau pneumonia berat dengan gejala mirip coronavirus yang lain, yaitu virus SARS yang muncul di China pada tahun 2002 lalu dan menginfeksi sekitar 8.000 orang di seluruh dunia. Hasil pemeriksaan DNA menemukan bahwa virus baru ini secara genetik berbeda dari SARS.

Sebelum menentukan nama baru, muncul berbagai macam sebutan atas virus tersebut. Ada beberapa nama lain yang menjadi bahan pertimbangan para ilmuwan, yaitu Novel coronavirus 2012, London1_novel CoV 2012, atau SARS Saudi. Akhirnya untuk menghindari kebingungan, Kelompok Studi Coronavirus merekomendasikan supaya virus itu disebut MERS-COV.

"Nama ini didukung oleh penemu virus dan peneliti lain yang merintis penelitian tentang MERS-COV, oleh Organisasi Kesehatan Dunia (WHO) dan oleh Departemen Kesehatan Saudi," terang kelompok tersebut seperti dilansir Live Science, Selasa (21/5/2013).

Saat ini, para ahli masih mencari tahu semua aspek tentang virus tersebut terkait bagaimana manusia terinfeksi, sembari menekankan bahwa virus baru tersebut bukanlah SARS.

Virus ini pertama kali tercatat pada September 2012. Menurut WHO, sejak itu hingga saat ini sudah ada 34 kasus yang dilaporkan di seluruh dunia, di mana 20 pasiennya meninggal dunia. Selain di Saudi, kasus serupa dilaporkan pula terjadi di Yordania, Jerman, Inggris dan Prancis.

(pah/vit)
Artikel detikHealth juga bisa dibaca melalui aplikasi detikcom untuk Android, BlackBerry, iPhone, iPad & Windows Phone. Install sekarang!

Ingin Mendapatkan Rp 500,000 dari detikHealth ? Ceritakan Pengalaman Dietmu di Sini




 atau daftar untuk mengirim komentar
Tampilkan Komentar di:        

  • Komentar
  • Komentar
  • Komentar
  • Komentar
  • Komentar
  • Komentar
  • Komentar
  • Komentar

Kalkulator Sehat indeks »
Database Dokter Obat Penyakit