detikhealth

Dapatkan Hadiah Menarik
Program Akhir Tahun
"QUIZ on Article"

Hati-hati, Orang Berkulit Gelap Juga Rentan Kanker Kulit

Ajeng Anastasia Kinanti - detikHealth
Selasa, 21/05/2013 15:54 WIB
ilustrasi (Foto: Thinkstock)
Jakarta, Selama ini dikatakan orang berkulit putih lebih berisiko terhadap kanker kulit dan masalah akibat paparan sinar matahari dibandingkan dengan orang berkulit gelap. Namun menurut para ahli, orang berkulit gelap pun juga rentan terhadap masalah ini.

Selain itu, orang dengan kulit gelap juga rentan terkena efek berbahaya dari sinar UV yang dipancarkan oleh matahari, seperti dikutip dari Times of India, Selasa (21/5/2013).

"Kulit gelap memiliki sel pigmen yang memberikan perlindungan yang melekat terhadap sinar UV lebih banyak, namun tetap tidak cukup," ungkap dr Adam Friedman, MD, direktur penelitian dermatologi, Division of Dermatology Montefiore Medical Center.

"Perbedaan biologis unik ini menandakan efek berbahaya dari paparan sinar UV terjadi lebih lambat pada orang dengan kulit berwarna. Kendati demikian, sinar UV masih merusak dan menyebabkan masalah serius seperti kanker kulit," imbuh Friedman.

Dilanjutkan oleh dr Friedman, kanker kulit memang jarang terjadi pada orang dengan kulit berwarna, tetapi jika terlambat didiagnosis penyakit ini bisa menjadi sangat serius, misalnya melanoma.

Melanoma merupakan bentuk paling mematikan dari kanker kulit. Penyakit ini 20 kali lebih banyak terjadi pada orang ras putih Kaukasia dibandingkan dengan ras Afrika Amerika. Namun orang kulit lebih gelap berisiko lebih besar mengalami keterlambatan diagnosis, sehingga melanomanya bisa tumbuh tebal dan tingkat kelangsungan hidupnya menjadi lebih rendah.

"Seorang pasien saya memberitahu bahwa mereka tidak mau menggunakan tabir surya atau sunscreen karena mereka tidak suka dengan efek residu putihnya yang tertinggal. Padahal saat ini tabir surya sudah memberikan formula yang lebih baik dan dapat berbaur dengan baik ke semua jenis kulit," tutur dr Friedman.

Sebagian besar masyarakat enggan menggunakan tabir surya karena ingin mendapatkan vitamin D dari matahari, yang mereka percaya adalah sumber terbaik.

"Meskipun vitamin D sangat penting, namun hanya bergantung untuk mendapatkannya dari radiasi UV yang berbahaya bukan cara yang baik. Sinar matahari pada pukul 10 pagi hingga pukul 2 siang lebih baik dihindari. Penggunaan tabir surya saja tidak cukup untuk melindungi diri dari kanker kulit. Jika Anda ragu, pastikan Anda konsultasi dengan dokter kulit," ungkap dr Friedman.

(vit/vit)

Cerianya si Kecil saat liburan. Yuk, Abadikan Momen liburan anda bersama si Buah Hati dan menangkan hadiahnya di Sini




 atau daftar untuk mengirim komentar
Tampilkan Komentar di:        


Kalkulator Sehat indeks »
Database Dokter Obat Penyakit