detikhealth

Studi: Paparan Asap Rokok Jadikan Anak-anak Lebih Agresif

Ajeng Anastasia Kinanti - detikHealth
Senin, 27/05/2013 12:26 WIB
ilustrasi (Foto: Thinkstock)
Jakarta, Asap rokok diketahui memberikan efek buruk terhadap kesehatan, terutama pada anak-anak. Mereka yang orang tuanya merokok seringkali menghirup asapnya. Menurut studi terbaru, terpapar asap rokok bisa membuat anak-anak usia dini menjadi lebih agresif secara fisik.

"Paparan asap rokok pada anak usia dini sangat berbahaya. Ini dikarenakan otak anak pada usia tersebut masih dalam tahap perkembangan," imbuh Linda Pagani, salah satu peneliti dari University of Montreal, seperti dikutip dari Times of India, Senin (27/5/2013).

Pagani meneliti data 2.055 anak, sejak mereka lahir mereka sampai berusia 10 tahun. Data ini termasuk laporan orang tua tentang paparan asap rokok dan laporan guru tentang perilaku di kelas.

Hasilnya, anak-anak yang telah atau bahkan hingga saat ini terpapar asap rokok, jauh lebih agresif saat mereka berusia 10 tahun. Meskipun belum ditemukan hubungan sebab-akibat secara langsung, statistik menunjukkan bahwa paparan asap rokok cukup memberi pengaruh terhadap perilaku anak.

"Studi ini menunjukkan bahwa periode setelah anak dilahirkan penting untuk dilakukan pencegahan gangguan perkembangan otak anak. Perlu diupayakan gerakan promosi kesehatan agar orang tua menyadari apa efek negatif asap rokok terhadap anak-anaknya," tambah Pagani.

Sebisa mungkin perokok yang sudah memiliki anak tidak merokok di dalam rumah atau saat sedang berada di sekitar anak-anaknya. Selain menjauhkan anak agar tidak menjado perokok pasif, ini juga akan mengecilkan kemungkinan anak akan mencoba rokok saat ia dewasa nanti.

Studi baru ini telah diterbitkan dalam Journal of Epidemiology and Community Health.

(vit/vit)
Artikel detikHealth juga bisa dibaca melalui aplikasi detikcom untuk Android, BlackBerry, iPhone, iPad & Windows Phone. Install sekarang!

Ingin Mendapatkan Rp 500,000 dari detikHealth ? Ceritakan Pengalaman Dietmu di Sini




 atau daftar untuk mengirim komentar
Tampilkan Komentar di:        


Kalkulator Sehat indeks »
Database Dokter Obat Penyakit