detikhealth

Pemuda Ini Jatuh Koma Akibat Overdosis Kecap

Putro Agus Harnowo - detikHealth
Jumat, 07/06/2013 12:27 WIB
Pemuda Ini Jatuh Koma Akibat Overdosis Kecapilustrasi (Foto: Getty Images)
Jakarta, Seorang pemuda di Virginia, AS, jatuh koma karena overdosis kecap. Terang saja dia roboh, sebab dia meminum 1 liter kecap sekaligus. Nyawanya hampir melayang karena tubuhnya kelebihan garam.

Pemuda berusia 19 tahun ini nekat mengganyang begitu banyak kecap karena terhasut tantangan teman-temannya. Kasus ini membuatnya tercatat sebagai orang pertama yang sengaja mengalami overdosis akibat kelebihan garam, namun selamat tanpa gangguan neurologis permanen.

"Terlalu banyak garam dalam darah, suatu kondisi yang disebut hipernatremia, biasanya terlihat pada orang dengan kondisi kejiwaan yang memiliki nafsu makan besar pada makanan berbumbu," kata Dr David J. Carlberg yang menangani pemuda tersebut seperti dilansir LiveScience, Jumat (7/6/2013).

Dr David bekerja sebagai dokter gawat darurat di MedStar Georgetown University Hospital di Washington DC. Dalam laporan yang dimuat Journal of Emergency Medicine, dr David menjelaskan bahwa Hipernatremia berbahaya karena menyebabkan otak kehilangan air.

Ketika kadar garam terlalu banyak dalam aliran darah, air akan mengalir keluar dari jaringan tubuh dan masuk ke darah melalui proses osmosis. Sel-sel tubuh mencoba menyamakan konsentrasi garam dengan sekitarnya. Apabila sel-sel otak kekurangan air, maka organ akan menyusut dan terjadi perdarahan.

Pada kasus yang menimpa pria yang tak disebutkan namanya ini, dia mengalami kejang setelah meminum seliter kecap. Oleh teman-temannya, dia segera dibawa ke unit gawat darurat. Dia sudah dalam keadaan koma ketika tiba di rumah sakit University of Virginia Medical Center hampir 4 jam setelah kejadian.

"Dia tidak menanggapi salah satu rangsangan yang kami berikan. Dia mengalami clonus (kejang otot berulang) yang merupakan peningkatan refleks. Ini pertanda bahwa pada dasarnya sistem saraf tidak bekerja dengan baik," kata dr David.

Tim dokter segera membilas garam agar keluar dari tubuhnya dengan memberikan larutan air dan gula dekstrosa lewat tabung yang dipasang di hidung. Ketika tabung terpasang, cairan berwarna cokelat keluar. Dalam waktu setengah jam, dokter berhasil memompa sekitar 6 liter air gula ke dalam tubuhnya.

Setelah 5 jam, kadar natrium pasien kembali normal. Walau demikian, dia masih berada dalam keadaan koma selama 3 hari. Beberapa hari setelah itu, bagian otak yang disebut hippocampus menunjukkan efek residual akibat kejang. Namun sebulan berikutnya, tanda-tanda overdosis sudah lenyap.

"Dia kembali kuliah di perguruan tinggi dan menjalani ujian dengan baik," kata dr David.

Dr David menjelaskan, sekitar 950 ml kecap mengandung lebih dari 0,16 kg garam. Meskipun jarang ditemui di AS, mengkonsumsi garam secara berlebihan adalah metode bunuh diri yang pernah diterapkan di China kuno.

(pah/vta)


Ikuti survei online detikHealth berhadiah paket dari SOHO dan merchandise di sini


Konsultasi Kesehatan Kirim KonsultasiIndeks


Kalkulator Sehat indeks »
Database Dokter Obat Penyakit